Daniel 12:1-3
"Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu.
Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.
Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
Markus 13:1-37
Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: "Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!"
Lalu Yesus berkata kepadanya: "Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan."
Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:
"Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya."
Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.
Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.
Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.
Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."
"Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya*--para pembaca hendaklah memperhatikannya--/maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,
dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.
Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.
Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.
Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."
"Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.
Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.
Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.
Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."
"Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.
Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,
supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.
Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"
Monday, November 16, 2009
Tuesday, July 28, 2009
Berjaga-jagalah...
Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga."
"Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi." (Matius 24:42-51)
Renungan dari Ziarah Batin 2009
Berjaga-jagalah, bukan hanya karena kematian itu tidak terlalu jauh, tetapi karena hidup bermakna berarti hidup yang senantiasa bisa kita pertanggungjawabkan. Ada orang yang hidup asal hidup. Entah ke mana tujuannya. Entah apa yang dianggap penting atau tidak penting.
Film “Life is Short” menggambarkan bagaimana manusia begitu dilahirkan melesat di angkasa, bertambah usia, bertambah tua dan akhirnya masuk ke liang kubur tanpa sempat mengijak bumi. Apakah hidup kita juga hanya akan lewat begitu saja tanpa sempat meninggalkan jejak? Jejak apakah yang akan kita tinggalkan? Kalau Tuhan datang dan bertanya apa yang sedang kita perjuangkan, apakah kita punya jawaban? Apakah kita puas dengan hidup yang sedang kita jalankan saat ini?
Tuhan, hidup ini pendek. Aku tidak tahu kapan akan berakhir. Semoga aku senantiasa yakin bahwa aku memilih jalan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga kapan pun aku siap menghadap Engkau. Amin.
Hari Tuhan
(2 Petrus 3:1-18) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu.
Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."
Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.
Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik.
Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.
Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.
Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.
Labels:
air,
akhir zaman,
api,
bumi,
Firman Allah,
hari Tuhan,
Juruselamat,
Kristus,
langit,
Nuh,
penghakiman,
perdamaian dgn Tuhan,
tak bernoda,
Yesus
"Diledakkan" untuk Berubah
Seorang redaktur koran mendengar bahwa SESEORANG bernama Alfred Nobel meninggal dunia, lalu karena ia menyangka itu adalah Nobel si penemu dinamit, maka sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "NOBEL SI PEDAGANG KEMATIAN".
Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.
SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.
SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :
Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).
Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?
Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.
============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================
KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK
Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.
Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.
SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.
SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :
Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).
Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?
Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.
============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================
KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK
Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.
Dilepaskan oleh Salib
"Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita" (Roma 5:8)
DILEPASKAN OLEH SALIB
Bacaan : Matius 27:33-50
Dalam mitologi Yunani kuno, pahlawan Prometheus ditangkap dan dirantai di puncak gunung. Di sana ia dihukum untuk selama-lamanya. Setiap hari, seekor rajawali raksasa datang untuk memakan hatinya.
Hermes datang kepadanya dan berkata, "Jangan harap penderitaanmu akan berakhir kecuali seorang dewa datang menggantikan siksaanmu, dan siap turun bagimu ke dalam kerajaan Hades (dewa kematian)."
Menurut mitologi tersebut, hal ini dilakukan oleh Dewa Chiron yang bijak dan adil, yang rela mengorbankan dirinya sendiri bagi Prometheus dan membebaskannya dari siksaan.
Dalam beberapa hal, kisah ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada kita saat Yesus mati di kayu salib. Manusia telah terikat oleh dosa, dan tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari dosa kecuali Allah menggantikan.
Dan itulah yang benar-benar terjadi. Yesus Kristus, Putra Allah, mati untuk menggantikan kita dan membayar hukuman dosa kita. Dia menyediakan jalan bagi kita untuk terlepas dari hukuman kekal.
Meskipun kita menyediakan diri untuk menulis dalam seribu hari, kita tetap tak dapat mengungkapkan dengan sempurna arti pengurbanan Kristus bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Makna sejatinya jauh melebihi pemahaman kita.
Apakah Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan meminta Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda? Jika belum, hari ini adalah saat yang paling tepat. Percayalah kepada-Nya, dan Anda akan tahu apakah artinya terlepas dari rantai dosa karena salib -
KELUARLAH DARI PERBUDAKAN DOSA DAN
MASUKILAH KEBEBASAN YANG MENYELAMATKAN -- PERCAYALAH KEPADA KRISTUS
Dari "Renungan Harian" Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by David C. Egner.
.
Labels:
Allah,
bertobat,
dibebaskan,
dilepaskan,
dosa,
Juru Selamat,
Kristus,
mengaku dosa,
penebusan,
perbudakan,
salib,
Tuhan,
Yesus
Sunday, July 26, 2009
Dinyatakan kepada orang kecil
Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:25-27)
Renungan (dari Ziarah Batin 2009, Penerbit Obor) :
Rencana keselamatan Allah dinyatakan dan diberikan kepada orang-orang kecil.
Mereka adalah orang yang percaya kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya.
Seruan mereka akan didengarkan oleh Allah. Bagi mereka yang mempercayakan hidupnya hanya kepada Allah, janji keselamatan diberikan.
Sebaliknya, sulit bagi orang-orang yang menganggap dirinya bijaksana dan mampu segala-galanya untuk secara tulus berserah diri kepada Allah dan menerima kehendak Allah. Kesombongan dan kebanggaan atas kemampuan diri menjadi tembok penghalang untuk melihat kehendak Allah dalam hidup mereka. Tembok itu juga menjadi penghalang bagi seruan dan doa mereka kepada Allah.
Bukan Engkau tidak mendengarkan doaku, ya Tuhan, melainkan kesombongan dirikulah yang telah menghalangi doaku untuk sampai kepada-Mu. Ya Tuhan, jadikan aku rendah hati dalam iman sehingga seutuhnya aku mampu berserah kepada-Mu. Amin.
.
Labels:
berserah,
bijaksana,
dinyatakan,
orang kecil,
pandai,
percaya,
rencana keselamatan,
selamat
Hati-hati dgn berhala jaman sekarang
“Karena itu, dengarlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Mat 13:18-23)
Renungan (dari Ziarah Batin 2009) :
Berhala zaman sekarang adalah segala sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian manusia dari Allah. Dunia menyediakan banyak berhala bagi manusia. Inilah yang harus diwaspadai. Uang, pekerjaan, kedudukan, harta, hiburan, televisi, hobi, dan segala sesuatu yang menarik perhatian manusia sehingga Allah diabaikan bahkan tersingkirkan, itulah berhala. Mari kita refleksikan, apa yang menjadi berhala dalam hidup kita, yang telah menggeser perhatian kita dari Allah?
Ya Allah, aku tidak sadar bahwa ada banyak berhala di sekitarku yang menggeser cinta dan perhatianku kepada-Mu. Sesuai dengan perintah-Mu, jangan biarkan hatiku beralih kepada mereka dan mengabaikan-Mu. Sebab hanya Engkau yang patut dipuji dan disembah. Amin.
==============================================================
Bandingkan dengan artikel berikut ini dari Sabda.org
BERHALA TERSELUBUNG
Baca juga : Kolose 3:1-11
"Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala" (1Yohanes 5:21)
Tatkala mendengar kata berhala, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah sebuah patung manusia atau hewan yang dijadikan pusat penyembahan. Sebagai contoh, patung anak lembu emas yang dibuat bangsa Israel beberapa saat setelah mereka keluar dari Mesir (Keluaran 32:1-6). Kita tahu Allah sangat membenci berhala semacam itu.
Namun, mungkinkah kita menyembah berhala tanpa menyadarinya?
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merawat mobilnya begitu rupa.
Suatu malam, garasinya terbakar. Ia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkannya sehingga para tetangga harus menahannya. Ketika mobilnya meledak, ia tersadar bahwa ia hampir mengorbankan nyawa hanya untuk mobil itu. Mobil tersebut telah menjadi berhala dalam hidupnya.
Bahkan ada satu bentuk berhala terselubung yang sulit kita sadari, yakni keterlibatan kita dalam aktivitas-aktivitas gereja hanya agar kita tampak "rohani."
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya, juga dapat disebut menyembah berhala.
Apa pun yang menjadi fokus utama dalam kehidupan kita sehingga kita bergantung padanya, selain kepada Allah ---> itulah berhala.
Dalam Kolose 3:5, Paulus menyatakan bahwa keserakahan juga termasuk salah satu bentuk berhala.
Paulus menegaskan agar kita menanggalkan cara-cara tamak yang menjadi bagian dari manusia lama kita, dan mengenakan manusia baru, yang hidup benar menurut gambar Khaliknya (ayat 10).
Apakah yang menjadi fokus utama dalam hidup Anda? Mungkin Anda akan terkejut dengan jawaban Anda sendiri --JEY
Nothing between, like worldly pleasure,
Habits of life, though harmless they seem,
Must not my heart from Him ever sever --
He is my all! There's nothing between. --Tindley
BERHALA ADALAH SEGALA SESUATU
YANG MENGGANTIKAN POSISI ALLAH
--------------------------------------------------------------
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Subscribe to:
Posts (Atom)
