Showing posts with label bijaksana. Show all posts
Showing posts with label bijaksana. Show all posts

Sunday, July 26, 2009

Dinyatakan kepada orang kecil

Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” (Mat 11:25-27)

Renungan (dari Ziarah Batin 2009, Penerbit Obor) :

Rencana keselamatan Allah dinyatakan dan diberikan kepada orang-orang kecil.
Mereka adalah orang yang percaya kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya.
Seruan mereka akan didengarkan oleh Allah. Bagi mereka yang mempercayakan hidupnya hanya kepada Allah, janji keselamatan diberikan.

Sebaliknya, sulit bagi orang-orang yang menganggap dirinya bijaksana dan mampu segala-galanya untuk secara tulus berserah diri kepada Allah dan menerima kehendak Allah. Kesombongan dan kebanggaan atas kemampuan diri menjadi tembok penghalang untuk melihat kehendak Allah dalam hidup mereka. Tembok itu juga menjadi penghalang bagi seruan dan doa mereka kepada Allah.

Bukan Engkau tidak mendengarkan doaku, ya Tuhan, melainkan kesombongan dirikulah yang telah menghalangi doaku untuk sampai kepada-Mu. Ya Tuhan, jadikan aku rendah hati dalam iman sehingga seutuhnya aku mampu berserah kepada-Mu. Amin.
.

Sunday, March 9, 2008

Kekuatan Seorang Ibu

"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)

"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================

Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.

Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...

Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.

Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.

Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.

----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.