Showing posts with label salib. Show all posts
Showing posts with label salib. Show all posts

Tuesday, July 28, 2009

Dilepaskan oleh Salib


"Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita" (Roma 5:8)

DILEPASKAN OLEH SALIB
Bacaan : Matius 27:33-50

Dalam mitologi Yunani kuno, pahlawan Prometheus ditangkap dan dirantai di puncak gunung. Di sana ia dihukum untuk selama-lamanya. Setiap hari, seekor rajawali raksasa datang untuk memakan hatinya.

Hermes datang kepadanya dan berkata, "Jangan harap penderitaanmu akan berakhir kecuali seorang dewa datang menggantikan siksaanmu, dan siap turun bagimu ke dalam kerajaan Hades (dewa kematian)."

Menurut mitologi tersebut, hal ini dilakukan oleh Dewa Chiron yang bijak dan adil, yang rela mengorbankan dirinya sendiri bagi Prometheus dan membebaskannya dari siksaan.

Dalam beberapa hal, kisah ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada kita saat Yesus mati di kayu salib. Manusia telah terikat oleh dosa, dan tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari dosa kecuali Allah menggantikan.

Dan itulah yang benar-benar terjadi. Yesus Kristus, Putra Allah, mati untuk menggantikan kita dan membayar hukuman dosa kita. Dia menyediakan jalan bagi kita untuk terlepas dari hukuman kekal.

Meskipun kita menyediakan diri untuk menulis dalam seribu hari, kita tetap tak dapat mengungkapkan dengan sempurna arti pengurbanan Kristus bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Makna sejatinya jauh melebihi pemahaman kita.

Apakah Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan meminta Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda? Jika belum, hari ini adalah saat yang paling tepat. Percayalah kepada-Nya, dan Anda akan tahu apakah artinya terlepas dari rantai dosa karena salib -

KELUARLAH DARI PERBUDAKAN DOSA DAN
MASUKILAH KEBEBASAN YANG MENYELAMATKAN -- PERCAYALAH KEPADA KRISTUS

Dari "Renungan Harian" Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by David C. Egner.
.

Monday, March 31, 2008

Iman kepada Tuhan yang disertai perbuatan


Tidak akan cukup kebaikan kita untuk menebus dosa kita.
Kebaikan kita bagaikan "kain compang-camping" dibanding kebaikan Tuhan.

Hanya Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, yang menebus kita dari dosa...

Membayar hukuman yang harusnya kita terima sebagai akibat dosa.
Ketika DIA menderita di taman Zaitun (Getsemani), dosa kita lah yang dia lihat, dosa manusia sampai ke jaman ini, sehingga Dia semakin bersungguh-sungguh berdoa, sampai keringatNya "terlihat seperti titik-titik darah yang jatuh ke tanah".
Kenapa perlu dituliskan ini? Karena "tanah" maksudnya adalah manusia.

Ketika Dia dihina, ditendang, dicambuk, dicerca, dihujat dan Dia diam tidak melawan..., ketika Dia disalibkan..., yang Dia bayangkan adalah kita-kita ini manusia...
Karena cintaNya dia rela menderita, Dia tanggung semua kesakitan dengan diam...

Bagaikan seorang kekasih yg menjadi tawanan di negeri seberang, namun bertahan untuk bisa pulang bertemu kekasih hatinya.
Akankah ketika Dia pulang, mengetuk pintu hati kita, Dia mendapati kita TETAP SETIA?

--- diilhami dari salah satu khotbah Pendeta dari Tiberias Ministry ---

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kita tahu bahwa seseorang sudah lahir baru (dalam Roh)? Adakah bukti yang dapat terlihat nyata? Dari Renungan Harian Selasa 11 Sept 2012:
Yakobus memberi jawaban yang tepat: perhatikan perbuatannya!
Apakah gunanya saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yak. 2:14).
 
Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (Yak. 2 ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran & hati mereka, tetapi bisa lihat bahwa mereka percaya kepada Allah melalui perbuatan mereka.
Wajar saja kalau orang meragukan iman kita karena tindakan yang tidak menunjukkan pertobatan. Kalau kita konsisten berkanjang dalam kebiasaan buruk / dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka waspadalah. Bandingkan bagaimana tutur laku dan kebiasaan sebelum & sesudah menerima Kristus. Perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan / diubahkan oleh kasih karunia Kristus?
HANYA OLEH KARENA IMAN seseorang dapat DISELAMATKAN.
HANYA MELALUI KETAATAN KEPADA ALLAH, iman dapat DIBUKTIKAN.

Ya, saya teringat ini:
IMAN TANPA PERBUATAN pada hakekatnya MATI. Seperti tubuh tanpa jiwa.
Yakobus 2:17    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

ALLAH ADALAH KASIH. Semua yang berbuat baik berasal dari Allah. Katakanlah seorang tidak mengenal Yesus, tapi selama hidupnya dia telah mengerjakan perbuatan Kasih spt Kristus, menandakan Roh Kudus ada dalam hatinya yg memampukan dia melakukan ajaran Kristus...
1 Yohanes 4:8    Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Doa berikut dari buku doa Katolik:

Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau, dalam keadaanku seperti ini.
Mohon ampun atas segala dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, mohon aku diampuni.
Di dalam nama MU,
aku mau maafkan semua orang yang membenciku, termasuk semua perbuatannya.
Aku menyangkal setan, roh jahat dan semua perbuatannya.

Tuhan Yesus,
aku serahkan seluruh hidupku pada Mu, sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk ke dalam hidupku, Yesus.
Aku terima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku, Penyelamatku.
Sembuhkan aku, rubahlah diriku,
kuatkan tubuh, jiwa dan rohku.
Datanglah kepadaku, Tuhan Yesus,
bungkuslah aku dengan darah Suci Mu.
Penuhi aku dengan Roh Kudus Mu.
Aku cinta pada Mu, Tuhan Yesus.
Aku bersyukur kepada Mu, Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selamanya.
Bunda Maria - Ratu Damai,
para Malaikat kudus, semua orang Kudus,
doakanlah aku. Amin.

PS : "aku" boleh diganti "kami"

Kutipan dari Alkitab:

Yohanes 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17    Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18    Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19    Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20    Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21    tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Friday, March 28, 2008

Dilepaskan oleh Salib

Nats : "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita" (Roma 5:8)
=================================================================
DILEPASKAN OLEH SALIB
Bacaan : Matius 27:33-50

Dalam mitologi Yunani kuno, pahlawan Prometheus ditangkap dan dirantai di puncak gunung. Di sana ia dihukum untuk selama-lamanya. Setiap hari, seekor rajawali raksasa datang untuk memakan hatinya.

Hermes datang kepadanya dan berkata, "Jangan harap penderitaanmu akan berakhir kecuali seorang dewa datang menggantikan siksaanmu, dan siap turun bagimu ke dalam kerajaan Hades (dewa kematian)."

Menurut mitologi tersebut, hal ini dilakukan oleh Dewa Chiron yang bijak dan adil, yang rela mengorbankan dirinya sendiri bagi Prometheus dan membebaskannya dari siksaan.

Dalam beberapa hal, kisah ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada kita saat Yesus mati di kayu salib. Manusia telah terikat oleh dosa, dan tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari dosa kecuali Allah menggantikan.

Dan itulah yang benar-benar terjadi. Yesus Kristus, Putra Allah, mati untuk menggantikan kita dan membayar hukuman dosa kita. Dia menyediakan jalan bagi kita untuk terlepas dari hukuman kekal.

Meskipun kita menyediakan diri untuk menulis dalam seribu hari, kita tetap tak dapat mengungkapkan dengan sempurna arti pengurbanan Kristus bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Makna sejatinya jauh melebihi pemahaman kita.

Apakah Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan meminta Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda? Jika belum, hari ini adalah saat yang paling tepat. Percayalah kepada-Nya, dan Anda akan tahu apakah artinya terlepas dari rantai dosa karena salib -

KELUARLAH DARI PERBUDAKAN DOSA DAN
MASUKILAH KEBEBASAN YANG MENYELAMATKAN -- PERCAYALAH KEPADA KRISTUS

Dari "Renungan Harian" Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by David C. Egner.

Monday, March 10, 2008

Kami menyentuh-Nya !

“Apa yang telah ... kami raba dengan tangan kami ... kami beritakan kepada kamu”
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================

Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.

Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”

Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.

St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper