St. Petrus katakan : “Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3 : 8). Tetapi toh ada tanda-tanda jaman akhir.
Mari kita dengar kata-kata Yesus sendiri : “Banyak jiwa menghilang ke neraka, biarpun Aku telah banyak menderita. Sekarang Aku mau memberi mereka ‘pangkal keselamatan terakhir’, yaitu peringatan Kerahiman-KU. Kalau mereka tidak memuliakan KerahimanKu, mereka akan menghilang untuk selama-lamanya. Tulislah, katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang KerahimanKu yang besar, sebab sudah dekat hari yang mengerikan, yaitu hari pengadilan!” (Buku Catatan Harian St. Faustina 17-2-1937).
Pada kesempatan yang lain Yesus menambahkan: “Tulislah. Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang Mahaadil, lebih dahulu Aku akan membuka lebar-lebar pintu KerahimanKu. Siapa tak mau melewati pintu Kerahiman, ia akan melewati pintu pengadilan.”
“Untuk menghukum, Aku mempunyai waktu yang abadi. Sekarang tidak mengenal waktu kedatanganKu!” (Buku Cat. Harian III,14)
Bunda Maria berkata kpd St. Faustina : “Engkau harus berbicara tentang Kerahiman Illahi dan mempersiapkan dunia bagi kedatangan Yesus di akhir zaman. O, betapa dahsyatnya hari itu! Sudah ditentukan hari pengadilan, hari murka Allah. Para Malaikat sekalipun akan gemetar! Berbicaralah kpd semua orang tentang Kerahiman yang besar, selama masih ada waktu Kerahiman!”
--------
Devosi kepada Kerahiman Illahi bukan tambahan lagi satu devosi yang bersaingan dengan devosi yang sudah ada. Tetapi devosi kpd Kerahiman Illahi memutuskan nasib / takdir dunia dan seluruh umat manusia.
Tak ada diplomasi atau politik, tak ada kecerdasan dan kepintaran manusia yang bisa menyelamatkan apa yang sedang menuju kehancuran/kebinasaan. Hanya Yesus yang disalibkan dan bangkit, Yesus Maharahim, dapat menyelamatkan kita!
Dan kalau kita dengan tenang (kalau bisa pikir dgn tenang tentang itu) pikir tentang segala kejahatan dalam zaman ini, kita bisa betul-betul takut.
Seandainya tak ada Kerahiman Illahi dunia sudah lama harus dihukum dan hancur lebih dahsyat daripada kota Sodom dan Gomora.
Kain dapat kutukan karena bunuh satu orang yaitu Abil, saudaranya.
Padahal menurut statistik th 1993, tiap HARI 150.000 aborsi dan th 2000 tiap HARI ada 427000 aborsi (yang artinya = tiap MENIT 296 bayi dibunuh!).
Belum lagi segala penganiayaan di seluruh dunia, peperangan, penjajahan, macam-macam ketidakadilan, dll.
Toh, Tuhan Yesus katakan : “TanganKu tidak suka memegang pedang pengadilan. Sebelum hari pengadilan tiba, akan Kukirim hari Kerahiman.” (Buku Cat. Harian V, 155).
St. Paulus menulis : “ Waktu ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu” (2 Kor 6:2) dan
St. Yohanes menulis : “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir” (Yoh 2:18).
Oleh sebab itu selama kita masih hidup, marilah kita bergegas berbuat baik! Dan cara paling baik, menyebarluaskan devosi kpd Kerahiman Illahi dan melaksanakan perbuatan kerahiman / belas kasihan setiap hari!
Mazmur 101 : 1 Mazmur Daud. "Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN."
(= aku hendak menyanyikan Kerahiman Tuhan)
Mzm 52 : 10-11 "Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!"
YESUS, AKU BERHARAP PADAMU ! Amin.
(Dalam 82 kali penampakan utk menjelaskan devosi, 34 kali Tuhan Yesus menjelaskan bahwa HARAPAN adalah syarat mutlak dalam devosi ini. Jezu, Ufam Tobie! = Yesus, aku berharap padaMu! Ini devosi aktif, devosi hidup, bukan devosi pasif.)
----------------------------------
PERBUATAN BELAS KASIHAN / KERAHIMAN
Tetapi Yesus sendiri terus memperingatkan kita agar jangan “devosi kosong”, yang berarti kita rajin berdoa Koronka, tetapi cara hidup kita jauh dari ajaran Yesus dan teladan hidupNya. Sebab betapapun kuatnya iman seseorang, tetapi tanpa PERBUATAN, orang itu tak bisa tertolong. (Buku Cat. Harian II,162)
“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan memperoleh kemurahan” (Mat. 5 : 7). Dan St. Yakobus juga katakan yang sama : “Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati.” (Yak 2 : 20).
Penyebarluasan devosi kpd Kerahiman Illahi tidak memerlukan banyak bicara, melainkan perlu : banyak melakukan belas kasihan, hidup sesuai ajaran Yesus, dan berharap tanpa pamrih kepada KerahimanNya.
Teladan untuk ini bsa kita dapati dalam St. Faustina, semboyannya : “Tiap hari akan kulakukan paling sedikit satu perbuatan belas kasih, karena perbuatan belas kasih itu mudah dilakukan oleh siapa saja, biarpun orang paling miskin sekalipun.”
Pelaksanaan kerahiman bisa dari 3 cara :
- diwujudkan melalui KATA pengampunan dan penghiburan,
- bila tidak mungkin dgn kata-kata, bisa juga terlaksana belas kasihan dengan DOA
- dengan PERBUATAN belas kasih.
Di akhir jaman kita akan diadili menurut tindakan belas kasihan, dan kita akan dapat keputusan kekal sesuai belas kasihan pula. (Buku Cat. Harian III, 43 – juga Mat. 25 : 31-46)
Sumber : Ringkasan pribadi dari buku "URGENSI Devosi kepada Kerahiman Illahi".
Monday, February 18, 2008
Pada tanggal 17 August 2002, Sri Paus mempersembahkan seluruh dunia kepada Kerahiman Ilahi (saat beliau memberkati tempat ziarah internasional Kerahiman Ilahi di Lagiewniki, Polandia:
"Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia; demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
-- Kepada kami dan seluruh dunia….
Betapa dunia sekarang ini membutuhkan Kerahiman Ilahi!
Di setiap benua, dari penderitaan manusia yang terdalam, terdengar seruan mohon belas kasih Allah. Di mana kebencian dan hasrat dendam berkuasa, di mana perang mengakibatkan sengsara dan kematian orang-orang tak berdosa, di sana rahmat belas kasih dibutuhkan demi menenangkan hati dan pikiran manusia serta mendatangkan damai. Di mana tidak ada lagi rasa hormat terhadap harkat dan martabat manusia, di sana cinta Allah yang berbelas kasih dibutuhkan; dalam terang-Nya kita melihat nilai tak terkatakan dari setiap pribadi manusia. Belas kasih dibutuhkan guna menjamin bahwa setiap ketidakadilan di dunia akan berakhir dalam terang kebenaran.
Api belas kasih ini perlu disampaikan ke seluruh dunia. Dalam belas kasih Allah dunia akan menemukan damai dan umat manusia akan menemukan kebahagiaan!
Sepanjang 26 tahun masa pontifikat beliau, tak kunjung henti Bapa Suci Yohanes Paulus II menerangkan Kerahiman Ilahi kepada umat beriman, pula menyerukan pentingnya serta mendesaknya pesan Kerahiman Ilahi bagi segenap umat manusia, sebab itulah ia kemudian dikenal sebagai "Paus Kerahiman".
"Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu…. Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."(Yoh 20:21-23).
Sebelum menyampaikan kata-kata ini, Yesus memperlihatkan kedua tangan dan lambung-Nya. Ia menunjuk pada luka-luka Sengsara, teristimewa luka yang menembusi Hati-Nya, sumber darimana memancar aliran deras belas kasih yang dicurahkan atas umat manusia.
Dari Hati itu, Sr Faustina Kowalska, beata yang sejak saat ini akan kita sebut sebagai santa, melihat dua berkas sinar yang memancar dari Hati-Nya dan menyinari dunia: `Kedua sinar itu,' jelas Yesus Sendiri kepadanya suatu hari, `melambangkan darah dan air' (Buku Catatan Harian, Libreria Editrice Vaticana, h. 132).
-- Darah dan Air!
Pikiran kita segera melayang pada kesaksian yang diberikan Yohanes Pengarang Injil, yang, ketika seorang prajurit di Kalvari menikam lambung Kristus dengan tombak, melihat darah dan air memancar darinya (bdk 19:34).
Di samping itu, jika Darah mengingatkan kita akan Kurban Salib dan anugerah Ekaristi, maka Air, dalam simbolisme Yohanes, melambangkan bukan saja Pembaptisan, melainkan juga karunia Roh Kudus (bdk Yoh 3:5; 4:14; 7:37-39).
Kerahiman Ilahi tercurah atas umat manusia melalui hati Kristus yang tersalib: "Puteri-Ku, katakanlah bahwa Aku adalah inkarnasi cinta dan belas kasih," demikian pinta Yesus dalam penampakan kepada Sr Faustina (Buku Catatan Harian, h. 374). ~ Paus Yohanes Paulus II, 30 April 2000
"Tak ada yang lebih dibutuhkan manusia selain daripada Kerahiman Ilahi - cinta yang berlimpah belas kasih, yang penuh kasih sayang, yang mengangkat manusia di atas segala kelemahannya ke ketinggian yang tak terhingga dari kekudusan Allah." ~ Paus Yohanes Paulus II, 7 Juni 1997
"Di mana, jika tidak dalam Kerahiman Ilahi, dunia dapat menemukan tempat pengungsian dan terang pengharapan?
Umat beriman, pahamilah kata-kata itu dengan baik." ~ Paus Yohanes Paulus II, 21 April 1993
"Jadilah rasul-rasul Kerahiman Ilahi di bawah bimbingan keibuan penuh kasih sayang dari Santa Perawan Maria." ~ Paus Yohanes Paulus II, 22 Juni 1993
Sumber: 1. "The Divine Mercy Message and Devotion" by Fr Seraphim Michalenko, MIC and Vinny Flynn; published by the Archdiocesan Divine Mercy Devotion, Singapore;
2. The Divine Mercy; www.thedivinemercy.org;
3. tambahan dari berbagai sumber
4. disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya
-------------------------------
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang
BUKU CATATAN HARIAN Sr. Maria Faustina Kowalska
"KERAHIMAN ILAHI DALAM JIWAKU"
("Divine Mercy In My Soul",
The Diary of the Servant of God, Sister M. Faustina Kowalska)
bisa mempelajarinya dari :
www.indocell.net/yesaya
Berisi : Riwayat singkat St Faustina Kowalska
Buku Catatan I
Buku Catatan II Buku Catatan III
Buku Catatan IV Buku Catatan V
Buku Catatan VI Buku Catatan VII
"Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allah-an PutraMu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pemulihan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia; demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
-- Kepada kami dan seluruh dunia….
Betapa dunia sekarang ini membutuhkan Kerahiman Ilahi!
Di setiap benua, dari penderitaan manusia yang terdalam, terdengar seruan mohon belas kasih Allah. Di mana kebencian dan hasrat dendam berkuasa, di mana perang mengakibatkan sengsara dan kematian orang-orang tak berdosa, di sana rahmat belas kasih dibutuhkan demi menenangkan hati dan pikiran manusia serta mendatangkan damai. Di mana tidak ada lagi rasa hormat terhadap harkat dan martabat manusia, di sana cinta Allah yang berbelas kasih dibutuhkan; dalam terang-Nya kita melihat nilai tak terkatakan dari setiap pribadi manusia. Belas kasih dibutuhkan guna menjamin bahwa setiap ketidakadilan di dunia akan berakhir dalam terang kebenaran.
Api belas kasih ini perlu disampaikan ke seluruh dunia. Dalam belas kasih Allah dunia akan menemukan damai dan umat manusia akan menemukan kebahagiaan!
Sepanjang 26 tahun masa pontifikat beliau, tak kunjung henti Bapa Suci Yohanes Paulus II menerangkan Kerahiman Ilahi kepada umat beriman, pula menyerukan pentingnya serta mendesaknya pesan Kerahiman Ilahi bagi segenap umat manusia, sebab itulah ia kemudian dikenal sebagai "Paus Kerahiman".
"Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu…. Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."(Yoh 20:21-23).
Sebelum menyampaikan kata-kata ini, Yesus memperlihatkan kedua tangan dan lambung-Nya. Ia menunjuk pada luka-luka Sengsara, teristimewa luka yang menembusi Hati-Nya, sumber darimana memancar aliran deras belas kasih yang dicurahkan atas umat manusia.
Dari Hati itu, Sr Faustina Kowalska, beata yang sejak saat ini akan kita sebut sebagai santa, melihat dua berkas sinar yang memancar dari Hati-Nya dan menyinari dunia: `Kedua sinar itu,' jelas Yesus Sendiri kepadanya suatu hari, `melambangkan darah dan air' (Buku Catatan Harian, Libreria Editrice Vaticana, h. 132).
-- Darah dan Air!
Pikiran kita segera melayang pada kesaksian yang diberikan Yohanes Pengarang Injil, yang, ketika seorang prajurit di Kalvari menikam lambung Kristus dengan tombak, melihat darah dan air memancar darinya (bdk 19:34).
Di samping itu, jika Darah mengingatkan kita akan Kurban Salib dan anugerah Ekaristi, maka Air, dalam simbolisme Yohanes, melambangkan bukan saja Pembaptisan, melainkan juga karunia Roh Kudus (bdk Yoh 3:5; 4:14; 7:37-39).
Kerahiman Ilahi tercurah atas umat manusia melalui hati Kristus yang tersalib: "Puteri-Ku, katakanlah bahwa Aku adalah inkarnasi cinta dan belas kasih," demikian pinta Yesus dalam penampakan kepada Sr Faustina (Buku Catatan Harian, h. 374). ~ Paus Yohanes Paulus II, 30 April 2000
"Tak ada yang lebih dibutuhkan manusia selain daripada Kerahiman Ilahi - cinta yang berlimpah belas kasih, yang penuh kasih sayang, yang mengangkat manusia di atas segala kelemahannya ke ketinggian yang tak terhingga dari kekudusan Allah." ~ Paus Yohanes Paulus II, 7 Juni 1997
"Di mana, jika tidak dalam Kerahiman Ilahi, dunia dapat menemukan tempat pengungsian dan terang pengharapan?
Umat beriman, pahamilah kata-kata itu dengan baik." ~ Paus Yohanes Paulus II, 21 April 1993
"Jadilah rasul-rasul Kerahiman Ilahi di bawah bimbingan keibuan penuh kasih sayang dari Santa Perawan Maria." ~ Paus Yohanes Paulus II, 22 Juni 1993
Sumber: 1. "The Divine Mercy Message and Devotion" by Fr Seraphim Michalenko, MIC and Vinny Flynn; published by the Archdiocesan Divine Mercy Devotion, Singapore;
2. The Divine Mercy; www.thedivinemercy.org;
3. tambahan dari berbagai sumber
4. disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya
-------------------------------
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang
BUKU CATATAN HARIAN Sr. Maria Faustina Kowalska
"KERAHIMAN ILAHI DALAM JIWAKU"
("Divine Mercy In My Soul",
The Diary of the Servant of God, Sister M. Faustina Kowalska)
bisa mempelajarinya dari :
www.indocell.net/yesaya
Berisi : Riwayat singkat St Faustina Kowalska
Buku Catatan I
Buku Catatan II Buku Catatan III
Buku Catatan IV Buku Catatan V
Buku Catatan VI Buku Catatan VII
Subscribe to:
Posts (Atom)
