Sunday, March 9, 2008

"Diledakkan" untuk Berubah

Seorang redaktur koran mendengar bahwa SESEORANG bernama Alfred Nobel meninggal dunia, lalu karena ia menyangka itu adalah Nobel si penemu dinamit, maka sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "NOBEL SI PEDAGANG KEMATIAN".

Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.

SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.

SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :

Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).

Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?

Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.

============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================

KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.

Kekuatan Seorang Ibu

"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)

"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================

Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.

Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...

Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.

Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.

Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.

----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.

Warisan terbaik kita adalah anak-anak

"Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku HIDUP DALAM KEBENARAN" (3 Yohanes 1:4)
============================================================================

Erma Bombeck, seorang pengarang / penulis, menulis 12 buku, menerima penghargaan doktor honoris causa, karirnya selama 30 thn-an (medio 1960-an sampai medio 1990-an).

Namun, 3 thn sebelum meninggal dunia krn kanker (1996), ia berkata kpd pewawancara dari TV ABC bahwa BERAPA PUN JUMLAH ARTIKEL YANG DITULISNYA, WARISAN TERBAIK ADALAH ANAK-ANAKNYA.

"JIKA SAYA TIDAK DAPAT MEMBESARKAN MEREKA DENGAN BAIK, MAKA SETIAP HAL YG SAYA LAKUKAN TIDAKLAH JADI PENTING."

Erma Bombeck kaya dan masyhur, digemari oleh jutaan pembaca. Namun ia sadar bahwa PRIORITAS UTAMAnya adalah merawat anak-anaknya.

Meskipun tidak ada orangtua yg dapat menjamin bahwa anaknya akan jadi penduduk teladan yg beriman, tetapi sebagai orangtua kita harus berusaha memiliki sikap spt Erma. MOTIVASI kita ialah memenuhi kebutuhan jiwa, raga, dan emosi anak-anak kita. MEREKALAH WARISAN KITA.

Ini berarti kita harus MEMPERKENALKAN mereka kepada SANG JURU SELAMAT, menyediakan BIMBINGAN ROHANI (Mazmur 34:12-15), BERDOA BAGI MEREKA, dan mendorong mereka utk menemukan pembimbing bijak yg dapat menolong mereka menjalani hidup kristiani yg baik.

Ya, ini perjuangan berat. Bahkan menyita banyak waktu & pengorbanan. Namun, nilai seorang anak jauh melebihi semuanya.

------- ANAK-ANAK KECIL SANGAT BERHARGA BAGI ALLAH -------

Diambil dari buku "Renungan Harian" - Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh J. David Branon.

Sindrom Gunung St.Helens

"Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh keselamatan" (2Petrus 3:15)
=======================================================================

Pada 20 Maret 1980, Gunung St.Helens di Washington, sebuah gunung berapi yang disangka orang tidak aktif lagi, tiba-tiba bergetar dan mengeluarkan suara gemuruh. Penduduk setempat di-evakuasi ke jarak "aman" sekitar 12,8 km dari gunung itu. Bbrp waktu kemudian, sisi gunung mulai meng- gelembung. Namun, ilmuwan tidak mengkhawatirkan hal itu karena pegunungan itu tidak pernah meletus dari samping.

Kemudian pd 18 Mei, lereng Gn. St. Helens meletus dan memuntahkan berton-ton reruntuhan ke bawah dgn kecepatan 250,5 km/jam. Semenit kemudian, gunung itu meletus ke atas dgn kekuatan setara dgn 500 bom atom! Letusan yg sangat besar, sehingga merusak hutan seluas 59600 hektar dan menewaskan 57 orang. Ilmuwan mengira peristiwa2 alam akan berlangsung seperti sebelumnya. Tapi ternyata keliru!

Kitab 2 Petrus menceritakan kpd kita bahwa suatu saat di masa depan, keyakinan keliru semacam itu juga akan dirusak oleh panasnya api hari kiamat (2Petrus 3:4-7). Namun berita baiknya adalah Allah akan membangun “langit yang baru dan bumi yang baru” (ayat 13). Dia menghendaki agar “JANGAN ADA YANG BINASA”, dan dgn sabar menanti agar lebih banyak orang menemukan KESELAMATAN SEJATI dalam Putra-Nya YESUS (ayat 9). Kita hanya perlu menerima KESELAMATAN yang DITAWARKAN-NYA.

SUDAHKAH ANDA MEMPERCAYAKAN KESELAMATAN ANDA KEPADA YESUS?
Yesus, aku percaya.....
Yesus, aku milikmu....
Kuhidup karena MU, bermazmur bagi MU, selamanya...

Umat Allah harus menunjukkan jalan agar orang lain SELAMAT dari penghakiman Allah.

Diambil dari buku "Renungan Harian" - Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh H. Dennis Fisher.