Pernahkah anda bertanya mengapa ada makhluk seperti nyamuk atau ular, atau cacing? Mengapa diciptakan binatang merayap, menjijikkan itu?
Sebetulnya cacing punya fungsi penting dan diperlukan.
Amy Stuart dalam bukunya "The earth moved: On the remarkable achievements of earthworms" (Bumi bergerak: Prestasi cacing yg luar biasa) memaparkan bahwa dalam sekitar 1/2 hektar tanah terdapat cacing yang tak terhitung banyaknya, sedang meng-gembur-kan tanah.
Kegiatannya dilakukan dgn diam-diam, tak terlihat, namun mutlak diperlukan, sehingga bila tidak ada cacing, hampir pasti tak ada tumbuh-tumbuhan.
Jadi, apa yg dapat kita pelajari dari cacing? Tidak saja di alam, namun dalam hidup kita juga ada kekuatan2 tak terlihat yg sedang bekerja.
Ada karya doa yg diam2 & tak terlihat dari mereka yg peduli pada kesejahteraan kita (misalnya dari biarawan/ti, atau dari orang tua kita).
Ada pekerjaan dari disiplin jiwa kita sendiri (sewaktu berdoa & merenungkan Firman Tuhan). Dan ada pekerjaan penting Roh Kudus, yang menggemburkan gumpalan tanah jiwa kita, hingga menghasilkan buah-buah Kristus, yaitu "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran ..." (Galatia 5:22,23).
Dalam hidup & di dunia ini, Allah pun memerintahkan banyak pengaruh tak terlihat namun menghasilkan buah. Entah itu melalui cacing yg hina, atau melalui manusia...
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh Vernon C. Grounds.
Showing posts with label hina. Show all posts
Showing posts with label hina. Show all posts
Monday, March 10, 2008
Kami menyentuh-Nya !
“Apa yang telah ... kami raba dengan tangan kami ... kami beritakan kepada kamu”
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================
Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.
Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”
Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.
St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================
Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.
Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”
Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.
St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper
Subscribe to:
Posts (Atom)
