"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)
"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================
Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.
Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...
Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.
Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.
Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.
----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----
Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.
Showing posts with label cakap. Show all posts
Showing posts with label cakap. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)
