Showing posts with label bebas. Show all posts
Showing posts with label bebas. Show all posts

Friday, June 19, 2009

Tentang Doa Bapa kami

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Renungan (dari Ziarah Batin 2009) :

Yesus mengajarkan doa Bapa kami sebagai model segala doa. Pertama-tama kita berdoa kepada Allah yang kita anggap sebagai seorang Bapa yang mengasihi kita.

Dikuduskanlah nama-Mu. Dalam Kitab Suci nama mengungkapkan kodrat, ciri-ciri, dan kepribadian seseorang; dan kudus berarti berbeda dari yang lain. Jadi, kita harus menyadari, walaupun kita menyebutnya Bapa, ia berbeda sekali dengan bapa-bapa yang kita kenal di dunia ini. Ia Bapa yang Mahabaik, Mahamurah, dan Mahatahu.

Datanglah Kerajaan-Mu. Kita mohon supaya Allah menjadi raja dalam hati dan hidup setiap manusia, supaya Ia dapat berkuasa di situ dan menjadikan hidupnya indah. Hanya kalau kita pasrah kepada Allah, Ia dapat memperbarui hidup kita dan menjadikannya sungguh indah.

Jadilah kehendak-Mu. Kehendak Allah harus menjadi pedoman hidup kita karena Allah selalu menghendaki yang terbaik bagi kita – dalam skala nilai keabadian.

Berilah kami rezeki pada hari ini. Kita mohon rezeki untuk setiap hari. Bila kita menerimanya, kita akan selalu bersyukur kepada-Nya dan juga menyadari ketergantungan kita pada-Nya.

Kita mohon ampun dan rela mengampuni sesama kita. Kemampuan kita mengampuni sesama menunjukkan kenyataan bahwa kita sudah diampuni oleh Bapa. Hidup di dunia penuh dengan godaan. Maka, kita mohon dibebaskan dari segala pencobaan dan dari segala yang jahat. Si Jahat sesungguhnya hanya punya satu tujuan: kebinasaan kita; dan kita perlu mendapat perlindungan terhadapnya.

Ya Bapa, berilah aku kewaspadaan untuk dapat mengenali tipu muslihat si Jahat dan kekuatan untuk mengalahkannya. Amin.
.