"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan." (Amsal 13:3)
=============================================================================
Dua wanita sedang membicarakan DIET. Lalu salah seorang berkata, "Saat ini saya lebih mementingkan sesuatu yg KELUAR dari mulut saya, daripada apa yg MASUK ke dalamnya." Ada kebijaksanaan dlm kata2 itu.
Ya, Yesus berkata, "Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu dan hujat. Hal-hal inilah yang menajiskan orang." (Matius 15:18-20).
Sesuatu yang kita katakan akan mempengaruhi orang lain.
"Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang," kata Amsal 12:18.
Juga yang sering kita lupakan adalah pengaruh kata2 kita yg sembrono bagi diri kita sendiri. Pada waktu kita membicarakan orang lain, atau memfitnah orang lain, justru kata2 kita mulai menjatuhkan kita. Sebab kita memuaskan pikiran jahat dan memupuknya, sampai kata2 itu meruntuhkan kita.
Sebaliknya, apabila kita menjaga bibir kita, kita mematahkan pikiran jahat.
"Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan," lanjut Amsal 12:18. Kita melindungi jiwa kita, dengan melemahkan pikiran jahat yg ingin meruntuhkan kita.
Mintalah kepada Allah untuk MENGAWASI MULUT kita dan BERJAGA PADA PINTU BIBIR kita (sesuai Mazmur 141:3). Kiranya kata2 kita meningkatkan kualitas hidup kita, bukannya merusak / meruntuhkannya.
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper
Showing posts with label David H. Roper. Show all posts
Showing posts with label David H. Roper. Show all posts
Monday, March 10, 2008
Kami menyentuh-Nya !
“Apa yang telah ... kami raba dengan tangan kami ... kami beritakan kepada kamu”
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================
Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.
Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”
Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.
St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================
Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.
Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”
Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.
St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper
Sunday, March 9, 2008
Kekuatan Seorang Ibu
"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)
"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================
Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.
Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...
Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.
Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.
Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.
----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----
Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.
"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)
"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================
Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.
Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...
Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.
Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.
Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.
----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----
Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.
Subscribe to:
Posts (Atom)
