Sunday, March 30, 2008

Traktat : ASURANSI utk Hidup Kekal di Surga

Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli? Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:

PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

Kehidupan

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (Mazmur 103:3)

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! (Lukas 12:28)

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)

Kenyamanan
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yohanes 14:1)

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."(Matius 28:20)

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)


ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:

1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.
P R E M I

Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


PROSEDUR APLIKASI


Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 16:31
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat!


Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS.
JESUS LOVE YOU

Perintah Allah, Iman, Perbuatan, Kasih

DUA PERINTAH UTAMA

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."


(Ulangan 6:5, Matius 22:37-39).

Perintah pertama ini sejajar dengan tiga perintah pertama dari Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada Musa.

"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

(Imamat 19:18, Matius 22:37-39).


Perintah yang kedua ini sejajar dengan ketujuh perintah berikutnya.


-------------------------------

SEPULUH PERINTAH ALLAH (DEKALOG):
(Keluaran 20:1-17, Ulangan 5:6-21)

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15)

1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada Tuhan saja, dan cintailah Tuhan lebih dari segala sesuatu.
(Artinya kita menyembah hanya Tuhan saja, terutama melalui doa, dan tidak mencintai sesuatu yang lain lebih daripada Tuhan.)

2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allah dengan tidak hormat.
(Hormatilah nama Tuhan karena nama Tuhan itu kudus.)

3. Kuduskanlah hari Tuhan.
(Pada hari Minggu dan pada hari-hari pesta wajib lainnya, orang beriman berkewajiban untuk ambil bagian dalam Misa, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.)

4. Hormatilah ibu bapamu.
(Mencintai, membantu, menghormati serta mentaati orangtua.)

5. Jangan membunuh.
(Kita harus merawat tubuh kita, dan tidak melukai orang lain secara tidak adil, baik secara fisik maupun dengan perkataan (Matius 5:21-26). Menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang adalah dosa (Galatia 5:21). Kita diperkenankan untuk membela diri; namun demikian, membunuh untuk membalas dendam adalah dosa.
Aborsi adalah pembunuhan terhadap kehidupan yang tak berdosa (Lukas 1:15, 41, 44, Mazmur 139:13, Yesaya 13:18).)

6. Jangan berzinah.
(Perintah keenam ini melarang segala bentuk dosa seksual,
perzinahan (Galatia 5:16-24, 1Korintus 6:15-20, Efesus 5:5-6, Matius 15:19, Wahyu 22:15),
pikiran kotor, percabulan (Mazmur 101:3, Matius 5:27, Yehezkiel 16:25),
pakaian yang tidak sopan (Yesaya 3:16-24, 1Timotius 2:9-10, 1Petrus 3:1-6),
kelakuan homoseksual (Kejadian 19:1-29, Roma 1:24-27, 1Korintus 6:9, 1Timotius 1;10),
penggunaan alat-alat kontrasepsi (Kejadian 1:28, Mazmur 127:3-5, Kejadian 38:8-10) - terutama yang bersifat merusak janin.)

7. Jangan mencuri.
(Jika seseorang mencuri, ia harus membayar ganti rugi dan segera mengembalikan barang yang dicurinya kepada pemiliknya.)

8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
(Berbohong, memfitnah, mencemarkan nama baik adalah dosa.)

9. Jangan mengingini isteri sesamamu.
(Perintah ini mengajarkan bahwa pikiran-pikiran cemar yang disengaja adalah dosa (Mat 5:27-28).)

10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
(Kitab Suci juga memperingatkan kita jangan terikat kepada barang-barang duniawi (Mat 19:16-30, Lukas 6:20-26, 12:13-31, Yakobus 5:1-6).)
SELENGKAPNYA DARI ALKITAB, Kitab KELUARAN 20:1-17 sbb:

Keluaran 20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
20:13 Jangan membunuh.
20:14 Jangan berzinah.
20:15 Jangan mencuri.
20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
-----------------------

DOSA TERHADAP ROH KUDUS

1. Kesombongan
Ada dua jenis kesombongan: manusia beranggapan bahwa ia dapat mencapai keselamatan tanpa bantuan dari Tuhan; atau manusia beranggapan bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun.

2. Keputusasaan
Manusia berhenti mengharapkan dari Tuhan keselamatan pribadinya. Dengan demikian ia menentang kebaikan Allah, keadilan-Nya - karena Tuhan selalu setia pada janji-Nya - dan kerahiman-Nya.

3. Ketidakpercayaan
Tidak menghiraukan kebenaran yang diwahyukan atau menolak dengan sengaja untuk menerimanya.

4. Iri hati akan kebaikan orang lain.

5. Kemauan keras hidup dalam dosa.

6. Penolakan ampunan ilahi pada saat terakhir.

-----------------

Kebajikan: suatu kebiasaan baik, yaitu kebiasaan untuk melakukan yang baik dan menjauhkan diri dari yang jahat.

Kebiasaan buruk: suatu kebiasaan buruk, yaitu kebiasaan untuk berbuat dosa.

7 Kebajikan: kerendahan hati, kemurnian, kemiskinan, kelemahlembutan, kesederhanaan, kasih persaudaraan, ketekunan.

7 Dosa Pokok: sombong, cabul, serakah, marah, rakus, iri hati, malas.

3 Kebajikan Ilahi: Iman, Harapan dan Kasih (1Kor 13:13)

4 Kebajikan Pokok: Kebijaksanaan, Keadilan, Keberanian dan Penguasaan diri

-----------------

SALIB

Salib adalah syarat untuk mengikuti Kristus. Salib meliputi segala penderitaan serta kesulitan yang muncul akibat menolak godaan, mentaati perintah-perintah Allah, melaksanakan karya-karya belas kasih, baik jasmani maupun rohani.

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Luk 9:23, 1Kor 1:18)


CONCUPISCENTIA

Concupiscentia adalah kecondongan kepada yang jahat, yaitu sifat bawaan yang kita miliki sebagai akibat dari dosa asal.
Kita harus berjuang untuk melakukan yang baik dengan bantuan rahmat Allah (Kej 6:5, 8:21, Rom 7:23, 8:6, Gal 5:17).

PENCOBAAN

Pencobaan adalah godaan untuk berbuat dosa yang berasal dari dunia, daging dan iblis (1Yoh 2:15-17). Pencobaan bukanlah dosa. Sesungguhnya, jika kita dicobai, itu pertanda bahwa kita belum berbuat dosa.

Apabila kita dicobai, kita harus ingat untuk berdoa dan memikirkan ke-empat hal yang terakhir, yaitu: kematian, pengadilan, surga dan neraka (Mat 26;41).
Kita tidak akan dicobai melebihi kekuatan kita, asalkan kita berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya (1Kor 10:13, Kej 4:6-7).


"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat. 11:28).

------------------

IMAN DAN PERBUATAN

Iman adalah percaya kepada Tuhan, dan iman penting sekali bagi keselamatan / hidup kekal di Surga. (baca Ibr 11:6).
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibr 11:1, 1Yoh 5:4-5).

Tuhan menghendaki iman yang disertai perbuatan.
(Yak 2:14-26, Mat 5:17-22, 7:21-23, 16:27, 19:16-19, 25:31-46, Why 3:2, 14:13, 20:13, 1Yoh 2:4, Ef 5:5-7, Gal 5:16-21).

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 7:21).

"Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Mat 19:17-19).

Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati…
"Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yak 2:14-26).

Kita mempunyai pengharapan dan kepercayaan yang teguh akan keselamatan melalui iman kita akan Kristus (Rom 10:9-10, Yoh 3:16, 5:24, 11:26, 17:3);
namun demikian, kita tidak boleh yakin sepenuhnya bahwa kita telah selamat - kita wajib memohon rahmat Tuhan agar dapat bertahan sampai akhir.
(Mat 10:22, 24:13, 1Kor 4:3-5, 9:26-27, 10:12, Fil 2:12, 3;10-16, Yoh 15:6, Ibr 6:11-12, 10:26, 2Tim 2:12-13, Yeh 33:12-20, Rom 5:2, 8:24-25).

Seseorang dapat menerima karunia keselamatan melalui rahmat pengudusan dan kemudian kehilangan keselamatan itu karena melakukan dosa berat. (1Yoh 5:16-17, Yoh 15:6).


14 KARYA BELAS KASIH

* 7 Karya Belas Kasih Jasmani: (Mat 25:34-40) memberi makan mereka yang lapar, memberi minum mereka yang haus, memberi tumpangan kepada orang asing, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, mengunjungi orang sakit, mengunjungi orang tahanan dan menguburkan orang mati.

* 7 Karya Belas Kasih Rohani: mengajar (Kis 8:35-39), memberi nasehat (1 Tes 5:9-11), menghibur (Rom 12:15), mempertobatkan atau menegur orang berdosa (Kis 2:40-41, Yak 5:19-20), mengampuni semua kesalahan (Mat 18:21-22), dan menanggung dengan sabar hati (1Kor 13:5), berdoa bagi sesama, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal (Yak 5:16, 2Mak 12:45).

Lampiran: Yakobus 2:8-26

Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.

Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.

Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Life: Zoe, Psuche, Bios (Spirit, Soul, Body) - The Framework for Living

HIDUP: ROH (ZOE), JIWA (PSUCHE), TUBUH (BIOS)

In the Greek, there are three words used to define life. Zoe, Psuche, and Bios.

Zoe is the essential principle, the defining force of life. It is the essence; like observing the sky from the drizzle, or the universe from the earth. It is transcendent.

Psuche is the being which is influence by Zoe.

Bios is what Psuche needs to sustain itself in order to fulfill Zoe. (e.g. food, water, sexual activity, etc).

Let us say there is a distortion of the 3: Bios ->Psuche->Zoe.

If Bios defines our existence, then man receives meaning from within himself; that is from the material. He has no adequate reference point to determine his existence so he seeks to find one in Bios. His desires are left to dominate and dictate his existence, hence causing Bios to become his Zoe. His Psuche is then affected and formed into the likeness of Bios. The Bible teaches the essential principle of the nature of the soul - "by beholding we become changed." When temporary things become mediated as absolutes for life (e.g. clothing, vehicles, jewelry, self-affirmation, food, living conditions, etc) the Psuche configures itself adamantly to the pursuit of life since it is defined by nothing else: Bios - because it starts to define mans purpose, due to heightened emphasis and a perpetuated demand for Bios. Thus causing greed, arrogance, carelessness, apathy, wickedness, pride, and restlessness, begins to ensue in pursuit of the temporary.

For the CHRISTIAN this sequence SHOULD BE turned the other way around: ZOE -> PSUCHE -> BIOS.

Zoe defines Psuche and Bios.
JESUS is our Zoe (John 6:27; 14:6; Mat 4:4, ).

So, that means that our Psuche is firstly formed and influenced by Him - Zoe.

We take His disposition and nature of defining life and DO NOT ALLOW Bios to rule us. Rather, Bios is now brought into submission of Zoe, bringing complete harmony, peace, and balance to the Psuche. We have not attained it fully but all aspects of our lives are no longer lacking a point of reference outside of our Bios. Therefore, we strive for it and practice it daily, cultivating PEACE, temperance, LOVE, PATIENCE, SYMPATHY, and most importantly selflessness.
____________________________________________________________________

From http://benamydau.blogspot.com

Zoe, Psuche, Bios (Spirit, Soul, Body)
======================================

I (Ben) am currently reading a book called "The Spiritual Man" by Watchman Nee. Watchman Nee is a chineese Christian philosopher/theologian from an earlier era. His book is his take on Christian life and how it should be lived out. I am not nearly finished, but his first couple points have gotten me thinking.

Nee's premise is that human beings are tri-partite, that is, consisting of three parts - spirit, soul, and body. Nee states that this is in contrast to the Classic duelist approach adopted by many Greek and Christian philosophers that state that humans are body and a combination of soul and spirit. Nee derives this belief from the three words for life in Greek - zoe, psuche, and bios. He points to various passages to defend this claim. I think it is well written and explained and I tend to believe what he says.

Zoe is a person's spiritual life. It is the part of us that communes directly with God. It is also responsible for our conscience and intuition. Zoe is also the word used in conjunction with eternal, as in "Eternal Life."

Bios is the natural life. It is the body and all things physical. The body is, essentially, the sin nature in each of us. It contains the senses and takes pleasure in indulging in them. The body is the lowest on the pecking order, First comes the spirit in tune with God, then comes the soul which acts upon the spirit's guidance and governs the body, which is the physical manifestation of God's will. This is how God intended it anyway. However, post fall, the order can be in any fashion. If the body comes first, physical sins (sexual immorality, physical gluttony, extreme forms of ascetism, etc.) are prevelant. If the psuche is in control, "human" or "willful" sins are prevelant (idolatry, greed, lieing, etc.)

Psuche (Psyche in English) is the part of us that is an individual. Psuche is our will, intellect, emotions, thoughts and all the things that make us human and individuals. Psuche is the task master of the human being. If it is allied with the spirit, good and godly things will result, if it is allied with the body, sinful things will result. If the psuche acts on its own, sinful acts will still result, but they may not be as apparent.

So, enough of the book review, let me get to the reason for this entry. I was in Greek class today and were were reading from the Gospel according to John. We were in the section entitled "Jesus is the Good Shepherd." Then we were reading about Jesus laying down his life (psuche) and giving eternal life (zoe). Then God started talking and this is what I remember:

Jesus didn't lay down his eternal nature so that we could belong to God. He laid down his psuche, his soul, his life, his will. He laid down every claim he had to divinity, to wrath, to judgment. He laid down his life and made us his priority. He took on weakness to give us strength.

Psuche is the same word used in "There is no greater love than this, that a man lay down his life for his friends." So often we view that as being willing to die for someone. We are challenged to "take a bullet" for our friends. I think this is an entirely valid and truthful interpretation. However, many of us are not in a position to take a bullet for our friends, (I should say 'friend' since you would probably only take one) but we are in positions that allow us to "lay down our lives" like Jesus did. We have the far greater burden of living for our friends, rather than dieing for them.

That means we have to sacrifice our most valued posessions: our time, our energy, our own goals, perhaps our reputation or social standing. We have to view others as more worthy than ourselves. We have to be willing and able to be wronged, cheated, abused and misunderstood. We have to love unconditionally and be mindful of the situations around us. We cannot expect God to hear us if we neglect those closest to us. See James and Malachi for more on that. The Church has the remarkably difficult task of being living martyrs. It is difficult, it is brutal, it is painful and it seems foolish, I will not deny that. But that is where our Lord Jesus walked and is found. "That which you do for the least of these, you also do for me," "If the world hates you, know that it hated me first," "Is the servant greater than his master?"

The Christian life requires sacrifice. That will look different in various people's lives, but that sacrifice will be rooted in the knowledge that God is with you, Jesus walks beside you and the Holy Spirit is within you. What could possibly compare?

Peace my friends, and may God grant us the strength to follow. Amen.

Carilah TUHAN dan KebenaranNya !

Sabda Yesus sendiri :

"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."
--- (dalam Lukas 12:31/Mat. 6:33)

"Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
--- (dalam Mat. 7:7 / Luk. 11:9)

_________________________________________________________________


1Tawarikh 16:11 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Mzm. 105:4 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!

Mzm. 27:8 Hatiku mengikuti firman-Mu: "Carilah wajah-Ku"; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.

Mzm. 34:14 (34-15) jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!

Yesaya 8:20 "Carilah pengajaran dan kesaksian!" Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Yesaya 34:16 Carilah di dalam kitab TUHAN dan bacalah: Satupun dari semua makhluk itu tidak ada yang ketinggalan dan yang satu tidak kehilangan yang lain; sebab begitulah perintah yang keluar dari mulut TUHAN, dan Roh TUHAN sendiri telah mengumpulkan mereka.

Yes. 55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!

Am. 5:4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!

Am. 5:14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan.

Zefanya 2:3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.

Kolose 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

_________________________________________________________________


PSALM / MAZMUR 119:166 Aku menantikan keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan aku melakukan perintah-perintah-Mu.

119:167 Aku berpegang pada peringatan-peringatan-Mu, dan aku amat mencintainya.

119:168 Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

119:169 Biarlah teriakku sampai ke hadapan-Mu, ya TUHAN; berilah aku pengertian sesuai dengan firman-Mu.

119:170 Biarlah permohonanku datang ke hadapan-Mu; lepaskanlah aku sesuai dengan janji-Mu.

119:171 Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

119:172 Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar.

119:173 Biarlah tangan-Mu menjadi penolongku, sebab aku memilih titah-titah-Mu.

119:174 Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.

119:175 Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

119:176 Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan.