“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” (Matius 5:38-42)
Renungan (diambil dari Ziarah Batin 2009) :
Jalan pikiran Tuhan memang berbeda jauh dari pikiran manusia dan sama sekali tidak dapat dibandingkan: “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes 55:9).
Manusia yang akal budinya telah digelapkan oleh dosa, tidak dapat melihat lagi kebenaran jalan Tuhan, tetapi pikirannya digelapkan oleh hawa nafsunya.
Inti dari sabda-sabda Yesus itu ialah: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Sesungguhnya kejahatan tidak dapat dikalahkan dengan kejahatan, melainkan hanya dengan cinta kasih saja. Itulah sebabnya, untuk menebus dosa umat manusia, Allah menyuruh Putra Tunggal-Nya menjadi manusia.
Sesungguhnya kekuatan yang paling dahsyat yang ada di alam semesta ini ialah kekuatan cinta kasih. Siapakah yang lebih kuat daripada Allah, karena sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa, tetapi Allah Yang Mahakuasa ini sesungguhnya adalah Sang Kasih sendiri, seperti kata Kitab Suci: “Allah adalah kasih” (1Yoh 4:8-16).
Karena itu, Yesus – karena kasih dan dalam kasih – telah rela digantung di kayu salib
untuk mengalahkan kuasa dosa, kejahatan, dan setan.
Maka, membalas dendam dan menyimpan sakit hati, sungguh bertentangan dengan kasih itu sendiri. Dengan mengikuti teladan dan ajaran Yesus, kita dapat mengalahkan segala kejahatan.
Ya Tuhan, kobarkan api kasih-Mu di dalam hatiku, agar aku pun dapat mengalahkan kejahatan dengan kuasa kasih. Amin.
________________________________________________________________________
1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
