Matius 8:23-27 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Kalau di dalam Markus 4:35-41
Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia.
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"
Renungan:
Krisis ekonomi global saat ini, membuat banyak orang panik (bahkan sampai mati mendadak terkena serangan jantung), bagaikan amukan angin ribut yg menembus dunia.
-- Seperti ketika perahu yang ditumpangi Yesus dan para murid yang diterjang badai.
Para murid dalam perahu (bersama Yesus) juga panik.
Mereka berseru, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” (ayat 25).
Apakah krisis sekarang ini membuat kita teringat akan Tuhan dan berseru yang sama?
Apakah situasi saat ini membuat kita lebih bersandar kpd Tuhan & pertolongan-Nya?
Apakah “angin ribut” dalam keseharian kita menggetarkan hati kita utk berdoa, “Tuhan, tolonglah, kami binasa.” ?
Benar, kita binasa jika kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri.
Firman Tuhan melalui Nabi Yeremia, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada Tuhan.” (Yer 17:5).
Tetapi sebaliknya: “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan !” (Yer 17:7).
Malah pada awalnya Yesus dibiarkan tertidur di buritan (= bagian belakang perahu/kapal).
Dan para rasul (karena profesinya nelayan) mungkin mengira diri mereka lebih ahli dlm mengatasi badai. Baru setelah tdk mampu, mrk minta tolong Tuhan, yang menghardik badai (= masalah kita) & danau menjadi tenang.
Dalam situasi takut binasa, para murid berseru, Yesus bertanya, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?”. Menurut Yesus, seruan para murid tampaknya ungkapan “kurang percaya”, sebab Yesus yang ada bersama mereka tidak mungkin membiarkan mereka binasa.
Yesus adalah Juruselamat (Luk 1:47, Luk 2:11, Yoh 4:42, 1 Yoh 4:14).
Kehadiran & karya Yesus adalah untuk menyelamatkan kita yg masih kurang percaya.
Hanya sering kita kurang mengaktifkan Yesus dalam hidup kita & terlalu mengandalkan kekuatan sendiri. Mari aktifkan Yesus dalam hidup kita !
(Renungan disadur dari Cafe Rohani Katolik Juni 2009 & khotbah Pdt. Tiberias)
