Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts

Wednesday, July 8, 2009

“Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.
Renungan (diambil dari Ziarah Batin 2009)

Di mana pun Allah hadir, karya keselamatan-Nya dapat dinikmati oleh setiap manusia. Kendati demikian, tidak semua orang dapat menikmati karya keselamatan Allah karena mereka tidak menyadari kehadiran-Nya dalam hidup mereka. Yakub pun mengalami situasi demikian. Dia tidak menyadari kehadiran Allah di tempat dia berada. Allah sendiri yang menyadarkannya bahwa Dia hadir dan berada di tempat itu.

Di dalam Injil, gambaran orang beriman ditampilkan. Kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan mengimani kehadiran Tuhan Yesus dan karya penyelamatan yang dibawa-Nya. Iman dan harapan mereka tidak sia-sia. Mereka mendapatkan perhatian dari Yesus dan Dia memberikan karya keselamatan kepada mereka. Dalam iman ada harapan karena Tuhan datang untuk menyelamatkan umat manusia.

Tuhan, maafkan aku yang sering berputus asa dalam kehidupan ini. Dalam keputusasaanku, aku sering tidak menyadari kehadiran-Mu. Sadarkanlah aku bahwa Engkau selalu hadir dan menyertaiku dalam suka dan duka. Aku berserah kepada-Mu, ya Tuhan, dalam iman yang teguh. Biarlah terjadi yang terbaik dalam hidupku seturut kehendak dan rencana penyelamatan-Mu. Amin.
.

Sunday, March 9, 2008

Kekuatan Seorang Ibu

"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)

"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================

Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.

Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...

Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.

Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.

Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.

----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.

Warisan terbaik kita adalah anak-anak

"Bagiku tidak ada sukacita yang lebih besar daripada mendengar bahwa anak-anakku HIDUP DALAM KEBENARAN" (3 Yohanes 1:4)
============================================================================

Erma Bombeck, seorang pengarang / penulis, menulis 12 buku, menerima penghargaan doktor honoris causa, karirnya selama 30 thn-an (medio 1960-an sampai medio 1990-an).

Namun, 3 thn sebelum meninggal dunia krn kanker (1996), ia berkata kpd pewawancara dari TV ABC bahwa BERAPA PUN JUMLAH ARTIKEL YANG DITULISNYA, WARISAN TERBAIK ADALAH ANAK-ANAKNYA.

"JIKA SAYA TIDAK DAPAT MEMBESARKAN MEREKA DENGAN BAIK, MAKA SETIAP HAL YG SAYA LAKUKAN TIDAKLAH JADI PENTING."

Erma Bombeck kaya dan masyhur, digemari oleh jutaan pembaca. Namun ia sadar bahwa PRIORITAS UTAMAnya adalah merawat anak-anaknya.

Meskipun tidak ada orangtua yg dapat menjamin bahwa anaknya akan jadi penduduk teladan yg beriman, tetapi sebagai orangtua kita harus berusaha memiliki sikap spt Erma. MOTIVASI kita ialah memenuhi kebutuhan jiwa, raga, dan emosi anak-anak kita. MEREKALAH WARISAN KITA.

Ini berarti kita harus MEMPERKENALKAN mereka kepada SANG JURU SELAMAT, menyediakan BIMBINGAN ROHANI (Mazmur 34:12-15), BERDOA BAGI MEREKA, dan mendorong mereka utk menemukan pembimbing bijak yg dapat menolong mereka menjalani hidup kristiani yg baik.

Ya, ini perjuangan berat. Bahkan menyita banyak waktu & pengorbanan. Namun, nilai seorang anak jauh melebihi semuanya.

------- ANAK-ANAK KECIL SANGAT BERHARGA BAGI ALLAH -------

Diambil dari buku "Renungan Harian" - Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh J. David Branon.