Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu. Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.Renungan (diambil dari Ziarah Batin 2009)
Di mana pun Allah hadir, karya keselamatan-Nya dapat dinikmati oleh setiap manusia. Kendati demikian, tidak semua orang dapat menikmati karya keselamatan Allah karena mereka tidak menyadari kehadiran-Nya dalam hidup mereka. Yakub pun mengalami situasi demikian. Dia tidak menyadari kehadiran Allah di tempat dia berada. Allah sendiri yang menyadarkannya bahwa Dia hadir dan berada di tempat itu.
Di dalam Injil, gambaran orang beriman ditampilkan. Kepala rumah ibadat dan seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan mengimani kehadiran Tuhan Yesus dan karya penyelamatan yang dibawa-Nya. Iman dan harapan mereka tidak sia-sia. Mereka mendapatkan perhatian dari Yesus dan Dia memberikan karya keselamatan kepada mereka. Dalam iman ada harapan karena Tuhan datang untuk menyelamatkan umat manusia.
Tuhan, maafkan aku yang sering berputus asa dalam kehidupan ini. Dalam keputusasaanku, aku sering tidak menyadari kehadiran-Mu. Sadarkanlah aku bahwa Engkau selalu hadir dan menyertaiku dalam suka dan duka. Aku berserah kepada-Mu, ya Tuhan, dalam iman yang teguh. Biarlah terjadi yang terbaik dalam hidupku seturut kehendak dan rencana penyelamatan-Mu. Amin.
.
