Nats : Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala (1Yohanes 5:21)
=============================================================
BERHALA TERSELUBUNG
Bacaan : Kolose 3:1-11
Tatkala mendengar kata berhala, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah sebuah patung manusia atau hewan yang dijadikan pusat penyembahan. Sebagai contoh, patung anak lembu emas yang dibuat bangsa Israel beberapa saat setelah mereka keluar dari Mesir (Keluaran 32:1-6). Kita tahu Allah sangat membenci berhala semacam itu. Namun, mungkinkah kita menyembah berhala tanpa menyadarinya?
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merawat mobilnya begitu rupa. Suatu malam, garasinya terbakar. Ia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkannya sehingga para tetangga harus menahannya. Ketika mobilnya meledak, ia tersadar bahwa ia hampir mengorbankan nyawa hanya untuk mobil itu. Mobil tersebut telah menjadi berhala dalam hidupnya.
Bahkan ada satu bentuk berhala terselubung yang sulit kita sadari, yakni keterlibatan kita dalam aktivitas-aktivitas gereja hanya agar kita tampak "rohani."
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya, juga dapat disebut menyembah berhala.
Apa pun yang menjadi fokus utama dalam kehidupan kita sehingga kita bergantung padanya, selain kepada Allah, adalah berhala.
Dalam Kolose 3:5, Paulus menyatakan bahwa keserakahan pun termasuk salah satu bentuk berhala. Paulus menegaskan agar kita menanggalkan cara-cara tamak yang menjadi bagian dari manusia lama kita dan mengenakan manusia baru, yang hidup benar menurut gambar Khaliknya (ayat 10).
Apakah yang menjadi fokus utama dalam hidup Anda? Mungkin Anda akan terkejut dengan jawaban Anda sendiri --JEY
Nothing between, like worldly pleasure,
Habits of life, though harmless they seem,
Must not my heart from Him ever sever --
He is my all! There\'s nothing between. --Tindley
BERHALA ADALAH SEGALA SESUATU
YANG MENGGANTIKAN POSISI ALLAH
--------------------------------------------------------------
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Sunday, March 16, 2008
Novena Hari ke-1 sampai dgn Hari ke-9 + Curhat
Novena Kerahiman Illahi dimulai pada hari Jumat Agung (sudah dekat), dan berakhir pada Minggu pertama sesudah Minggu Paskah (yaitu = Pesta Kerahiman Illahi).
Untuk ujud-ujud doa Novena hari ke-1 sampai dengan hari ke-9, silahkan lihat di http://kerahiman.blogspot.com/
Catatan: Percaya atau nggak? Ada bbrp blog dgn nama Kerahiman Illahi, tapi kami tidak saling kenal, apalagi janjian !
Saya sendiri, sewaktu membuat blog ini, tidak sadar sama sekali (krn belum search / google atau apa), bhw ternyata sudah ada beberapa nama yg sama. Ini pasti Tangan Tuhan sendiri yg menggerakkan... :) Roh Kudus sendiri yg telah membisikkan...
Kami sekeluarga sudah kenal devosi ini sejak kira-kira 3-4 tahun yang lalu. (Musti berterima kasih nih... kpd orang yg telah berbaik hati, merogoh koceknya sendiri, untuk membuat brosur / buku, yang dibagikan secara gratis kpd umat di gereja kami pd waktu itu, may God bless them always).
Saya sudah lama ingin publish, menyebarluaskan, tapi baru kesampaian sekarang. Setiap hari kami usahakan pada sekitar jam 3 sore, kami berdoa bersama devosi Kerahiman Illahi ini, kita mohon belas kasihan Tuhan, kiranya Dia jangan memperhitungkan dosa kita...
Kalau tidak sempat jam 3, kami kerjakan sore / malamnya, atau bahkan saya kadang terbangun menjelang jam 3 pagi.
Hasilnya...rasanya lebih damai sejahtera, harmoni dlm rumah tangga (antara pasangan, antara anak & ortu), karena ada kepasrahan kpd Tuhan, pemilik kita semua.
Hanya Tuhan andalan kita. Celakalah orang yg mengandalkan kepandaiannya, kecerdasannya, logikanya, materi / kekayaannya, kecantikannya...
Hati-hati mata hati kita jangan tertutup ilah-ilah jaman ini (materi / konsumerisme, popularitas, prestasi, logika, ilmu pengetahuan, dll, kemajuan teknologi, termasuk tv, handphone, komputer, dll.) Artinya bukan itu tujuan hidup kita, jangan sampai utk mengejar itu semua kita melalaikan yang lain yang jauh lebih berharga (Tuhan, keluarga, kasih).
Salam,
Mama-nya Yohanes
Untuk ujud-ujud doa Novena hari ke-1 sampai dengan hari ke-9, silahkan lihat di http://kerahiman.blogspot.com/
Catatan: Percaya atau nggak? Ada bbrp blog dgn nama Kerahiman Illahi, tapi kami tidak saling kenal, apalagi janjian !
Saya sendiri, sewaktu membuat blog ini, tidak sadar sama sekali (krn belum search / google atau apa), bhw ternyata sudah ada beberapa nama yg sama. Ini pasti Tangan Tuhan sendiri yg menggerakkan... :) Roh Kudus sendiri yg telah membisikkan...
Kami sekeluarga sudah kenal devosi ini sejak kira-kira 3-4 tahun yang lalu. (Musti berterima kasih nih... kpd orang yg telah berbaik hati, merogoh koceknya sendiri, untuk membuat brosur / buku, yang dibagikan secara gratis kpd umat di gereja kami pd waktu itu, may God bless them always).
Saya sudah lama ingin publish, menyebarluaskan, tapi baru kesampaian sekarang. Setiap hari kami usahakan pada sekitar jam 3 sore, kami berdoa bersama devosi Kerahiman Illahi ini, kita mohon belas kasihan Tuhan, kiranya Dia jangan memperhitungkan dosa kita...
Kalau tidak sempat jam 3, kami kerjakan sore / malamnya, atau bahkan saya kadang terbangun menjelang jam 3 pagi.
Hasilnya...rasanya lebih damai sejahtera, harmoni dlm rumah tangga (antara pasangan, antara anak & ortu), karena ada kepasrahan kpd Tuhan, pemilik kita semua.
Hanya Tuhan andalan kita. Celakalah orang yg mengandalkan kepandaiannya, kecerdasannya, logikanya, materi / kekayaannya, kecantikannya...
Hati-hati mata hati kita jangan tertutup ilah-ilah jaman ini (materi / konsumerisme, popularitas, prestasi, logika, ilmu pengetahuan, dll, kemajuan teknologi, termasuk tv, handphone, komputer, dll.) Artinya bukan itu tujuan hidup kita, jangan sampai utk mengejar itu semua kita melalaikan yang lain yang jauh lebih berharga (Tuhan, keluarga, kasih).
Salam,
Mama-nya Yohanes
Subscribe to:
Posts (Atom)
