Showing posts with label Darah Yesus. Show all posts
Showing posts with label Darah Yesus. Show all posts

Friday, June 19, 2009

Mengalahkan kejahatan dengan kuasa kasih

“Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.” (Matius 5:38-42)

Renungan (diambil dari Ziarah Batin 2009) :

Jalan pikiran Tuhan memang berbeda jauh dari pikiran manusia dan sama sekali tidak dapat dibandingkan: “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu” (Yes 55:9).
Manusia yang akal budinya telah digelapkan oleh dosa, tidak dapat melihat lagi kebenaran jalan Tuhan, tetapi pikirannya digelapkan oleh hawa nafsunya.

Inti dari sabda-sabda Yesus itu ialah: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Sesungguhnya kejahatan tidak dapat dikalahkan dengan kejahatan, melainkan hanya dengan cinta kasih saja. Itulah sebabnya, untuk menebus dosa umat manusia, Allah menyuruh Putra Tunggal-Nya menjadi manusia.

Sesungguhnya kekuatan yang paling dahsyat yang ada di alam semesta ini ialah kekuatan cinta kasih. Siapakah yang lebih kuat daripada Allah, karena sesungguhnya Dialah Yang Mahakuasa, tetapi Allah Yang Mahakuasa ini sesungguhnya adalah Sang Kasih sendiri, seperti kata Kitab Suci: “Allah adalah kasih” (1Yoh 4:8-16).

Karena itu,
Yesus – karena kasih dan dalam kasih – telah rela digantung di kayu salib
untuk mengalahkan kuasa dosa, kejahatan, dan setan.

Maka, membalas dendam dan menyimpan sakit hati, sungguh bertentangan dengan kasih itu sendiri. Dengan mengikuti teladan dan ajaran Yesus, kita dapat mengalahkan segala kejahatan.

Ya Tuhan, kobarkan api kasih-Mu di dalam hatiku, agar aku pun dapat mengalahkan kejahatan dengan kuasa kasih. Amin.
________________________________________________________________________
1 Yohanes 4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
4:12 Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Sunday, March 30, 2008

Traktat : ASURANSI utk Hidup Kekal di Surga

Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli? Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:

PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

Kehidupan

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu (Mazmur 103:3)

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! (Lukas 12:28)

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19)

Kenyamanan
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yohanes 14:1)

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."(Matius 28:20)

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)


ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:

1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.
P R E M I

Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah

I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


PROSEDUR APLIKASI


Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 16:31
Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat!


Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS.
JESUS LOVE YOU

Sunday, March 2, 2008

Yesus Kristus adalah Allah

Penulis : Josh McDowell & Bart Larson

JIKA kita bertanya kepada suatu panel yang terdiri atas pakar-pakar dari berbagai agama, seperti apakah Allah dan bagaimana Allah telah menyatakan diri-NYA, kita akan mendengar banyak pendapat yang berbeda-beda sebanyak jumlah anggota panel.
Jawaban dari beberapa di antara mereka akan bertentangan dengan jawaban yang lain-lainnya.
Jika kita berpendapat bahwa apa yang disebut kebenaran tidaklah bersifat relatif, maka tidak mungkin jawaban mereka semua benar.
Misalnya, jika seseorang mengatakan bahwa Allah itu suatu Pribadi dan yang lain mengatakan bahwa Allah bukan suatu Pribadi, maka pastilah seorang dari mereka salah.
Siapakah yang dapat mengatakan dengan pasti, seperti apakah Allah? Satu-satunya yang dapat mengatakan dengan pasti adalah Allah sendiri.

ALLAH MENYATAKAN DIRI
Para penulis masa kini percaya bahwa Allah telah menyatakan diri-NYA dengan berbagai cara. Namun cara itu masing-masing perlu diuji secara obyektif dengan berpatokan pada Alkitab dan pribadi Yesus Kristus.

Pertama-tama, kita akan menyoroti Alkitab. Berbeda dengan banyak tulisan lainnya, Alkitab secara mutlak menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya adalah firman Allah. Kebanyakan orang yang menaruh perhatian yang besar tentang keilahian Kristus menerima Alkitab sebagai wahyu dari Allah. Jadi untuk tujuan ini, kita akan memandang Alkitab dapat diandalkan kebenarannya, baik secara historis maupun sebagai firman Allah kepada kita -- satu-satunya tolok ukur yang benar untuk menetapkan apakah Kristus adalah Allah yang menjelma menjadi manusia, atau bukan.

Ada yang mengatakan bahwa dari abad ke abad Alkitab telah menjadi semakin tidak meyakinkan keasliannya. Jadi perlu adanya wahyu-wahyu baru. Pendapat tersebut tidak dapat dibenarnya. Ada lebih dari 24.600 naskah Perjanjian Baru yang lengkap atau sebagian-sebagian. Andaikata semua naskah Perjanjian Baru lenyap pun kita masih dapat menghimpun semua tulisan Perjanjian Baru, kecuali kira-kira sebelas ayat, dari tulisan bapa-bapa gereja yang mula-mula, yang semuanya ditulis sebelum tahun 325 Masehi. Para pakar sejarah yang bukan Kristen pun harus mengakui bahwa dengan segala patokan ilmiah dan sejarah yang dipakai untuk memeriksa kebenaran dokumen kuno mana pun. Perjanjian Baru terbukti lebih dari sembilan puluh sembilan persen akurat. Orang dapat saja memperdebatkan isinya, tetapi tidak dapat memperdebatkan keabsahan sejarahnya.

Alkitab menyatakan bahwa apa yang tertulis di dalamnya merupakan patokan mutlak untuk menetapkan hal-hal doktrin.

2 Timotius 3:16-17, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik."

pasa graph' theopneustos kai 'phelimos pros didaskalian pros elegkhon pros epanorth 'sin pros paideian t'n en dikaiosun' hina artios ' ho tou theou anthr'pos pros pan ergon agathon ex'rtismenos

Bagi orang-orang Kristen, setiap buku, tulisan, atau pengajaran yang bertentangan dengan isi Alkitab haruslah ditolak. Alkitab sangat menekankan hal ini.

Yudas 3, "Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus."

agap'toi pasan spoud'n poioumenos graphein humin peri t's koin's s't'rias anagk'n eskhon grapsai humin parakal'n epag'nizesthai t' hapax paradotheis' tois hagiois pistei

Alkitab tidak menerima ajaran-ajaran lain yang akan mengubah atau menambah isi Alkitab.

Galatia 1:8, "Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia."

alla kai ean h'meis h' aggelos ex ouranou euaggeliz'tai humin par ho eu'ggelisametha humin anathema est'

Jika ada sumber-sumber lain yang mengaku sebagai wahyu ilahi, sebagaimana halnya Alkitab, maka sumber-sumber itu harus diuji kebenarannya berdasarkan Alkitab.
Allah tidak dapat bertentangan dengan diri-NYA sendiri.
Oleh karena itu, apapun yang dinyatakan oleh seorang pembicara atau penulis yang mengaku mendapat wahyu ilahi, tidak dapat bertentangan dengan Alkitab yang kita tahu benar adanya.
Jika pernyataan mereka bertentangan dengan Alkitab, maka jelaslah bahwa mereka tidak berbicara atas ilham dari Allah, baik secara lisan maupun tertulis.

Dalam mempertimbangkan keilahian Kristus, pokok persoalannya bukanlah apakah keilahian Kristus mudah dipercaya atau dimengerti, melainkan apakah keilahian Kristus dinyatakan di dalam firman Allah.
Apabila pada mulanya gagasan tentang keilahian Kristus tampaknya tidak masuk akal atau tidak dapat dimengerti, hal itu tidak dengan sendirinya meniadakan kemungkinan bahwa keilahian Kristus itu benar adanya.

Alam semesta ini penuh dengan berbagai perkara -- seperti gravitasi, sifat cahaya, gelombang cahaya -- yang berada di luar jangkauan akal manusia pada saat ini, tetapi sekalipun demikian, benar adanya.
Alkitab mengajarkan bahwa Allah tidak dapat dimengerti oleh akal manusia.

Ayub 11:7, "Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?"

HAKH'QER 'EL'AH TIMTS'' 'IM 'AD-TAKHL'T SYADAY TIMTS''

Ayub 42:2-6, "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui. Firman-Mu: Dengarlah, maka Akulah yang akan berfirman; Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu."

YÂDA'TÂ KÏ-KHOL TÛKHÂL VELO'-YIBÂTSÊR MIMEKHA MEZIMÂH MÏ ZEH MA'LÏM 'ÊTSÂH BELÏ DÂ'AT LÂKHÊN HIGADTÏ VELO' 'ÂVÏN NIFLÂ'ÕT MIMENÏ VELO' 'ÊDÂ' SYEMA'-NÂ' VE'ÂNOKHÏ 'ADABÊR 'ESY'ÂLEKHA VEHÕDÏ'ÊNÏ LESYÊMA'-'OZEN SYEMA'TÏKHA VE'ATÂH 'ÊYNÏ RÂ'ÂTEKHA 'AL-KÊN 'EM'AS VENIKHAMTÏ 'AL-'ÂFÂR VÂ'ÊFER

Mazmur 145:3, "Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga."

GÂDÕL YEHOVÂH ÛMEHULÂL ME'OD VELIGDULÂTÕ 'ÊYN KHÊQER

Yesaya 40:13, "Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?"

MÏ-TIKÊN 'ET-RÛAKH YEHOVÂH VE'ÏSY 'ATSÂTÕ YÕDÏ'ENÛ

Yesaya 55:8-9, "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu."

KÏ LO' MAKHSYEVÕTAY MAKHSYEVÕTÊYKHEM VELO' DARKHÊYKHEM DERÂKHÂY NE'UM YEHOVÂH KÏ-GÂVHÛ SYÂMAYIM MÊ'ÂRETS KÊN GÂVHÛ DERÂKHAY MIDARKHÊYKHEM ÛMAKHSYEVOTAY MIMAKHSYEVOTÊYKHEM

Roma 11:33, "O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!"

hô bathos ploutou kai sophias kai gnôseôs theou hôs anexereunêta ta krimata autou kai anexikhniastoi hai hodoi autou

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita percaya tentang apa yang dikatakan Allah mengenai diri-NYA sendiri, tidak menjadi persoalan, apakah kita dapat sepenuhnya memahaminya atau tidak.

Mengenai penyataan diri Allah di dalam Pribadi Yesus Kristus, Alkitab berkata:

Ibrani 1:1-3, "Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,"

polumerôs kai polutropôs palai ho theos lalêsas tois patrasin en tois prophêtais ep eskhatôn tôn hêmerôn toutôn elalêsen hêmin en huiô hon ethêken klêronomon pantôn di hou kai tous aiônas epoiêsen hos ôn apaugasma tês doxês kai kharaktêr tês hupostaseôs autou pherôn te ta panta tô rhêmati tês dunameôs autou di heautou katharismon poiêsamenos tôn hamartiôn hêmôn ekathisen en dexia tês megalôsunês en hupsêlois

Yesus Kristus adalah Firman Allah yang Hidup. Ia menyatakan Allah. Ketika seorang pengikutnya berkata, "Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami", Yesus menjawab, "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa."
Rasul Paulus menyebut Yesus Kristus sebagai "gambar Allah yang tidak kelihatan". Dengan demikian, sebagaimana akan dibahas di dalam tulisan ini, memandang Yesus Kristus dan mendengarkan Dia sama saja dengan memandang dan mendengarkan Allah.

APA YANG DIPERSOALKAN?
Apabila Yesus Kristus adalah Allah dalam wujud manusia, maka Ia adalah satu-satunya yang patut didengarkan, dihormati, dan bahkan disembah.
Ini berarti bahwa Allah yang menciptakan bulan dan bintang, yang menempatkan milyaran planet di angkasa, Allah itu jugalah yang menjelma menjadi manusia, yang hidup dan melangkahkan kaki-Nya di atas muka bumi ini, dan merelakan diri-NYA mati di tangan ciptaan-NYA sendiri.
Kematian-NYA mempunyai arti yang jauh lebih besar daripada kematian seorang yang baik. Dari segala masa, kematian-NYA merupakan pengorbanan terbesar, suatu penyataan kasih yang tidak terukur dalamnya.
Oleh karena itu, memperlakukan Yesus sekedar sebagai manusia dalam arti makhluk ciptaan merupakan suatu penghujatan. Gagal dalam menyelaraskan kehidupan kita dengan ajaran-ajaran-NYA akan berarti kehilangan kehidupan itu sendiri.

Sebaliknya, apabila Yesus Kristus bukan Allah, melainkan makhluk ciptaan yang lebih rendah derajatnya, kita hanya akan merasa berterima kasih atas kehidupan, kematian, dan pengajaran-NYA, tetapi kita tidak akan menyembah Dia sebagai Allah. Bila kita menganggap Dia makhluk ciptaan Allah, lalu kita menyembah Dia sebagai Allah, itu merupakan suatu kesalahan yang sangat besar. Mengapa? Karena dengan demikian kita menjadikan Dia berhala yang menempati kedudukan Allah. Alkitab dengan tegas menentang penyembahan berhala.
Allah mengatakan bahwa Ia tidak akan memberikan kemuliaan-NYA kepada yang lain, dan bahwa tidak ada Allah lain selain Dia, dan bahwa kita harus menyembah Dia saja. Jadi persoalannya, Yesus betul-betul Allah atau Ia bukan Allah. Percaya kepada Dia sebagai yang lain-lainnya merupakan suatu bentuk penghujatan, suatu penyembahan berhala.

Pembahasan seperti ini dapat menjadi sangat rumit, bergantung pada ajaran apa yang telah diterima seseorang. Berbagai argumentasi dapat dikemukakan untuk mendukung ataupun menentang keilahian Kristus. Misalnya, jika seseorang telah diajari bahwa Allah adalah satu Pribadi dan bahwa Yesus Kristus adalah makhluk ciptaan, maka dalam membaca Alkitab untuk pertama kalinya, ia dapat menemukan ayat-ayat yang kelihatannya mendukung pandangan tersebut.

Sebaliknya, apabila seseorang telah diajari bahwa Allah adalah Yang Mahatinggi, sebagai Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dan bahwa Anak melepaskan kesetaraan-NYA dengan Allah untuk menjadi manusia di dalam pribadi Yesus Kristus, maka ia dapat menemukan ayat-ayat yang mendukung pandangan tersebut.

Jadi pertanyaannya bukanlah apakah setiap pandangan itu dapat memberi alasannya, melainkan pandangan mana yang mempunyai bukti yang terkuat. Pandangan mana yang sebenarnya dinyatakan di dalam keseluruhan Alkitab?

Dalam mempertimbangkan kedua pandangan itu kita yakin bahwa kita dapat memberikan sanggahan yang mantap terhadap semua ayat yang dimanfaatkan untuk mengatakan bahwa Yesus Kristus bukanlah Allah.
Akan kita tunjukkan bahwa Alkitab menyebut Yesus Kristus dengan nama-nama dan sebutan-sebutan Allah. Akan kita tunjukkan dari Alkitab bahwa Yesus Kristus layak disembah dan manusia patut berdoa kepada-NYA.
Kita akan memberi jawaban terhadap semua argumentasi yang menentang kebenaran bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Akan kita buktikan dari sejarah gereja -- sebelum Dewan Nicene pada tahun 325 Masehi -- bahwa kepercayaan akan keilahian Yesus Kristus sejak semula merupakan pandangan yang ortodoks.

Jelaslah bahwa pandangan-pandangan itu tidak mungkin kedua-duanya benar. Akan jauh lebih mudah kalau masalahnya hanya menyangkut soal ketulisan, tetapi tidaklah demikian halnya. Yang dipersoalkan ialah: Pandangan mana yang benar?

Roma 10:2, "Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar."

marturô gar autois hoti zêlon theou ekhousin all ou kat epignôsin

DEFINISI PERISTILAHAN
Sebelum seseorang dapat memahami ayat-ayat Alkitab yang berkenaan dengan keilahian Yesus Kristus, ia perlu diberi definisi yang memadai tentang hakekat Allah, tentang pribadi serta hakekat Yesus Kristus.

ALLAH
Alkitab menyatakan bahwa Allah itu suatu pribadi; Ia cerdas, penuh kasih, adil, setia, kekal, kreatif, dan berada dalam interaksi yang dinamis dengan ciptaan-NYA. Ciri-ciri Allah dapat dirangkum ke dalam dua kelompok: ciri-ciri umum dan ciri-ciri moral. Allah -- menurut ciri-ciri-NYA yang umum -- bersifat unik, kekal, tidak berubah, mahakuasa, mahatahu, mahahadir, roh, dan suatu pribadi. Ciri-ciri moral Allah mencakup kekudusan, keadilan, kasih, dan kebesaran-NYA. Kekristenan mengajarkan bahwa Allah berdaulat; Ia menopang dan memerintah alam raya, dan sebagaimana yang akan kita tunjukkan. Ia menjelma menjadi manusia -- Yesus Kristus dari Nazaret.

YESUS KRISTUS
Yesus Kristus merupakan sebuah nama dan sebuah sebutan.

Nama Yesus (bahasa Indonesia) dalam bahasa Yunani adalah iêsous; kata itu berasal dari bahasa Ibrani yehõsyûa' atau yehõsyû'a dari YHVH dan yasya' yang artinya "YHVH Juruselamat" atau "TUHAN menyelamatkan".

Sebutan Kristus (bahasa Indonesia) berasal dari kata Yunani khristos, bahasa Ibraninya masyiakh (Daniel 9:26), artinya "Yang Diurapi". Dua jabatan, yaitu raja dan imam, tercakup dalam pemakaian sebutan Kristus. Sebutan itu menyatakan bahwa Yesus adalah Imam dan Raja yang dijanjikan Allah dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama.

Selain itu, kita percaya bahwa waktu hidup di dunia ini Yesus Kristus mempunyai dua hakekat: Ia manusia dan Ia Allah. Dengan demikian, kita mempunyai pandangan bahwa Yesus Kristus adalah Allah sejati (pada hakekatnya), namun juga manusia sejati. Ia adalah Allah yang menyatakan diri dalam wujud manusia.

Alkitab menggambarkan Yesus Kristus sebagai Allah maupun manusia.

Filipi 2:5-11, "Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan,' bagi kemuliaan Allah, Bapa!"

touto gar phroneisthô en humin ho kai en khristô iêsou hos en morphê theou huparkhôn oukh harpagmon êgêsato to einai isa theô all heauton ekenôsen morphên doulou labôn en homoiômati anthrôpôn genomenos kai skhêmati heuretheis hôs anthrôpos etapeinôsen heauton genomenos hupêkoos mekhri thanatou thanatou de staurou dio kai ho theos auton huperupsôsen kai ekharisato autô onoma to huper pan onoma hina en tô onomati iêsou pan gonu kampsê epouraniôn kai epigeiôn kai katakhthoniôn kai pasa glôssa exomologêsêtai hoti kurios iêsous khristos eis doxan theou patros

Setelah menjajaki definisi tentang Allah dan Yesus Kristus, kita akan mencoba menjawab satu pertanyaan lagi.

MENGAPA ALLAH MAU MENJADI MANUSIA?
Bagaimana manusia yang serba terbatas seperti kita ini dapat memahami Allah yang tidak terbatas? Sangat sulit bagi kita untuk memahami hal-hal abstrak seperti kebenaran, kebaikan, atau keindahan kalau kita tidak memiliki contoh-contoh yang tampak oleh mata kita. Kita dapat mengenal keindahan karena kita dapat melihat keindahan itu pada suatu benda yang indah; kita dapat mengenal kebaikan karena kebaikan itu terlihat di dalam diri orang yang baik, dan sebagainya. Tetapi bagaimana dengan Allah? Bagaimana orang dapat mengerti seperti apa Allah itu?

Sampai tahap tertentu kita dapat mengenal Allah kalau Allah mewujudkan diri-NYA dalam suatu bentuk yang dapat dipahami oleh manusia, yaitu dengan menjadikan diri-NYA seorang manusia. Walaupun demikian, memang dalam wujud manusia Ia tidak akan dapat menyatakan sifat-NYA yang kekal dan yang mahahadir -- tidak akan ada waktu dan ruang untuk itu, tetapi IA dapat secara kelihatan menyatakan sifat-sifat-NYA.

Itu adalah berita yang disampaikan di dalam Perjanjian Baru. Rasul Paulus berkata bahwa di dalam Kristus berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allah-an. Kristus menjadi manusia supaya manusia dalam batas-batas tertentu dapat memperoleh pengertian tentang Allah yang tidak terbatas.

Alasan kedua mengapa Allah mau menjadi manusia ialah untuk menjembatani jurang pemisah antara Allah dan manusia. Seandainya Yesus Kristus "hanyalah" seorang manusia atau makhluk ciptaan, maka jurang pemisah antara Allah dan manusia -- antara yang tidak terbatas dan yang terbatas, antara Pencipta dan yang diciptakan, antara Yang Kudus dan yang tidak kudus -- akan tetap ada.

Supaya kita dapat mengenal Allah, maka Allah harus turun kepada kita. Tidak ada "makhluk ciptaan" yang dapat menjembatani jurang antara Allah dan manusia, seperti halnya segumpal tanah liat tidak dapat mengerti atau mencapai taraf sang penjunan. Karena kasih, Allah telah turun ke dunia ini, kepada kita. Ia membuka jalan supaya semua orang dapat mengenal Dia.

Sumber: Jesus: A Biblical Defense for His Deity