Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Friday, June 19, 2009

Tentang Doa Bapa kami

“Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”
Renungan (dari Ziarah Batin 2009) :

Yesus mengajarkan doa Bapa kami sebagai model segala doa. Pertama-tama kita berdoa kepada Allah yang kita anggap sebagai seorang Bapa yang mengasihi kita.

Dikuduskanlah nama-Mu. Dalam Kitab Suci nama mengungkapkan kodrat, ciri-ciri, dan kepribadian seseorang; dan kudus berarti berbeda dari yang lain. Jadi, kita harus menyadari, walaupun kita menyebutnya Bapa, ia berbeda sekali dengan bapa-bapa yang kita kenal di dunia ini. Ia Bapa yang Mahabaik, Mahamurah, dan Mahatahu.

Datanglah Kerajaan-Mu. Kita mohon supaya Allah menjadi raja dalam hati dan hidup setiap manusia, supaya Ia dapat berkuasa di situ dan menjadikan hidupnya indah. Hanya kalau kita pasrah kepada Allah, Ia dapat memperbarui hidup kita dan menjadikannya sungguh indah.

Jadilah kehendak-Mu. Kehendak Allah harus menjadi pedoman hidup kita karena Allah selalu menghendaki yang terbaik bagi kita – dalam skala nilai keabadian.

Berilah kami rezeki pada hari ini. Kita mohon rezeki untuk setiap hari. Bila kita menerimanya, kita akan selalu bersyukur kepada-Nya dan juga menyadari ketergantungan kita pada-Nya.

Kita mohon ampun dan rela mengampuni sesama kita. Kemampuan kita mengampuni sesama menunjukkan kenyataan bahwa kita sudah diampuni oleh Bapa. Hidup di dunia penuh dengan godaan. Maka, kita mohon dibebaskan dari segala pencobaan dan dari segala yang jahat. Si Jahat sesungguhnya hanya punya satu tujuan: kebinasaan kita; dan kita perlu mendapat perlindungan terhadapnya.

Ya Bapa, berilah aku kewaspadaan untuk dapat mengenali tipu muslihat si Jahat dan kekuatan untuk mengalahkannya. Amin.
.

Wednesday, February 25, 2009

RABU ABU 25 Feb 2009, Matius 6

Matius 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

6:2Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:5"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

6:9Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

6:14Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

6:16"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:19"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

6:25"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
--------------------------------------------------------------------------------------
Renungan diambil dari buku Ziarah Batin 2009, penerbit OBOR:
(belum minta ijin, tapi karena bagus, minta maaf menaruh di sini)

Sebuah Retret Agung kita mulai pada hari Rabu Abu ini. Dan kita diajak untuk menaruh kepedulian bersama untuk sebuah fokus perhatian sebagai bukti nyata bahwa kita sedang bertobat, berbalik kepada Allah dan secara konkrit mengubah perilaku yang tidak berkenan kepada-Nya dan merugikan sesama, bahkan semesta alam.

Berpantang dan berpuasa dengan intensitas doa yang mendalam adalah cara lazim dalam mengisi proses Retret Agung ini.
Gereja mempercayakan proses ini pada tanggung jawab individu. Dalam hal ini, kebebasan kita sungguh dihargai, bahwa urusan ini adalah urusan pribadi saya dengan Allah, dengan sesama, dan dgn lingkungan hidup (baik yg manusiawi maupun yg non manusiawi).

Memang yg mendasar perlu diproses adalah sikap hati, batin, jiwa; bukan penampakan lahiriah yang bisa dipamerkan kpd orang lain.
Dengan proses seperti itu dalam terang Kitab Suci seolah kita mau membujuk Allah supaya Dia tidak jadi marah, supaya hukuman tidak jadi ditimpakan kpd kita.

Namun melalui proses Retret Agung yang memang lama dan panjang, kita juga ingin mengalami bahwa dalam hidup ini kita tidak hanya bergantung kpd makanan dan minuman. Dengan kata lain, kita mau menggeser cara hidup kita – yang mungkin cenderung materialistik dan hedonistik – menjadi lebih spiritual, sosial, dan lebih dalam lagi sadar bahwa keberadaan kita bergantung penuh kepada Allah yang MahaKuasa. Kita yang berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu ini diberi kesempatan utk men”charge” diri pada aliran keutamaan Ilahi, seperti iman, harapan dan kasih. Ya, seperti Ayub telah menyadarinya.

Ya Allah Bapa, satu pintaku: menjadi tetap setia kepada-Mu melalui pantang dan puasa; melalui kesulitan-kesulitan melawan hawa nafsu. Bentuklah aku dengan daya Ilahi-Mu untuk menjadi manusia baru. Amin.
.

Monday, March 31, 2008

Iman kepada Tuhan yang disertai perbuatan


Tidak akan cukup kebaikan kita untuk menebus dosa kita.
Kebaikan kita bagaikan "kain compang-camping" dibanding kebaikan Tuhan.

Hanya Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, yang menebus kita dari dosa...

Membayar hukuman yang harusnya kita terima sebagai akibat dosa.
Ketika DIA menderita di taman Zaitun (Getsemani), dosa kita lah yang dia lihat, dosa manusia sampai ke jaman ini, sehingga Dia semakin bersungguh-sungguh berdoa, sampai keringatNya "terlihat seperti titik-titik darah yang jatuh ke tanah".
Kenapa perlu dituliskan ini? Karena "tanah" maksudnya adalah manusia.

Ketika Dia dihina, ditendang, dicambuk, dicerca, dihujat dan Dia diam tidak melawan..., ketika Dia disalibkan..., yang Dia bayangkan adalah kita-kita ini manusia...
Karena cintaNya dia rela menderita, Dia tanggung semua kesakitan dengan diam...

Bagaikan seorang kekasih yg menjadi tawanan di negeri seberang, namun bertahan untuk bisa pulang bertemu kekasih hatinya.
Akankah ketika Dia pulang, mengetuk pintu hati kita, Dia mendapati kita TETAP SETIA?

--- diilhami dari salah satu khotbah Pendeta dari Tiberias Ministry ---

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kita tahu bahwa seseorang sudah lahir baru (dalam Roh)? Adakah bukti yang dapat terlihat nyata? Dari Renungan Harian Selasa 11 Sept 2012:
Yakobus memberi jawaban yang tepat: perhatikan perbuatannya!
Apakah gunanya saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yak. 2:14).
 
Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (Yak. 2 ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran & hati mereka, tetapi bisa lihat bahwa mereka percaya kepada Allah melalui perbuatan mereka.
Wajar saja kalau orang meragukan iman kita karena tindakan yang tidak menunjukkan pertobatan. Kalau kita konsisten berkanjang dalam kebiasaan buruk / dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka waspadalah. Bandingkan bagaimana tutur laku dan kebiasaan sebelum & sesudah menerima Kristus. Perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan / diubahkan oleh kasih karunia Kristus?
HANYA OLEH KARENA IMAN seseorang dapat DISELAMATKAN.
HANYA MELALUI KETAATAN KEPADA ALLAH, iman dapat DIBUKTIKAN.

Ya, saya teringat ini:
IMAN TANPA PERBUATAN pada hakekatnya MATI. Seperti tubuh tanpa jiwa.
Yakobus 2:17    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

ALLAH ADALAH KASIH. Semua yang berbuat baik berasal dari Allah. Katakanlah seorang tidak mengenal Yesus, tapi selama hidupnya dia telah mengerjakan perbuatan Kasih spt Kristus, menandakan Roh Kudus ada dalam hatinya yg memampukan dia melakukan ajaran Kristus...
1 Yohanes 4:8    Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Doa berikut dari buku doa Katolik:

Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau, dalam keadaanku seperti ini.
Mohon ampun atas segala dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, mohon aku diampuni.
Di dalam nama MU,
aku mau maafkan semua orang yang membenciku, termasuk semua perbuatannya.
Aku menyangkal setan, roh jahat dan semua perbuatannya.

Tuhan Yesus,
aku serahkan seluruh hidupku pada Mu, sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk ke dalam hidupku, Yesus.
Aku terima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku, Penyelamatku.
Sembuhkan aku, rubahlah diriku,
kuatkan tubuh, jiwa dan rohku.
Datanglah kepadaku, Tuhan Yesus,
bungkuslah aku dengan darah Suci Mu.
Penuhi aku dengan Roh Kudus Mu.
Aku cinta pada Mu, Tuhan Yesus.
Aku bersyukur kepada Mu, Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selamanya.
Bunda Maria - Ratu Damai,
para Malaikat kudus, semua orang Kudus,
doakanlah aku. Amin.

PS : "aku" boleh diganti "kami"

Kutipan dari Alkitab:

Yohanes 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17    Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18    Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19    Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20    Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21    tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Friday, March 28, 2008

Yesus menyembuhkan (2)

Matius 17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
17:15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
17:16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
17:17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
17:18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
17:21 (Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

Friday, February 15, 2008

Doa Kerahiman Illahi / Chaplet of Mercy (KORONKA) dan Doa Harian Keluarga

Doa Kerahiman Illahi / Chaplet of Mercy
(KORONKA)

Pada tahun 1935, Tuhan Yesus mengajar St. Faustina suatu doa khusus memohon kerahiman Allah.

"Doronglah orang-orang agar mengucapkan doa ini .... barangsiapa yang mengucapkannya, akan menerima kerahiman yang besar .... Melalui doa ini, kamu akan mendapat segala hal, bilamana yang kau minta itu sesuai dengan kehendak-Ku."

Yesus juga mengajar St.Faustina, untuk mengucapkan doa kecil pada tiap jam 3 (sore), saat kematian-Nya:

---------------------------------------------------------------------
"O, Darah dan air, yang telah memancar dari Hati Kudus Yesus, sebagai sumber kerahiman bagi kami, Yesus aku berharap pada-Mu."
---------------------------------------------------------------------

Suster Faustina mengucapkannya tiap pagi dan seringkali mengulanginya sepanjang hari, untuk memperbaharui persembahan dirinya kepada Kerahiman Illahi.

Berikut doanya yang didaraskan dengan bantuan rosario biasa:

---------------------------------------------------
"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."

"Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.
O sumber kehidupan, Kerahiman Illahi yg tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami."

"O, darah dan air, yang telah memancar dari Hati Kudus Yesus, sebagai sumber kerahiman bagi kami; Yesus aku berharap pada-Mu." (3x)

"Bapa Kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin."

"Salam Maria, penuh rahmat. Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah.
Doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan pada waktu kami mati. Amin."

"Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi,
dan akan Yesus Kristus Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria,
yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan wafat dan dimakamkan,
yang turun ke tempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa,
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal. Amin."

(Pada setiap manik Bapa Kami, diucapkan doa berikut:)
"Bapa Yang Kekal, kupersembahkan pada-Mu: Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
demi penebusan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia."

(Pada setiap manik Salam Maria, diucapkan doa berikut:)
"Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."

(Setelah selesai 5 x 10, Koronka ditutup dengan doa :
"Allah Yang Kudus, Kudus & Maha Kuasa, Kudus & Kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia." (3x)

"Bapa yang kekal,maha pengampun,dan sumber kasih sayang tak kenal lelah, kasihanilah kami.
Limpahkanlah rahmat-Mu,
sehingga kami takkan meninggalkan-Mu, di saat paling sulit sekalipun. Namun dgn ketabahan hati,
kami menyerahkan diri kepada kehendak-Mu yang kudus. Amin."

"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."

---------------------------------------------------
Catatan: 'Eternal Father, I offer You the Body and Blood, Soul and Divinity
of Your dearly beloved Son, Our Lord Jesus Christ, in atonement
for our sins and those of the whole world.'

Atonement menurut thesaurus berarti: compensation. alias pembayaran, pelunasan, penebusan.

Kata lain yg berpadanan (synonyms) : amends, expiation, indemnification, payment, penance, propitiation, recompense, redemption, redress, reparation, restitution, satisfaction. Tapi yg paling dekat artinya payment.

Jadi kurang tepat rasanya kalau diterjemahkan sebagai pemulihan dosa.
Yg lebih tepat mungkin: penebusan dosa atau pembayaran dosa.


---------------------------------------------------


DOA RUTIN HARIAN KELUARGA KAMI :

1. DOA PAGI

Allah dan Bapa, kami berterimakasih kpdMU atas hari baru ini.
Berilah kami IMAN yang hidup,HARAPAN yang kuat,CINTA yang ikhlas.
Kiranya segala pikiran, perkataan, perbuatan kami pada hari ini, menyenangkan hatiMU.
Bimbing kami dgn RohKudusMU,
supaya segala tingkah laku kami,
semakin serupa dengan Yesus Kristus, PutraMU.
Berkati keluarga kami dan semua orang yang kami jumpai hari ini.
Semoga dlm pergaulan, kami menunjukkan kebaikan, seperti Engkau
baik hati bagi semua orang.
Kami akan berusaha menerima suka dan duka dengan hati yang tabah.
Santa Maria, Bunda Yesus, jagailah kami anak-anakMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. AMIN.

2. MOHON BERKAT ATAS PEKERJAAN

Allah yang Maha Kuasa,
sebelum menghadapi pekerjaan kami,
kami mohon BerkatMU.
Pimpinlah hati dan raga kami,
agar dalam Dikau kami memulai dan menyelesaikannya.
Kiranya segala usaha kami menambah KemuliaanMU,
dan berguna bagi sesama kami.
Semua jerih payah yang akan kami jumpai,
kami persatukan dengan pengurbanan Yesus Kristus,
yg hidup bersama Engkau, kini dan sepanjang masa. AMIN.

3. PENYERAHAN KELUARGA KEPADA TUHAN YESUS

Tuhan Yesus,
Engkau menguduskan hidup keluarga
dgn hidup sendiri dalam keluarga St.Yusuf-Maria di Nazaret.

Kami sekeluarga ber-kumpul di hadapanMU
untuk membaharui penyerahan seluruh keluarga kami kepadaMu,
Raja & Pusat segala hati,
Tuhan & Juru Selamat kami.

Kami mohon,
tinggallah dalam rumah kami,
kuasailah kami.

Supaya rumah kami jadi pusat kehidupan kristiani,
di mana kami mengasihi Allah Bapa,
dengan segenap hati, segenap jiwa, akal budi & kekuatan kami,
dalam persatuan dgn Dikau, Putra Allah dan gembala hati kami.

Yesus, kami ingin hidup seturut pedoman InjilMU,
rukun, bijaksana, sederhana, saling menyayangi, saling menghormati, saling menolong dgn suka hati.
Berilah supaya
keramahan, cinta kasih, semangat pengorbanan,
kerajinan, kesehatan, penghasilan yg cukup,
selalu berada dalam keluarga kami.

Semoga keluarga kami pegang peranan terhormat dalam masyarakat,
jadi garam & terang utk keluarga2 di sekitar kami.
Berkati kami agar kami (semua) selalu dekat padaMU,
satu-satunya sumber kebahagiaan kami.

Engkau kami puji bersama Bapa dan Roh Kudus,
sekarang dan selama-lamanya. AMIN.

4. MENDOAKAN ANAK

Ya Allah, Bapa setiap insan,
kami menyayangi anak-anak kami,
berusaha sungguh2 membahagiakan mrk,
sebab itulah tanggung jawab kami.

Kami mohon ya Bapa,
kiranya anak2 tumbuh sehat, kuat, cerdas, pintar,
dan hidup memuliakan Nama MU.

Jagalah kesehatan mrk,
(sembuhkan dari segala macam sakit & kekurangan mrk),
dan lindungilah trhdp segala gangguan & mara bahaya.

Bimbinglah dgn Roh KudusMu,
teguhkan hati mereka,
supaya selalu hidup baik, berbuat baik,
menjaga kekudusan sesuai PerintahMU.

Semoga mereka selalu setia padaMU,
sehingga kelak Kau perkenankan berbahagia di Surga selamanya.
Dan akhirnya, jiwa-raga & roh mereka, kami percayakan kpdMU,
Allah yg Maha Bijaksana dan Maha Pengasih. AMIN.

5. DOA SUAMI ISTRI

Allah yg Maha Pengasih,

Syukur bahwa Kau pertemukan kami ... dan ... sebagai suami istri,
supaya sehati sejiwa menghayati hidup,
menjalani tugas-tugas di dunia ini.

Syukur kpdMu atas semua kebahagiaan, atas buah2 cinta.
Syukur krn pengharapan yg membesarkan hati kami dlm menghadapi masa depan.

Kami mohon, dampingi kami terus,
supaya sanggup melaksanakan tugas perkawinan menurut KehendakMu.

Semoga kami setia padaMu dalam untung dan malang,
seperti Yesus tetap setia,
tatkala menderita di Taman Zaitun
sampai wafatNya di salib.

Semoga kamipun setia satu sama lain,
tidak jemu2 meng-usahakan kebahagiaan satu sama lain.

Kiranya dari hari ke hari
perpaduan hati kami semakin kuat,
dan setelah selesai tugas di dunia ini,
kami berdua Kau perkenankan berbahagia sertaMU. AMIN.

------------------------------------------------------------------
6. Doa lainnya:
Doa Mujizat yang berupa Penyerahan Diri kepada Tuhan Yesus Kristus

Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau, dalam keadaanku seperti ini.
Mohon ampun atas segala dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, mohon aku diampuni.

Di dalam nama MU,
aku mau maafkan semua orang yang membenciku, termasuk semua perbuatannya.
Aku menyangkal setan, roh jahat dan semua perbuatannya.

Tuhan Yesus,
aku serahkan seluruh hidupku pada Mu, sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk ke dalam hidupku, Yesus.
Aku terima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku, Penyelamatku.
Sembuhkan aku, rubahlah diriku,
kuatkan tubuh, jiwa dan rohku.

Datanglah kepadaku, Tuhan Yesus,
bungkuslah aku dengan darah Suci Mu.
Penuhi aku dengan Roh Kudus Mu.
Aku cinta pada Mu, Tuhan Yesus.
Aku bersyukur kepada Mu, Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selamanya.

Maria Ibuku - Ratu Damai,
para Malaikat kudus, semua orang Kudus, para martir nan jaya,
doakanlah aku. Amin.

PS : "aku" boleh diganti "kami"
-----------------------------------------------------------------
7. Doa Malam, yang intinya berterima kasih kpd Bapa atas hidup & penyelenggaraan hari itu.