Showing posts with label perbuatan. Show all posts
Showing posts with label perbuatan. Show all posts

Monday, March 31, 2008

Iman kepada Tuhan yang disertai perbuatan


Tidak akan cukup kebaikan kita untuk menebus dosa kita.
Kebaikan kita bagaikan "kain compang-camping" dibanding kebaikan Tuhan.

Hanya Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, yang menebus kita dari dosa...

Membayar hukuman yang harusnya kita terima sebagai akibat dosa.
Ketika DIA menderita di taman Zaitun (Getsemani), dosa kita lah yang dia lihat, dosa manusia sampai ke jaman ini, sehingga Dia semakin bersungguh-sungguh berdoa, sampai keringatNya "terlihat seperti titik-titik darah yang jatuh ke tanah".
Kenapa perlu dituliskan ini? Karena "tanah" maksudnya adalah manusia.

Ketika Dia dihina, ditendang, dicambuk, dicerca, dihujat dan Dia diam tidak melawan..., ketika Dia disalibkan..., yang Dia bayangkan adalah kita-kita ini manusia...
Karena cintaNya dia rela menderita, Dia tanggung semua kesakitan dengan diam...

Bagaikan seorang kekasih yg menjadi tawanan di negeri seberang, namun bertahan untuk bisa pulang bertemu kekasih hatinya.
Akankah ketika Dia pulang, mengetuk pintu hati kita, Dia mendapati kita TETAP SETIA?

--- diilhami dari salah satu khotbah Pendeta dari Tiberias Ministry ---

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kita tahu bahwa seseorang sudah lahir baru (dalam Roh)? Adakah bukti yang dapat terlihat nyata? Dari Renungan Harian Selasa 11 Sept 2012:
Yakobus memberi jawaban yang tepat: perhatikan perbuatannya!
Apakah gunanya saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yak. 2:14).
 
Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (Yak. 2 ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran & hati mereka, tetapi bisa lihat bahwa mereka percaya kepada Allah melalui perbuatan mereka.
Wajar saja kalau orang meragukan iman kita karena tindakan yang tidak menunjukkan pertobatan. Kalau kita konsisten berkanjang dalam kebiasaan buruk / dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka waspadalah. Bandingkan bagaimana tutur laku dan kebiasaan sebelum & sesudah menerima Kristus. Perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan / diubahkan oleh kasih karunia Kristus?
HANYA OLEH KARENA IMAN seseorang dapat DISELAMATKAN.
HANYA MELALUI KETAATAN KEPADA ALLAH, iman dapat DIBUKTIKAN.

Ya, saya teringat ini:
IMAN TANPA PERBUATAN pada hakekatnya MATI. Seperti tubuh tanpa jiwa.
Yakobus 2:17    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

ALLAH ADALAH KASIH. Semua yang berbuat baik berasal dari Allah. Katakanlah seorang tidak mengenal Yesus, tapi selama hidupnya dia telah mengerjakan perbuatan Kasih spt Kristus, menandakan Roh Kudus ada dalam hatinya yg memampukan dia melakukan ajaran Kristus...
1 Yohanes 4:8    Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Doa berikut dari buku doa Katolik:

Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau, dalam keadaanku seperti ini.
Mohon ampun atas segala dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, mohon aku diampuni.
Di dalam nama MU,
aku mau maafkan semua orang yang membenciku, termasuk semua perbuatannya.
Aku menyangkal setan, roh jahat dan semua perbuatannya.

Tuhan Yesus,
aku serahkan seluruh hidupku pada Mu, sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk ke dalam hidupku, Yesus.
Aku terima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku, Penyelamatku.
Sembuhkan aku, rubahlah diriku,
kuatkan tubuh, jiwa dan rohku.
Datanglah kepadaku, Tuhan Yesus,
bungkuslah aku dengan darah Suci Mu.
Penuhi aku dengan Roh Kudus Mu.
Aku cinta pada Mu, Tuhan Yesus.
Aku bersyukur kepada Mu, Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selamanya.
Bunda Maria - Ratu Damai,
para Malaikat kudus, semua orang Kudus,
doakanlah aku. Amin.

PS : "aku" boleh diganti "kami"

Kutipan dari Alkitab:

Yohanes 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17    Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18    Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19    Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20    Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21    tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."

Monday, February 18, 2008

SUDAH DEKAT hari pengadilan, berlarilah kepada Kerahiman Illahi !

St. Petrus katakan : “Di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari” (2 Petrus 3 : 8). Tetapi toh ada tanda-tanda jaman akhir.

Mari kita dengar kata-kata Yesus sendiri : “Banyak jiwa menghilang ke neraka, biarpun Aku telah banyak menderita. Sekarang Aku mau memberi mereka ‘pangkal keselamatan terakhir’, yaitu peringatan Kerahiman-KU. Kalau mereka tidak memuliakan KerahimanKu, mereka akan menghilang untuk selama-lamanya. Tulislah, katakanlah kepada jiwa-jiwa tentang KerahimanKu yang besar, sebab sudah dekat hari yang mengerikan, yaitu hari pengadilan!” (Buku Catatan Harian St. Faustina 17-2-1937).

Pada kesempatan yang lain Yesus menambahkan: “Tulislah. Sebelum Aku datang sebagai Hakim yang Mahaadil, lebih dahulu Aku akan membuka lebar-lebar pintu KerahimanKu. Siapa tak mau melewati pintu Kerahiman, ia akan melewati pintu pengadilan.”

“Untuk menghukum, Aku mempunyai waktu yang abadi. Sekarang tidak mengenal waktu kedatanganKu!” (Buku Cat. Harian III,14)

Bunda Maria berkata kpd St. Faustina : “Engkau harus berbicara tentang Kerahiman Illahi dan mempersiapkan dunia bagi kedatangan Yesus di akhir zaman. O, betapa dahsyatnya hari itu! Sudah ditentukan hari pengadilan, hari murka Allah. Para Malaikat sekalipun akan gemetar! Berbicaralah kpd semua orang tentang Kerahiman yang besar, selama masih ada waktu Kerahiman!”

--------
Devosi kepada Kerahiman Illahi bukan tambahan lagi satu devosi yang bersaingan dengan devosi yang sudah ada. Tetapi devosi kpd Kerahiman Illahi memutuskan nasib / takdir dunia dan seluruh umat manusia.

Tak ada diplomasi atau politik, tak ada kecerdasan dan kepintaran manusia yang bisa menyelamatkan apa yang sedang menuju kehancuran/kebinasaan. Hanya Yesus yang disalibkan dan bangkit, Yesus Maharahim, dapat menyelamatkan kita!

Dan kalau kita dengan tenang (kalau bisa pikir dgn tenang tentang itu) pikir tentang segala kejahatan dalam zaman ini, kita bisa betul-betul takut.

Seandainya tak ada Kerahiman Illahi dunia sudah lama harus dihukum dan hancur lebih dahsyat daripada kota Sodom dan Gomora.

Kain dapat kutukan karena bunuh satu orang yaitu Abil, saudaranya.
Padahal menurut statistik th 1993, tiap HARI 150.000 aborsi dan th 2000 tiap HARI ada 427000 aborsi (yang artinya = tiap MENIT 296 bayi dibunuh!).
Belum lagi segala penganiayaan di seluruh dunia, peperangan, penjajahan, macam-macam ketidakadilan, dll.

Toh, Tuhan Yesus katakan : “TanganKu tidak suka memegang pedang pengadilan. Sebelum hari pengadilan tiba, akan Kukirim hari Kerahiman.” (Buku Cat. Harian V, 155).

St. Paulus menulis : “ Waktu ini adalah waktu perkenanan itu, sesungguhnya hari ini adalah hari penyelamatan itu” (2 Kor 6:2) dan
St. Yohanes menulis : “Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir” (Yoh 2:18).

Oleh sebab itu selama kita masih hidup, marilah kita bergegas berbuat baik! Dan cara paling baik, menyebarluaskan devosi kpd Kerahiman Illahi dan melaksanakan perbuatan kerahiman / belas kasihan setiap hari!

Mazmur 101 : 1 Mazmur Daud. "Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukum, aku hendak bermazmur bagi-Mu, ya TUHAN."
(= aku hendak menyanyikan Kerahiman Tuhan)

Mzm 52 : 10-11 "Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya. Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!"

YESUS, AKU BERHARAP PADAMU ! Amin.

(Dalam 82 kali penampakan utk menjelaskan devosi, 34 kali Tuhan Yesus menjelaskan bahwa HARAPAN adalah syarat mutlak dalam devosi ini. Jezu, Ufam Tobie! = Yesus, aku berharap padaMu! Ini devosi aktif, devosi hidup, bukan devosi pasif.)
----------------------------------

PERBUATAN BELAS KASIHAN / KERAHIMAN
Tetapi Yesus sendiri terus memperingatkan kita agar jangan “devosi kosong”, yang berarti kita rajin berdoa Koronka, tetapi cara hidup kita jauh dari ajaran Yesus dan teladan hidupNya. Sebab betapapun kuatnya iman seseorang, tetapi tanpa PERBUATAN, orang itu tak bisa tertolong. (Buku Cat. Harian II,162)

“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan memperoleh kemurahan” (Mat. 5 : 7). Dan St. Yakobus juga katakan yang sama : “Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati.” (Yak 2 : 20).

Penyebarluasan devosi kpd Kerahiman Illahi tidak memerlukan banyak bicara, melainkan perlu : banyak melakukan belas kasihan, hidup sesuai ajaran Yesus, dan berharap tanpa pamrih kepada KerahimanNya.

Teladan untuk ini bsa kita dapati dalam St. Faustina, semboyannya : “Tiap hari akan kulakukan paling sedikit satu perbuatan belas kasih, karena perbuatan belas kasih itu mudah dilakukan oleh siapa saja, biarpun orang paling miskin sekalipun.”

Pelaksanaan kerahiman bisa dari 3 cara :
- diwujudkan melalui KATA pengampunan dan penghiburan,
- bila tidak mungkin dgn kata-kata, bisa juga terlaksana belas kasihan dengan DOA
- dengan PERBUATAN belas kasih.

Di akhir jaman kita akan diadili menurut tindakan belas kasihan, dan kita akan dapat keputusan kekal sesuai belas kasihan pula. (Buku Cat. Harian III, 43 – juga Mat. 25 : 31-46)

Sumber : Ringkasan pribadi dari buku "URGENSI Devosi kepada Kerahiman Illahi".