Showing posts with label Paulus. Show all posts
Showing posts with label Paulus. Show all posts

Tuesday, July 28, 2009

"Diledakkan" untuk Berubah

Seorang redaktur koran mendengar bahwa SESEORANG bernama Alfred Nobel meninggal dunia, lalu karena ia menyangka itu adalah Nobel si penemu dinamit, maka sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "NOBEL SI PEDAGANG KEMATIAN".

Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.

SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.

SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :

Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).

Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?

Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.

============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================

KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.

Thursday, March 13, 2008

Perhatikanlah Peringatan

Bacaan : 1 Korintus 10:1,5-11
======================================================================
Nats : "Semuanya ini ... dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita"
1Korintus 10:11)
======================================================================

Beberapa bulan setelah terjadi gelombang tsunami Asia yang sangat merusak di bulan Desember 2004, muncul sebuah kisah mengagumkan tentang penduduk Pulau Simuelue yang selamat.
Pulau itu adalah daratan berpenduduk yang paling dekat dengan pusat gempa.

Sebuah berita melaporkan bahwa dari seluruh penduduk pulau terpencil Indonesia yang berjumlah 75.000 jiwa itu, hanya 7 orang yang meninggal ketika gelombang setinggi 9 meter melanda setengah jam setelah terjadi gempa bumi.

Selama puluhan tahun, penduduk itu telah mendengar kisah yang diceritakan nenek moyang mereka tentang gelombang-gelombang raksasa yang telah membinasakan ribuan orang di pulau itu pada tahun 1907.

Jadi, saat tanah berguncang dan air laut surut dari pantai, para penduduk teringat peringatan nenek moyang mereka dan melarikan diri ke dataran yang lebih tinggi.

Pasal 1 Korintus 10 menggambarkan bencana rohani yang dapat kita hindari. Setelah rakyat Israel dibebaskan dari perbudakan di Mesir, mereka selalu berpaling dari Tuhan.

Paulus mengutarakan lagi kelemahan mereka yang selalu terulang dan akibat-akibat yang mencelakakan mereka, dengan menulis: "Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita .... dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita" (ayat 6,11).

Kegagalan mereka dicatat agar kita terhindar dari bencana yang akan terjadi bila kita tidak taat.

Apabila ada tanda-tanda yang memperingatkan hidup kita hari ini, itu berarti sudah saatnya kita lari meninggalkan dosa yang membinasakan diri kita, menuju tempat lebih tinggi, dan memperoleh berkat pengampunan Allah --DCM

DENGAN MEMERHATIKAN PERINGATAN KITA AKAN TERHINDAR DARI BENCANA.

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Sumber asli : "Our Daily Bread" oleh David C. McCasland.

Sunday, March 9, 2008

"Diledakkan" untuk Berubah

Seorang redaktur koran mendengar bahwa SESEORANG bernama Alfred Nobel meninggal dunia, lalu karena ia menyangka itu adalah Nobel si penemu dinamit, maka sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "NOBEL SI PEDAGANG KEMATIAN".

Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.

SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.

SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :

Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).

Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?

Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.

============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================

KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.