Monday, March 10, 2008

Malaikat musik

Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang (2 Korintus 11:14)
============================================================================
Dalam drama musikal karya Andrew Lloyd Weber, "the phantom of the opera", seorang gadis penyanyi bernama Christine Daae mendapat latihan vokal dari seorang pemusik misterius yang disebutnya sebagai "malaikat musik". Christine percaya bahwa pemusik ini adalah malaikat yang dijanjikan ayahnya (yg sdg mendekati ajal), yg dikirimkan kepadanya utk menyempurnakan latihan musiknya.

Seiring bergulirnya cerita, kita jadi tahu bahwa ternyata pelatih misterius itu adalah ternyata orang gila yang ingin menyeretnya ke dunia bawah tanah yg aneh, di bawah gedung opera. "Malaikat musik" menceritakan tentang kejahatan yg disamarkan dalam kebaikan.

Salah satu strategi yg digunakan setan ialah menyamar sbg seorang yg baik.
Paulus berkata kpd kita, "Iblis pun menyamar sebagai malaikat terang" (2 Korintus 11:14). Kata Yunani menterjemahkan kata "menyamar" sbg "berganti rupa, memakai kedok, atau menyamarkan diri sendiri".

Untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi strategi iblis, Allah telah menyediakan semua senjata yg kita perlukan. Dengan mengenakan selengkap senjata Allah, kita akan membuka kedok si jahat yang melawan kita, dan menguatkan langkah rohani kita (Baca Efesus 6:10-18).

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh H. Dennis Fisher.

Cacing dan Buah

Pernahkah anda bertanya mengapa ada makhluk seperti nyamuk atau ular, atau cacing? Mengapa diciptakan binatang merayap, menjijikkan itu?

Sebetulnya cacing punya fungsi penting dan diperlukan.
Amy Stuart dalam bukunya "The earth moved: On the remarkable achievements of earthworms" (Bumi bergerak: Prestasi cacing yg luar biasa) memaparkan bahwa dalam sekitar 1/2 hektar tanah terdapat cacing yang tak terhitung banyaknya, sedang meng-gembur-kan tanah.

Kegiatannya dilakukan dgn diam-diam, tak terlihat, namun mutlak diperlukan, sehingga bila tidak ada cacing, hampir pasti tak ada tumbuh-tumbuhan.

Jadi, apa yg dapat kita pelajari dari cacing? Tidak saja di alam, namun dalam hidup kita juga ada kekuatan2 tak terlihat yg sedang bekerja.

Ada karya doa yg diam2 & tak terlihat dari mereka yg peduli pada kesejahteraan kita (misalnya dari biarawan/ti, atau dari orang tua kita).

Ada pekerjaan dari disiplin jiwa kita sendiri (sewaktu berdoa & merenungkan Firman Tuhan). Dan ada pekerjaan penting Roh Kudus, yang menggemburkan gumpalan tanah jiwa kita, hingga menghasilkan buah-buah Kristus, yaitu "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran ..." (Galatia 5:22,23).

Dalam hidup & di dunia ini, Allah pun memerintahkan banyak pengaruh tak terlihat namun menghasilkan buah. Entah itu melalui cacing yg hina, atau melalui manusia...

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh Vernon C. Grounds.

Menjaga mulut kita

"Siapa yang menjaga mulutnya, memelihara nyawanya, siapa yang lebar bibir, akan ditimpa kebinasaan." (Amsal 13:3)
=============================================================================

Dua wanita sedang membicarakan DIET. Lalu salah seorang berkata, "Saat ini saya lebih mementingkan sesuatu yg KELUAR dari mulut saya, daripada apa yg MASUK ke dalamnya." Ada kebijaksanaan dlm kata2 itu.

Ya, Yesus berkata, "Apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, kesaksian palsu dan hujat. Hal-hal inilah yang menajiskan orang." (Matius 15:18-20).

Sesuatu yang kita katakan akan mempengaruhi orang lain.
"Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang," kata Amsal 12:18.

Juga yang sering kita lupakan adalah pengaruh kata2 kita yg sembrono bagi diri kita sendiri. Pada waktu kita membicarakan orang lain, atau memfitnah orang lain, justru kata2 kita mulai menjatuhkan kita. Sebab kita memuaskan pikiran jahat dan memupuknya, sampai kata2 itu meruntuhkan kita.

Sebaliknya, apabila kita menjaga bibir kita, kita mematahkan pikiran jahat.

"Lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan," lanjut Amsal 12:18. Kita melindungi jiwa kita, dengan melemahkan pikiran jahat yg ingin meruntuhkan kita.

Mintalah kepada Allah untuk MENGAWASI MULUT kita dan BERJAGA PADA PINTU BIBIR kita (sesuai Mazmur 141:3). Kiranya kata2 kita meningkatkan kualitas hidup kita, bukannya merusak / meruntuhkannya.

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper

Selamat datang, kritik

"ORANG BODOH MENOLAK DIDIKAN AYAHNYA, TETAPI SIAPA MENGINDAHKAN TEGURAN ADALAH BIJAK" (AMSAL 15:5)
==============================================================================

Dr. Robert Good, seorang peneliti kanker, pekerja keras, cerdas menerbitkan ide2 baru. Ia punya kemampuan menggunakan semua informasi yg pernah diperoleh.
Tapi, Dr. ini bersedia mengakui jika terjadi kesalahan dalam teorinya. Dan meninggalkan teori itu lebih cepat dari orang lain dlm penelitian medis.

Salah seorang rekannya berkata, "Dr. Good tidak pernah 'MENIKAHI' hipotesa2nya, jadi ia juga tidak merasakan sakitnya 'PERCERAIAN' apabila hipotesanya terbukti salah." :D

Amsal 9 sangat menghargai kesediaan utk menghadapi kesalahan & mengakuinya.

Orang BIJAK sbg orang yg mau belajar dari kesalahannya. Jika ia ditantang, ia menahan diri utk tidak meninggikan punggungnya spt kucing jantan yg terancam. Sebaliknya ia menerima setiap nasehat dgn baik. Dan bahkan nasehat itu penting baginya utk menambah pengetahuan.

Di pihak lain, seorang "pencemooh" jika dikecam, akan menanggapi dgn kemarahan & kebencian. Karena rasa ego yg terlalu besar, ia tidak mau mendengarkan bila kesalahannya dikemukakan.

ORANG YG TIDAK MAU MENDENGARKAN KRITIK TIDAK AKAN PERNAH BELAJAR DARINYA.

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh Martin R. DeHaan II.

Kami menyentuh-Nya !

“Apa yang telah ... kami raba dengan tangan kami ... kami beritakan kepada kamu”
(1 Yohanes 1:1,3)
===============================================================================

Mitologi dipenuhi dengan kisah dewa2 zaman dahulu yg turun dari surga dan mengambil wujud manusia. Namun, tak seorang pun menyentuh mereka. Dewa2 itu merupakan impian yg timbul karena manusia mendambakan Allah, berharap suatu hari dia akan datang mendekat. Penjelmaan Yesus – Allah yg menjadi manusia – adalah pemenuhan dari impian2 tsb.

Pengarang Dorothy Sayers berkata: “Allah tidak dapat menuntut apa pun dari manusia yg belum dituntut-Nya dari diri-Nya sendiri. Dia sendiri telah melalui seluruh pengalaman hidup manusia, mulai dari kekesalan2 sepele, kelelahan fisik akibat kerja keras, kekurangan uang, sampai merasakan betapa ngerinya rasa sakit, penghinaan, kekalahan, putus asa, dan kematian.... Ketika Dia menjadi manusia, Dia berperan sbg manusia. Dia dilahirkan dalam kemiskinan (kandang domba di Betlehem), mati dalam kehinaan (disalib), serta menganggap bahwa hal itu layak dilakukan.”

Penjelmaan Yesus Kristus merupakan bukti yg tak dapat disangkal lagi bahwa Allah akan melakukan apa saja untuk datang mendekati kita.

St. Agustinus berkata: “Allah memberikan diri-Nya sendiri selama bbrp waktu untuk ditangani oleh manusia.” Dan kita memiliki catatan tertulis dari Yohanes, seorang manusia yg benar-benar menyentuh-Nya. Kita dapat mempercayai kesaksiannya – dan kita dapat yakin bahwa Allah ingin berada dekat anda & saya.

Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh David H. Roper

Sunday, March 9, 2008

"Diledakkan" untuk Berubah

Seorang redaktur koran mendengar bahwa SESEORANG bernama Alfred Nobel meninggal dunia, lalu karena ia menyangka itu adalah Nobel si penemu dinamit, maka sang redaktur menerbitkan obituari berjudul "NOBEL SI PEDAGANG KEMATIAN".

Ketika Alfred Nobel penemu dinamit membaca berita itu, yakni tentang kematiannya sendiri, dia seperti orang buta yang tiba2 dapat melihat kembali.

SEJAK HARI ITU, Nobel MENCURAHKAN DIRINYA UTK PERKARA2 KEMANUSIAAN - TERUTAMA PERDAMAIAN.

SAULUS dari Tarsus (yg sering menangkapi & menyiksa para pengikut Kristus, dan kelak menjadi rasul besar St. PAULUS), mengalami perubahan jauh lebih drastis drpd Alfred Nobel :

Dalam perjalanan ke Damsyik utk menangkap orang Kristen, Saulus bertemu dgn Tuhan sendiri. Setelah buta bbrp lama krn pertemuan itu, Saulus menyerahkan sisa hidupnya utk melayani YESUS. Musuh Yesus itu akhirnya menjadi rasul yg berbakti kpd-NYA. (Kisah Para Rasul 9:15,16).

Pengalaman kita sendiri mungkin tdk se-heboh itu, tapi kita harus bertanya kpd diri kita, apakah kita sudah berjumpa dengan Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Tuhan yg telah mengubah arah hidup kita?

Jika anda belum mengalaminya, bukalah Yohanes 3 dan bacalah perkataan Yesus tentang LAHIR KEMBALI.
Lalu dengan doa sederhana yg berisi PENYESALAN DOSA, BUKALAH HATI anda kepada-NYA.
Komitmen yang JUJUR kpd TUHAN akan membawa anda memasuki hubungan baru dgn DIA - hubungan yg ABADI.

============================================================================
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-NYA yang terkasih." (Kolose 1:13)
============================================================================

KESELAMATAN BUKAN SEKEDAR MEMUTUS KEBIASAAN BURUK, TETAPI JUGA MEMBENTUK KARAKTER YG BAIK

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh Vernon C. Grounds.

Kekuatan Seorang Ibu

"Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya." (Amsal 31:26)

"Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya." (Amsal 31:27)

"Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji." (Amsal 31:30)
=========================================================================

Seekor induk tupai berlari cepat melalui kawat listrik sambil membawa bayi di mulutnya. Ia membawa bayinya ke sarang baru yg telah dibuatnya di sebuah pohon. Ia berlari kembali melalui kawat itu, mengambil lagi seekor bayi tupai yg lain, dari sarang lama ke sarang baru.

Terus... ia berlari pulang-pergi sampai 6 bayinya pindah...

Wah, menjadi ibu memang berat.
Benar, kesakitan waktu melahirkan baru merupakan awal.
Betapa pentingnya seorang ibu (manusia) memperhatikan hidup rohaninya sendiri (tidak stress, tetap kuat), supaya dapat mengasuh anak-anaknya. Ya, seorang ibu harus memelihara jiwanya - utk tumbuh dalam hikmat & pengetahuan tentang Allah.

Susanna Wesley adalah seorg ibu yg sibuk dgn 19 anak. Namun ia selalu menyisihkan waktu setiap hari utk bersekutu dgn Allah. Bahkan, kadang2 masih dengan celemek di pinggang, dia menyempatkan berdoa. Pada saat spt itu tidak seorang pun anaknya berani mengganggu.

Wanita yg digambarkan dalam Amsal 31:26-31 (=Puji-pujian untuk istri yang cakap) sangat menjunjung tinggi hikmat, kebaikan, dan hormat kpd Tuhan. Pd hari ini marilah kita menghargai para wanita dalam hidup kita yg membagikan hikmat mereka, menunjukkan kasih kpd kita, dan yg di atas semuanya berusaha utk memuliakan Tuhan.

----- YA ALLAH, BERKATILAH IBU ... SEMUA KEBERADAAN SAYA INI ADALAH BERKAT JASANYA (Abraham Lincoln) -----

Diambil dari buku "Renungan Harian", Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : "Our Daily Bread" oleh David H. Roper.