Tuesday, June 9, 2009

Tritunggal Mahakudus

Tgl 7 Juni yg lalu : Hari Raya TRITUNGGAL MAHAKUDUS.

Sehubungan itu, saya ingin kutipkan Injil Yohanes pasal 1 ayat 1 s.d. 18,
yang baru sy mengerti dgn akal & sy pahami dgn iman belum lama ini.
(Padahal Katolik sejak lahir)

Tapi seingat saya, sejak kecil sy sudah menerima bahwa "3 tapi 1", yaitu
Allah sbg Pencipta, Allah sbg Penebus, Allah sbg Roh Kudus.
Dan Allah sbg Penebus inilah yg ternyata adalah Firman Allah yg menjadi manusia.

Lalu mengapa harus ada Penebus? Karena semua manusia telah berdosa....

Allah begitu Kudus, sementara manusia di tempat dosa,
ada "jurang / pemisah" yg lebar antaranya,
(yang 1 Maha Kudus, yang lain berdosa).
Kebaikan manusia tidaklah cukup utk sampai kepadaNya;
yang bisa menjadi pengantara adalah Penebus yg datang dari Allah sendiri....
Di dalam Dia (Kristus) & melakukan PerintahNya,
barulah kita dibenarkan / diselamatkan. Amin.
(Rm 3:23-26 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.)
Itulah yg sy pahami, semoga Tuhan berkenan... semoga sharing ini bisa berguna utk yg sdg bingung.
(Injil Yohanes 1:1-18) Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.

Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Berikut ini cuplikan dari renungan 7 Juni Ziarah Batin 2009 (harusnya minta ijin dulu, biarpun cuma sebagian):
Misteri Tritunggal Mahakudus adalah misteri terbesar dalam agama Kristen dan dasar dari misteri2 lain. Adanya & maknanya hanya dapat diketahui & dimengerti lewat Wahyu Ilahi saja dan melampaui kemampuan budi (akal) manusia.

Allah yg Esa itu adalah Tritunggal : Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh Kudus juga Allah, namun hanya ada satu Allah saja, satu kodrat dalam tiga Pribadi.

Monday, May 4, 2009

Tentang Kebangkitan

Surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus dari 1 Kor. pasal 15 ayat 1-58

1 Korintus 15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu--kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.
15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus--padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
15:27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
15:28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
15:29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
15:30 Dan kami juga--mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.
15:35 Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: "Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?"
15:36 Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.
15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
15:39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
15:40 Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.
15:41 Kemuliaan matahari lain dari pada kemuliaan bulan, dan kemuliaan bulan lain dari pada kemuliaan bintang-bintang, dan kemuliaan bintang yang satu berbeda dengan kemuliaan bintang yang lain.
15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.
15:50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa.
15:51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
15:52 dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.
15:53 Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati.
15:54 Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan.
15:55 Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56 Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.
15:57 Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.



------------- Kutipan Alkitab diambil dari SABDAWEB on line-----------

Wednesday, February 25, 2009

RABU ABU 25 Feb 2009, Matius 6

Matius 6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

6:2Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:3Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:5"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

6:6Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

6:7Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.

6:9Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

6:14Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

6:16"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

6:19"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

6:25"Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."
--------------------------------------------------------------------------------------
Renungan diambil dari buku Ziarah Batin 2009, penerbit OBOR:
(belum minta ijin, tapi karena bagus, minta maaf menaruh di sini)

Sebuah Retret Agung kita mulai pada hari Rabu Abu ini. Dan kita diajak untuk menaruh kepedulian bersama untuk sebuah fokus perhatian sebagai bukti nyata bahwa kita sedang bertobat, berbalik kepada Allah dan secara konkrit mengubah perilaku yang tidak berkenan kepada-Nya dan merugikan sesama, bahkan semesta alam.

Berpantang dan berpuasa dengan intensitas doa yang mendalam adalah cara lazim dalam mengisi proses Retret Agung ini.
Gereja mempercayakan proses ini pada tanggung jawab individu. Dalam hal ini, kebebasan kita sungguh dihargai, bahwa urusan ini adalah urusan pribadi saya dengan Allah, dengan sesama, dan dgn lingkungan hidup (baik yg manusiawi maupun yg non manusiawi).

Memang yg mendasar perlu diproses adalah sikap hati, batin, jiwa; bukan penampakan lahiriah yang bisa dipamerkan kpd orang lain.
Dengan proses seperti itu dalam terang Kitab Suci seolah kita mau membujuk Allah supaya Dia tidak jadi marah, supaya hukuman tidak jadi ditimpakan kpd kita.

Namun melalui proses Retret Agung yang memang lama dan panjang, kita juga ingin mengalami bahwa dalam hidup ini kita tidak hanya bergantung kpd makanan dan minuman. Dengan kata lain, kita mau menggeser cara hidup kita – yang mungkin cenderung materialistik dan hedonistik – menjadi lebih spiritual, sosial, dan lebih dalam lagi sadar bahwa keberadaan kita bergantung penuh kepada Allah yang MahaKuasa. Kita yang berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu ini diberi kesempatan utk men”charge” diri pada aliran keutamaan Ilahi, seperti iman, harapan dan kasih. Ya, seperti Ayub telah menyadarinya.

Ya Allah Bapa, satu pintaku: menjadi tetap setia kepada-Mu melalui pantang dan puasa; melalui kesulitan-kesulitan melawan hawa nafsu. Bentuklah aku dengan daya Ilahi-Mu untuk menjadi manusia baru. Amin.
.
RABU ABU 25 Feb 2009
Yesaya 58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
58:2Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
58:3"Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!

58:8Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
58:9Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
58:10apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
58:11TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
58:12Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
58:13Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Renungan diambil dari buku Ziarah Batin 2009, penerbit OBOR:
(belum minta ijin, tapi karena bagus, minta maaf menaruh di sini)

Bagaimana sih kita mesti berpuasa? Dari bacaan ini, kita mendapatkan Firman, “Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!”

Aspek sosial sangat menonjol dalam praktek berpuasa seperti dianjurkan dalam kitab Yesaya ini. Untuk itulah APP (aksi puasa pembangunan) sudah dijalankan lebih dari 30 tahun: supaya saudara2 kita tertolong, menerima pemberdayaan, pembebasan dari kekurangan air minum bersih, dari isolasi karena tiadanya jembatan.

Marilah kita tengok lemari kita, marilah kita bersihkan rumah-rumah kita: apakah ada pakaian, barang2, yang menjadi simbol dan saksi ketamakan kita, sementara banyak orang di luar sana kekurangan pakaian, perabotan rumah tangga, dan bahkan tidak punya rumah?

Allah telah menuntut kita untuk melakukan rekonsiliasi atau pendamaian, yakni ketika kita boleh bertobat dan menemukan keselarasan hidup dengan Allah, sesama manusia, dan alam lingkungan hidup.

Ya Tuhan Allah, tumbuhkanlah sikap prihatin dalam diri kami agar melalui pantang dan puasa, keadilan di muka bumi ini semakin terwujud. Amin.
.

Thursday, April 3, 2008

Jadilah penurut-penurut Allah, hidup sebagai anak terang

Baca baik-baik, yg dari kitab Efesus berikut.
Sekarang ini banyak kata-kata hampa (kosong), percabulan, kecemaran (terutama lewat internet).
Hindarkanlah itu, karena katanya tidak ada tempat di Kerajaan Surga utk yg spt itu.
Efesus 5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
5:3 Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
5:4 Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
5:6 Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
5:7 Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka.
5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
5:12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
5:15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
5:17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
5:18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,
5:19 dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
5:20 Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
5:21 dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

Salam damai. Jangan marah ya...

Monday, March 31, 2008

Jesus is God

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."
_____________________________________________________________________________________

For me the article below is very good, so I must put it here. I think this one can be easily understood. Remember that beside our heart, we can also use our mind / brain to know & love God, as Jesus said in Mark 12:29-31 :

(Jesus answered him, "The first of all the commandments [is]: `Hear, O Israel, the LORD our God, the LORD is one.
`And you shall love the LORD your God with all your heart, with all your soul, with all your mind, and with all your strength.' This [is] the first commandment.
"And the second, like [it, is] this: `You shall love your neighbor as yourself.' There is no other commandment greater than these.")


Although, it is much better believing...
Like Jesus told in the Thomas case.
"Blessed are those who have not seen and yet have believed."

Thomas actually represents most of us : man in this modern era, who is very logical, scientifical, and always needs proofs....... :-(.

(John 20:24-26 Now Thomas, called the Twin, one of the twelve, was not with them when Jesus came. The other disciples therefore said to him, "We have seen the Lord." So he said to them, "Unless I see in His hands the print of the nails, and put my finger into the print of the nails, and put my hand into His side, I will not believe."
And after eight days His disciples were again inside, and Thomas with them. Jesus came, the doors being shut, and stood in the midst, and said, "Peace to you!"

20:27 Then He said to Thomas, "Reach your finger here, and look at My hands; and reach your hand [here], and put [it] into My side. Do not be unbelieving, but believing."

20:28 And Thomas answered and said to Him, "My Lord and my God!"

20:29 Jesus said to him, "Thomas, because you have seen Me, you have believed. Blessed [are] those who have not seen and [yet] have believed."

20:30 And truly Jesus did many other signs in the presence of His disciples, which are not written in this book;
20:31 but these are written that you may believe that Jesus is the Christ, the Son of God, and that believing you may have life in His name. )


So just believe, have faith in Him.
Believing is not about emotion, not about feeling, but.... just believe!

Best regards,
Yohanes.
_____________________________________________________________________________________

JESUS IS GOD

(Taken from http://www.allaboutjesuschrist.org/jesus-is-god.htm)

– What does the Bible say about Jesus’ deity?
- Does the Bible, which is the earliest and most historically reliable source, actually say Jesus is God?
- What does it tell us about Jesus and His identity?

Let’s take a brief look at a few of the many passages that clearly and consistently answer that question, straight from the pages of Scripture. We’ll begin by going back an additional 700 years before the life of Christ, to the Old Testament book of Isaiah.

Jesus is God – Prophecies

Divine Messiah predicted in the Old Testament
Isaiah 7:14: “Therefore the Lord himself will give you a sign: The virgin will be with child and will give birth to a son, and will call him Immanuel.”1

“Immanuel” literally means: “God with us.” See also Matthew 1:23; Jesus was “God with us.”

This Messiah would be born a human son, but have a higher nature
Isaiah 9:6: “For to us a child is born, to us a son is given, and the government will be on his shoulders. And He will be called Wonderful Counselor, Mighty God, Everlasting Father, Prince of Peace.”

This was a radical statement coming from a monotheistic Jewish prophet -- especially calling a human being “Mighty God”; but one that God fulfilled centuries later in Christ.

A couple hundred years later, but still more than half a millennium before Jesus walked the earth, more was predicted about the Messiah’s divine nature
Daniel 7:13-14: “There before me was one like a son of man, coming with the clouds of heaven . . . He was given authority, glory and sovereign power; all peoples, nations and men of every language worshiped him. His dominion is an everlasting dominion that will not pass away, and his kingdom is one that will never be destroyed.”

“Son of Man” was the primary title Jesus used for Himself -- and this passage shows that this was a clear and strong claim of deity. And in Mark, the earliest of the four Gospels, He also included the unmistakable phrase, “coming on the clouds of heaven” and applied it to Himself (Mark 14:62). His listeners got the point, refused to believe it, and added it to their reasons to try to kill Him.

Jesus is God – His Earthly Ministry

The baby Jesus worshiped by the Magi (orang Majus, in bahasa Indonesia).
Matthew 2:11: “On coming to the house, they saw the child with his mother Mary, and they bowed down and worshiped him.”

Along with being led to the site where Jesus was born, these Magi were apparently informed by God about Jesus’ divine identity, and so they responded appropriately by worshiping Him.

Jesus accepted worship from His disciples

Matthew 14:32-33: “And when they climbed into the boat, the wind died down. Then those who were in the boat worshiped him, saying, ‘Truly you are the Son of God.’”

In a Jewish culture, only the one true God can be worshiped; their actions show that they acknowledged Jesus as being divine. And Jesus didn’t correct them or say, “Don’t you realize that I’m just a mortal prophet? Stop worshiping me!” Rather, He accepted their worship, knowing He really was God in human flesh.


Jesus’ claim about Himself

John 8:58-59: "‘I tell you the truth,’ Jesus answered, ‘before Abraham was born, I am!’ At this, they picked up stones to stone him, but Jesus hid himself, slipping away from the temple grounds.”

This is a powerful double claim from Jesus: first, that He pre-existed His human birth and was actually alive and present (as God) before Abraham; second, that His title was “I am” -- which was the same title used for Jehovah God in Exodus 3:14. His listeners again got the point, and picked up stones to execute Him!


Another of Jesus’ claims of deity

John 10:30-33: “‘I and the Father are one.’ Again the Jews picked up stones to stone him, but Jesus said to them, ‘I have shown you many great miracles from the Father. For which of these do you stone me?’ ‘We are not stoning you for any of these,’ replied the Jews, ‘but for blasphemy, because you, a mere man, claim to be God.’”

It couldn’t be clearer than it is here: Jesus’ highly educated listeners understood His claim of deity. They only had two possible responses: to humble themselves and bow before Him as the Magi and the disciples had done earlier, or reject His claim and judge Him as a blasphemer. Unfortunately they chose the latter option. But notice that Jesus doesn’t argue with their accusation, because it was accurate. He really was claiming to be God!


Thomas’ response to the resurrected Jesus

John 20:27-29: “Then He said to Thomas, ‘Put your finger here; see my hands. Reach out your hand and put it into my side. Stop doubting and believe.’ Thomas said to him, ‘My Lord and my God!’ Then Jesus told him, ‘Because you have seen me, you have believed; blessed are those who have not seen and yet have believed.’"

This disciple realized, because of Jesus’ resurrection, who Jesus really was -- and humbly worshiped Him and declared His true identity: “My Lord and my God!” Jesus not only accepts this declaration, but blesses all of the disciples -- and all of us today -- who come to the same realization and place of humble worship.

Read Jesus is God Page 2 Now!

(Compliments of Mark Mittelberg)
--------------------------------

Page 2:
Jesus is God – He is Worshipped

Jesus accepted worship prior to His ascension
Matthew 28:16-17: “Then the eleven disciples went to Galilee, to the mountain where Jesus had told them to go. When they saw him, they worshiped him; but some doubted.”

Note that Jesus was worshiped at His birth, throughout His ministry, after His resurrection, and again here -- right before His physical ascension into heaven. His divine nature, as a member of the Godhead (along with the Father and the Holy Spirit), was never questioned by Him or by those who really knew who He was and followed Him.

Paul’s understanding as an apostle and leader of the church
Colossians 1:15-16; 2:9: “He is the image of the invisible God, the firstborn over all creation. For by him all things were created: things in heaven and on earth, visible and invisible, whether thrones or powers or rulers or authorities; all things were created by him and for him. . . . For in Christ all the fullness of the Deity lives in bodily form. . .”

And in Titus 2:13-14 Paul refers to him as “our great God and Savior, Jesus Christ, who gave himself for us to redeem us. . .”

Paul’s letters were some of the earliest Christian writings, with most of them actually pre-dating the four Gospels -- yet they make some of the strongest statements concerning the first church’s clear understanding of Jesus as the Creator; God in human form.

Jesus will be worshiped by every creature in heaven

Revelation 5:13-14: “Then I heard every creature in heaven and on earth and under the earth and on the sea, and all that is in them, singing: ‘To him who sits on the throne and to the Lamb be praise and honor and glory and power, for ever and ever!’ The four living creatures said, ‘Amen,’ and the elders fell down and worshiped.”

The last book in the Bible points prophetically to the time where every living creature will know and acknowledge that Jesus, the “Lamb of God, who takes away the sin of the world” (John 1:29) is also the God who we must praise, honor, and worship -- and certainly no mere mortal whose identity needed upgrading by some Roman emperor hundreds of years after He walked this planet!


Jesus is God – Why this matters so much

But Jesus and His followers made the truth very clear, as we’ve seen in the pages of the earliest records, concerning who He was and is -- and how imperative it is that we understand and embrace that truth. Look at His sobering words about the vital importance of His identity.

“I am the light of the world. Whoever follows me will never walk in darkness, but will have the light of life. . . .

“But you have no idea where I come from or where I am going. . .You do not know me or my Father. . .I told you that you would die in your sins; if you do not believe that I am the one I claim to be, you will indeed die in your sins.”

“. . .Even as He spoke, many put their faith in him. To [them] Jesus said, ‘If you hold to my teaching, you are really my disciples. Then you will know the truth, and the truth will set you free.’"

- Jesus, recorded in John chapter 8

(Compliments of Mark Mittelberg)

-----------------------------------------------------------
Want to know more about Jesus? Click here.
-----------------------------------------------------------

Iman kepada Tuhan yang disertai perbuatan


Tidak akan cukup kebaikan kita untuk menebus dosa kita.
Kebaikan kita bagaikan "kain compang-camping" dibanding kebaikan Tuhan.

Hanya Yesus Kristus, Firman Allah yang hidup, Tuhan yang menjelma menjadi manusia, yang menebus kita dari dosa...

Membayar hukuman yang harusnya kita terima sebagai akibat dosa.
Ketika DIA menderita di taman Zaitun (Getsemani), dosa kita lah yang dia lihat, dosa manusia sampai ke jaman ini, sehingga Dia semakin bersungguh-sungguh berdoa, sampai keringatNya "terlihat seperti titik-titik darah yang jatuh ke tanah".
Kenapa perlu dituliskan ini? Karena "tanah" maksudnya adalah manusia.

Ketika Dia dihina, ditendang, dicambuk, dicerca, dihujat dan Dia diam tidak melawan..., ketika Dia disalibkan..., yang Dia bayangkan adalah kita-kita ini manusia...
Karena cintaNya dia rela menderita, Dia tanggung semua kesakitan dengan diam...

Bagaikan seorang kekasih yg menjadi tawanan di negeri seberang, namun bertahan untuk bisa pulang bertemu kekasih hatinya.
Akankah ketika Dia pulang, mengetuk pintu hati kita, Dia mendapati kita TETAP SETIA?

--- diilhami dari salah satu khotbah Pendeta dari Tiberias Ministry ---

Pertanyaan selanjutnya: bagaimana kita tahu bahwa seseorang sudah lahir baru (dalam Roh)? Adakah bukti yang dapat terlihat nyata? Dari Renungan Harian Selasa 11 Sept 2012:
Yakobus memberi jawaban yang tepat: perhatikan perbuatannya!
Apakah gunanya saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? (Yak. 2:14).
 
Apa yang diperbuat seseorang mencerminkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran.
Jika tutur lakunya sama sekali tidak mencerminkan orang yang sudah diselamatkan, imannya patut dipertanyakan (Yak. 2 ayat 15-17). Yakobus memberi contoh tentang Abraham dan Rahab. Kita tidak bisa membaca pikiran & hati mereka, tetapi bisa lihat bahwa mereka percaya kepada Allah melalui perbuatan mereka.
Wajar saja kalau orang meragukan iman kita karena tindakan yang tidak menunjukkan pertobatan. Kalau kita konsisten berkanjang dalam kebiasaan buruk / dosa dan tidak merasa resah dengan ketidaktaatan kita, maka waspadalah. Bandingkan bagaimana tutur laku dan kebiasaan sebelum & sesudah menerima Kristus. Perbuatan apa saja yang menunjukkan bahwa kita telah diselamatkan / diubahkan oleh kasih karunia Kristus?
HANYA OLEH KARENA IMAN seseorang dapat DISELAMATKAN.
HANYA MELALUI KETAATAN KEPADA ALLAH, iman dapat DIBUKTIKAN.

Ya, saya teringat ini:
IMAN TANPA PERBUATAN pada hakekatnya MATI. Seperti tubuh tanpa jiwa.
Yakobus 2:17    Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

ALLAH ADALAH KASIH. Semua yang berbuat baik berasal dari Allah. Katakanlah seorang tidak mengenal Yesus, tapi selama hidupnya dia telah mengerjakan perbuatan Kasih spt Kristus, menandakan Roh Kudus ada dalam hatinya yg memampukan dia melakukan ajaran Kristus...
1 Yohanes 4:8    Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Doa berikut dari buku doa Katolik:

Tuhan Yesus,
Aku datang menghadap Engkau, dalam keadaanku seperti ini.
Mohon ampun atas segala dosaku.
Aku menyesal atas segala dosa-dosaku, mohon aku diampuni.
Di dalam nama MU,
aku mau maafkan semua orang yang membenciku, termasuk semua perbuatannya.
Aku menyangkal setan, roh jahat dan semua perbuatannya.

Tuhan Yesus,
aku serahkan seluruh hidupku pada Mu, sekarang dan selamanya.
Aku mengundang Engkau masuk ke dalam hidupku, Yesus.
Aku terima Engkau sebagai Tuhanku, Allahku, Penyelamatku.
Sembuhkan aku, rubahlah diriku,
kuatkan tubuh, jiwa dan rohku.
Datanglah kepadaku, Tuhan Yesus,
bungkuslah aku dengan darah Suci Mu.
Penuhi aku dengan Roh Kudus Mu.
Aku cinta pada Mu, Tuhan Yesus.
Aku bersyukur kepada Mu, Yesus.
Aku mau mengikuti Engkau setiap hari dan selamanya.
Bunda Maria - Ratu Damai,
para Malaikat kudus, semua orang Kudus,
doakanlah aku. Amin.

PS : "aku" boleh diganti "kami"

Kutipan dari Alkitab:

Yohanes 3:16    Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17    Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18    Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19    Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20    Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21    tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah."