Nats : "Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam hal ini: Ketika kita masih berdosa, Kristus telah mati untuk kita" (Roma 5:8)
=================================================================
DILEPASKAN OLEH SALIB
Bacaan : Matius 27:33-50
Dalam mitologi Yunani kuno, pahlawan Prometheus ditangkap dan dirantai di puncak gunung. Di sana ia dihukum untuk selama-lamanya. Setiap hari, seekor rajawali raksasa datang untuk memakan hatinya.
Hermes datang kepadanya dan berkata, "Jangan harap penderitaanmu akan berakhir kecuali seorang dewa datang menggantikan siksaanmu, dan siap turun bagimu ke dalam kerajaan Hades (dewa kematian)."
Menurut mitologi tersebut, hal ini dilakukan oleh Dewa Chiron yang bijak dan adil, yang rela mengorbankan dirinya sendiri bagi Prometheus dan membebaskannya dari siksaan.
Dalam beberapa hal, kisah ini merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada kita saat Yesus mati di kayu salib. Manusia telah terikat oleh dosa, dan tak ada harapan bagi manusia untuk terlepas dari dosa kecuali Allah menggantikan.
Dan itulah yang benar-benar terjadi. Yesus Kristus, Putra Allah, mati untuk menggantikan kita dan membayar hukuman dosa kita. Dia menyediakan jalan bagi kita untuk terlepas dari hukuman kekal.
Meskipun kita menyediakan diri untuk menulis dalam seribu hari, kita tetap tak dapat mengungkapkan dengan sempurna arti pengurbanan Kristus bagi penebusan dosa seluruh umat manusia. Makna sejatinya jauh melebihi pemahaman kita.
Apakah Anda telah mengakui dosa-dosa Anda dan meminta Yesus Kristus menjadi Juru Selamat pribadi Anda? Jika belum, hari ini adalah saat yang paling tepat. Percayalah kepada-Nya, dan Anda akan tahu apakah artinya terlepas dari rantai dosa karena salib -
KELUARLAH DARI PERBUDAKAN DOSA DAN
MASUKILAH KEBEBASAN YANG MENYELAMATKAN -- PERCAYALAH KEPADA KRISTUS
Dari "Renungan Harian" Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by David C. Egner.
Friday, March 28, 2008
Siapa Pemilik anda?
Nats : "Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (Mazmur 24:1)
=================================================================
SIAPA PEMILIK ANDA?
Bacaan : Mazmur 24
"Engkau bukan pemimpinku!" Pernahkah Anda mendengar seorang anak mengucapkan perkataan ini kepada seseorang yang berkuasa? Beginilah upaya si anak untuk menuntut kebebasannya.
Namun, ini tidak hanya terjadi pada anak-anak. Berapa pun usia kita, kita tidak suka apabila seseorang mendikte apa yang harus kita lakukan. Masalahnya, orang itu dapat meminta kita melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan, atau menempatkan kita dalam situasi yang tidak kita inginkan.
Di situlah muncul ketakutan untuk mempercayai Allah. Karena takut memercayakan hidup kita kepada-Nya, kita lebih suka berkilah dan berkata, "Engkau bukan pemimpinku."
Jalan pikiran seperti ini mengandung masalah serius: ini sama sekali tidak benar. Kenyataannya, kita tidak dapat berkata kepada Allah bahwa Dia tidak memegang kendali. Dalam Mazmur 24, Daud berkata, "Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (ayat 1). Allah adalah pemimpin dari "mereka yang berdiam" di dunia. Dan itu berarti kita semua, umat manusia.
Karena itu, tanggapan kita untuk memercayai Dia dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya muncul apabila kita mengakui kuasa-Nya. Kita berkata kepada-Nya, "Tuhan, Engkaulah pemimpinku! Aku mengakui kepemilikan-Mu, dan aku mau bekerja sama dengan-Mu untuk menyempurnakan kehendak-Mu."
Kita adalah milik Allah. Dialah yang bertanggung jawab atas diri kita. Tugas kita adalah mempercayai Dia dan hidup bagi-Nya
KAMU BUKAN MILIK KAMU SENDIRI .... KAMU TELAH DIBELI
DAN HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR -- 1 Korintus 6:19b,20
Dari "Renungan Harian" - Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by J. David Branon.
=================================================================
SIAPA PEMILIK ANDA?
Bacaan : Mazmur 24
"Engkau bukan pemimpinku!" Pernahkah Anda mendengar seorang anak mengucapkan perkataan ini kepada seseorang yang berkuasa? Beginilah upaya si anak untuk menuntut kebebasannya.
Namun, ini tidak hanya terjadi pada anak-anak. Berapa pun usia kita, kita tidak suka apabila seseorang mendikte apa yang harus kita lakukan. Masalahnya, orang itu dapat meminta kita melakukan sesuatu yang tidak ingin kita lakukan, atau menempatkan kita dalam situasi yang tidak kita inginkan.
Di situlah muncul ketakutan untuk mempercayai Allah. Karena takut memercayakan hidup kita kepada-Nya, kita lebih suka berkilah dan berkata, "Engkau bukan pemimpinku."
Jalan pikiran seperti ini mengandung masalah serius: ini sama sekali tidak benar. Kenyataannya, kita tidak dapat berkata kepada Allah bahwa Dia tidak memegang kendali. Dalam Mazmur 24, Daud berkata, "Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya" (ayat 1). Allah adalah pemimpin dari "mereka yang berdiam" di dunia. Dan itu berarti kita semua, umat manusia.
Karena itu, tanggapan kita untuk memercayai Dia dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya muncul apabila kita mengakui kuasa-Nya. Kita berkata kepada-Nya, "Tuhan, Engkaulah pemimpinku! Aku mengakui kepemilikan-Mu, dan aku mau bekerja sama dengan-Mu untuk menyempurnakan kehendak-Mu."
Kita adalah milik Allah. Dialah yang bertanggung jawab atas diri kita. Tugas kita adalah mempercayai Dia dan hidup bagi-Nya
KAMU BUKAN MILIK KAMU SENDIRI .... KAMU TELAH DIBELI
DAN HARGANYA TELAH LUNAS DIBAYAR -- 1 Korintus 6:19b,20
Dari "Renungan Harian" - Yay. Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by J. David Branon.
Lihat, siapa yang membaca anda
Nats : "Maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini" (1 Petrus 1:17)
=================================================================
LIHAT SIAPA YANG MEMBACA ANDA
Bacaan : 1 Petrus 1:13-25
Saya pernah mendengar tentang seorang hakim yang menggunakan stiker bemper untuk mendorong seseorang agar mengendarai mobil dengan baik.
Dalam sidang ia menawarkan dua pilihan hukuman pada orang yang bersalah karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Pilihan pertama adalah dengan menempelkan pesan berikut di bemper kendaraan mereka: "Mobil ini milik seorang pemabuk yang sedang dihukum."
Hampir semua pelanggar lebih senang dengan pilihan kedua: Mengikuti program pengobatan pecandu alkohol.
Kebanyakan orang lebih memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka dan ingin menjaga kesan yang baik. Untuk perilaku-perilaku tertentu, orang juga tidak mau menanggung malu.
Sebagai contoh, sedikit dari kita yang mau berjalan berkeliling dengan tulisan pada punggung yang berbunyi: "Bahaya: saya orang Kristen yang tidak pernah meluangkan waktu untuk berdoa atau membaca Alkitab."
Kita pun tidak akan mau memakai tulisan yang berbunyi:
"Peringatan: saya anak Allah yang terlalu banyak bergosip" atau
"Berhati-hatilah: saya dikuasai oleh nafsu dan bukan kasih."
Jika Allah menghendaki kita memakai tanda-tanda seperti itu, apakah keinginan kita untuk dihormati orang lain membuat kita takut menyatakan kondisi rohani kita yang sesungguhnya?
Cara kita menjawab pertanyaan tersebut akan berbicara banyak tentang rasa malu kita di hadapan Tuhan, yang selalu menilai kita dengan tepat (1 Petrus 1:17).
Apakah mungkin kita lebih takut pada pendapat orang lain daripada pendapat-Nya?
It matters not what others says
In ridicule or fun;
I want to live that
I may hear Him say to me, "Well done." --Beers
HIDUPLAH DEMI PERKENAN ALLAH
DAN BUKAN DEMI PERKENAN MANUSIA
Diambil dari "Renungan Harian" - Yayasan Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by Martin R. DeHaan II
=================================================================
LIHAT SIAPA YANG MEMBACA ANDA
Bacaan : 1 Petrus 1:13-25
Saya pernah mendengar tentang seorang hakim yang menggunakan stiker bemper untuk mendorong seseorang agar mengendarai mobil dengan baik.
Dalam sidang ia menawarkan dua pilihan hukuman pada orang yang bersalah karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Pilihan pertama adalah dengan menempelkan pesan berikut di bemper kendaraan mereka: "Mobil ini milik seorang pemabuk yang sedang dihukum."
Hampir semua pelanggar lebih senang dengan pilihan kedua: Mengikuti program pengobatan pecandu alkohol.
Kebanyakan orang lebih memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang mereka dan ingin menjaga kesan yang baik. Untuk perilaku-perilaku tertentu, orang juga tidak mau menanggung malu.
Sebagai contoh, sedikit dari kita yang mau berjalan berkeliling dengan tulisan pada punggung yang berbunyi: "Bahaya: saya orang Kristen yang tidak pernah meluangkan waktu untuk berdoa atau membaca Alkitab."
Kita pun tidak akan mau memakai tulisan yang berbunyi:
"Peringatan: saya anak Allah yang terlalu banyak bergosip" atau
"Berhati-hatilah: saya dikuasai oleh nafsu dan bukan kasih."
Jika Allah menghendaki kita memakai tanda-tanda seperti itu, apakah keinginan kita untuk dihormati orang lain membuat kita takut menyatakan kondisi rohani kita yang sesungguhnya?
Cara kita menjawab pertanyaan tersebut akan berbicara banyak tentang rasa malu kita di hadapan Tuhan, yang selalu menilai kita dengan tepat (1 Petrus 1:17).
Apakah mungkin kita lebih takut pada pendapat orang lain daripada pendapat-Nya?
It matters not what others says
In ridicule or fun;
I want to live that
I may hear Him say to me, "Well done." --Beers
HIDUPLAH DEMI PERKENAN ALLAH
DAN BUKAN DEMI PERKENAN MANUSIA
Diambil dari "Renungan Harian" - Yayasan Gloria, Yogyakarta / "Our Daily Bread" by Martin R. DeHaan II
Friday, March 21, 2008
NOVENA KERAHIMAN ILLAHI Hari 1-9
NOVENA KERAHIMAN ILLAHI, dimulai hari ini (Jumat Agung), diakhiri pada Pesta Kerahiman Illahi (= hari Minggu pertama sesudah Paskah).
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 1
HARI PERTAMA – JUMAT AGUNG
DOA UNTUK SEGENAP UMAT MANUSIA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku segenap umat manusia,
khususnya semua pendosa,
lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.
Dengan demikian engkau akan menghibur Aku dalam kesedihan mendalam
yang diakibatkan oleh hilangnya jiwa-jiwa manusia.”
(BCH, #1210)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, ciriMu yang khas ialah mengasihani kami dan mengampuni kami. Janganlah Engkau memandang dosa-dosa kami, melainkan keyakinan kami akan kebaikanMu yang tak terhingga, dan terimalah kami semua dalam kediaman HatiMu yang maharahim dan jangan biarkan kami terlepas daripadanya, selama-lamanya. Kami memohon Engkau demi kasihMu yang mempersatukan Engkau dengan Bapa dan Roh Kudus.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman segenap umat manusia, khususnya para pendosa malang yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang penuh belas kasihan. Demi sengsaraNya yang pedih, tunjukkanlah kepada mereka kerahimanMu, supaya kami dapat memuji kemaha-kuasaan kerahimanMu, sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 2
HARI KEDUA – SABTU SUCI
UNTUK PARA IMAM, BIARAWAN-BIARAWATI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati, lalu benamkanlah mereka dalam kerahimanKu yang tak terselami dalamnya. Jiwa-jiwa itu telah menguatkan Aku untuk bertahan dalam sengsara yang pedih. Melalui jiwa-jiwa itu mengalirlah kerahiman-Ku atas segenap manusia.” (BCH, #1212)
DOA:
Pemimpin/Sendiri: Yesus yang maharahim, Engkau asal segala kebaikan. Pergandakanlah dalam diri kami rahmat, supaya kami melakukan perbuatan-perbuatan belas kasihan yang layak, supaya mereka yang melihat kami, memuji Bapa kerahiman yang di surga.
Umat/Sendiri: Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu kelompok orang-orang pilihan dalam kebun anggur-Mu, jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati. Karuniakanlah kepada mereka kekuatan berkat-Mu, dan demi perasaan-perasaan Hati Putra-Mu, tempat jiwa-jiwa itu tertampung, berilah mereka kekuatan dan terang-Mu, supaya mereka dapat menuntun orang-orang lain di jalan menuju keselamatan untuk bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu yang tak terselami sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 3
HARI KETIGA – HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
UNTUK ORANG-ORANG SALEH DAN SETIA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku semua jiwa orang saleh dan setia, lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu telah menghibur Aku di Jalan Salib-Ku. Mereka menjadi setetes penghiburan-Ku di tengah-tengah lautan kepahitan.” (BCH, #1214)
DOA:
Pemimpin/sendiri:
Yesus yang maharahim, yang dari perbendaharaan kerahiman-Mu dengan berlimpah-limpah mengaruniakan rahmat-Mu kepada semua orang, terimalah kami dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan jangan melepaskan kami sepanjang masa. Kami memohon ini demi kasih-Mu yang tak terpahami, yang menyala dalam Hati-Mu kepada Bapa surgawi.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman semua jiwa yang setia sebagai warisan Putra-Mu. Demi sengsara-Nya yang pedih, berilah kepada mereka berkat-Mu supaya mereka tidak kehilangan kasih dan harta iman suci, tetapi bersama dengan semua malaikat dan para kudus memuliakan kerahiman-Mu yang tak terhingga sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 4
HARI KEEMPAT – SENIN DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG BELUM PERCAYA KEPADA ALLAH
KHUSUSNYA MEREKA YANG BELUM MENGENAL KRISTUS
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku orang-orang yang belum percaya kepada Allah, khususnya mereka yang belum mengenal Aku. Mereka pun telah Kupikirkan di saat-saat sengsara-Ku yang pedih, sedangkan semangat mereka di masa kemudian telah menghibur Hati-Ku. Benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.” (BCH, #1216)
DOA
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, cahaya seluruh dunia, terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa semua orang yang tidak mengenal Allah dan yang belum mengenal Engkau. Semoga sinar rahmat-Mu menerangi mereka, supaya mereka pun, bersama kami, memuliakan kerahiman-Mu yang ajaib, dan jangan membiarkan mereka terlepas dari kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa-jiwa semua orang yang belum mengenal Engkau, tetapi yang sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Tariklah mereka kepada terang Injil. Mereka tidak tahu, betapa bahagianya mengasihi Engkau. Buatlah, supaya mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 5
HARI KELIMA – SELASA DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG MEMISAHKAN DIRI DARI GEREJA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa saudara-saudara yang terpisah, dan benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Pada waktu sengsara yang pedih, mereka mengoyakkan tubuh dan Hati-Ku, yaitu Gereja-Ku. Bila mereka kembali dan bersatu dengan Gereja, luka-luka-Ku menjadi sembuh, sehingga sengsara-Ku menjadi lebih ringan.” (BCH, #1218)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkau kebaikan semata-mata. Engkau tidak menolak memberi terang kepada mereka yang memintanya daripada-Mu. Terimalah ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa saudara yang terpisah dengan kami, dan tariklah mereka dengan terang-Mu kepada persatuan dengan Gereja. Jangan melepaskan mereka dari kediaman hati-Mu yang maharahim dan buatlah agar mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa semua saudara yang terpisah, terutama mereka yang memboroskan kebaikan-Mu dan menyia-nyiakan rahmat-Mu dengan tetap tinggal dalam kesesatan. Janganlah memandang kesalahan-kesalahan mereka, melainkan kasih Putra-Mu serta sengsara-Nya yang pahit, yang ditanggung-Nya bagi mereka, sebab mereka pun tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Buatlah agar mereka pun memuliakan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin. –
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 6
HARI KEENAM – RABU DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ANAK-ANAK DAN ORANG-ORANG YANG LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan rendah hati serta anak-anak kecil, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Hati-Ku. Merekalah yang menguatkan Aku pada saat-saat pedih ajal-Ku. Aku melihat mereka sebagai malaikat-malaikat dunia yang akan berjaga-jaga sekitar altar-altar-Ku. Aku mencurahkan karunia-karunia-Ku atas mereka itu. Karunia-Ku hanya dapat diterima orang yang rendah hati. Orang yang rendah hatinya Kulimpahi kepercayaan-Ku.” (BCH, 1220)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkau sendiri telah berkata, Belajarlah pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan jiwa-jiwa anak kecil. Jiwa-jiwa itu memukau seluruh surga dan secara khusus diperkenan oleh Bapa surgawi; mereka itu karangan bunga yang harum di depan takhta Allah, wangi harum yang dinikmati Allah sendiri. Jiwa-jiwa itu berdiam tetap dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan tanpa henti-hentinya mengidungkan madah kasih dan kerahiman selama-lamanya.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang lemah lembut, rendah hati serta anak-anak kecil yang tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Putra-Mu; keharuman jiwa-jiwa itu naik dari bumi dan sampai ke tahta-Mu. Bapa kerahiman dan segala kebaikan, demi kasih dan perkenan-Mu kepada jiwa-jiwa itu, aku mohon dengan sangat: berkatilah seluruh dunia, agar semua jiwa bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu selama-lamanya. Amin. –
Lalu disambung dengan Koronka seperti di atas
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 7
HARI KETUJUH – KAMIS DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN KERAHIMAN TUHAN
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, antarkanlah kepada-Ku jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling menderita karena sengsara-Ku dan menembus masuk secara paling dalam ke dalam roh-Ku. Dalam hidup yang akan datang, jiwa-jiwa itu akan bersinar memancarkan terang yang istimewa. Seorang pun dari mereka tidak akan mengalami api neraka. Masing-masing jiwa itu akan Kubela secara khusus pada saat kematiannya.” (BCH, #1224)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, hati-Mu adalah kasih semata-mata. Terimalah ke dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kebesaran kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu tangguh karena berkekuatan Allah sendiri; dalam siksaan dan hambatan apapun mereka maju terus karena mengandalkan kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu dipersatukan dengan Yesus serta memikul umat manusia atas bahu mereka. Jiwa-jiwa itu tidak akan diadili secara keras, tetapi kerahiman-Mu akan meliputi mereka pada saat ajal mereka.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang memuliakan dan menghormati sifat-Mu yang paling agung, yaitu kerahiman-Mu yang tak terselami, dan yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang Maharahim. Jiwa-jiwa itu adalah Injil yang hidup, tangan mereka penuh dengan perbuatan-perbuatan belas kasihan, sedangkan hati mereka yang penuh sukacita mengidungkan lagu kerahiman bagi Yang Mahatinggi. Aku mohon kepada-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kepada mereka kerahiman-Mu seturut kepercayaan dan pengharapan yang mereka tujukan kepada-Mu. Biarlah tergenapi pada mereka janji Yesus yang telah bersabda, bahwa jiwa-jiwa yang akan memuliakan kerahiman-Nya yang tak terselami, akan dibela oleh-Nya sendiri sebagai kemuliaan-Nya sendiri, dalam hidup ini, khususnya pada saat ajal mereka. Amin.
- Disambung dengan Koronka seperti di atas.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 8
HARI KEDELAPAN – JUMAT DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK JIWA-JIWA DI API PENCUCIAN
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang berada dalam kurungan api penyucian, dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Biarlah aliran-aliran Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa itu sangat Kukasihi. Mereka sedang menebus keadilan-Ku. Engkau mampu memberi kelegaan kepada mereka. Ambillah dari perbendaharaan Gereja segala indulgensi dan persembahkanlah itu bagi mereka. Oh, seandainya engkau mengetahui sengsara mereka, tentu tanpa henti-hentinya, demi mereka itu, akan kau persembahkan amal rohani serta membayar lunas utang-utang mereka terhadap keadilan-Ku.” (BCH, #1226)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang meharahim, Engkau sendiri telah berkata bahwa kerahimanlah yang Kau kehendaki; maka aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang maharahim jiwa-jiwa yang di api penyucian, yaitu jiwa-jiwa yang sangat Engkau kasihi, namun masih harus melunasi hutang terhadap keadilan-Mu. Semoga aliran-aliran Darah dan Air yang telah memancar dari Hati-Mu, memadamkan nyala-nyala api penyucian, supaya di situ pun kerahiman-Mu dipuji.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang menderita dalam api penyucian, dan yanvg sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Demi sengsara pedih Yesus, Putra-Mu, dan demi kepahitan yang memenuhi Jiwa-Nya yang tersuci, aku mohon kepada-Mu: tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada jiwa-jiwa yang sedang Engkau pandang dengan mata-Mu yang adil. Janganlah Engkau memandang mereka dengan cara lain, kecuali melalui luka-luka Yesus, Putra-Mu yang terkasih, sebab kami percaya bahwa kebaikan-Mu dan belas-kasih-Mu tidak terhingga. Amin.
- Doa Koronka
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 9
HARI KESEMBILAN – SABTU DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK JIWA-JIWA YANG ACUH TAK ACUH
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang acuk tak acuh dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu melukai Hati-Ku secara paling mendalam. Di Taman Getsemani, dalam jiwa-Ku timbul rasa penolakan yang paling mendalam terhadap jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Merekalah yang menjadi penyebab Aku berkata “Bapa, jauhkanlah piala ini daripada-Ku, bila demikianlah kehendak-Mu.” Pertolongan terakhir bagi mereka ialah bernaung di bawah perlindungan kerahiman Ku.” (BCH, #1228)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkaulah belas kasih semata-mata. Aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Biarlah dalam api kasih-Mu yang murni, jiwa-jiwa yang sudah membeku, yang mirip mayat dan yang telah menimbulkan rasa penolakan dalam diri-Mu itu, menjadi hangat kembali. Ya Yesus yang maharahim, manfaatkanlah kemahakuasaan kerahiman-Mu, dan tariklah mereka ke dalam kehangatan kasih-Mu serta anugerahkanlah kasih kepada mereka, sebab Engkau mampu melakukan segala-galanya.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang acuh tak acuh, yang sudah tertampung dalam Hati Putra-Mu yang penuh belas kasihan. Ya Bapa yang maharahim, demi sengsara Putra-Mu yang pedih dan demi ajal-Nya di salib selama tiga jam, aku mohon dengan sangat kepada-Mu: izinkanlah agar mereka pun memuliakan samudera kerahiman-Mu. Amin.
- Doa Koronka
____________________________________________________________________
DOA KERAHIMAN ILLAHI
CHAPLET OF MERCY
(K O R O N K A)
Doa selengkapnya yang didaraskan dengan bantuan rosario biasa:
"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."
"Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.
O sumber kehidupan, Kerahiman Illahi yg tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami."
"O, darah dan air, yang telah memancar dari Hati Kudus Yesus, sebagai sumber kerahiman bagi kami; Yesus aku berharap pada-Mu." (3x)
"Bapa Kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin."
"Salam Maria, penuh rahmat. Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah.
Doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan pada waktu kami mati. Amin."
"Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi,
dan akan Yesus Kristus Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria,
yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan wafat dan dimakamkan,
yang turun ke tempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa,
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal. Amin."
(Pada setiap manik Bapa Kami, diucapkan doa berikut:)
"Bapa Yang Kekal, kupersembahkan pada-Mu: Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
demi penebusan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia."
(Pada setiap manik Salam Maria, diucapkan doa berikut:)
"Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
(Setelah selesai 5 x 10, Koronka ditutup dengan doa :
"Allah Yang Kudus, Kudus & Maha Kuasa, Kudus & Kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia." (3x)
"Bapa yang kekal,maha pengampun,dan sumber kasih sayang tak kenal lelah, kasihanilah kami.
Limpahkanlah rahmat-Mu,
sehingga kami takkan meninggalkan-Mu, di saat paling sulit sekalipun. Namun dgn ketabahan hati,
kami menyerahkan diri kepada kehendak-Mu yang kudus. Amin."
"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."
____________________________________________________________________
CATATAN : Lihat juga
1. "The Divine Mercy Message and Devotion" by Fr Seraphim Michalenko, MIC and Vinny Flynn; published by the Archdiocesan Divine Mercy Devotion, Singapore;
2. The Divine Mercy; www.thedivinemercy.org;
3. YESAYA: www.indocell.net/yesaya
4. http://kerahiman.blogspot.com
5.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 1
HARI PERTAMA – JUMAT AGUNG
DOA UNTUK SEGENAP UMAT MANUSIA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku segenap umat manusia,
khususnya semua pendosa,
lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.
Dengan demikian engkau akan menghibur Aku dalam kesedihan mendalam
yang diakibatkan oleh hilangnya jiwa-jiwa manusia.”
(BCH, #1210)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, ciriMu yang khas ialah mengasihani kami dan mengampuni kami. Janganlah Engkau memandang dosa-dosa kami, melainkan keyakinan kami akan kebaikanMu yang tak terhingga, dan terimalah kami semua dalam kediaman HatiMu yang maharahim dan jangan biarkan kami terlepas daripadanya, selama-lamanya. Kami memohon Engkau demi kasihMu yang mempersatukan Engkau dengan Bapa dan Roh Kudus.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman segenap umat manusia, khususnya para pendosa malang yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang penuh belas kasihan. Demi sengsaraNya yang pedih, tunjukkanlah kepada mereka kerahimanMu, supaya kami dapat memuji kemaha-kuasaan kerahimanMu, sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 2
HARI KEDUA – SABTU SUCI
UNTUK PARA IMAM, BIARAWAN-BIARAWATI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepadaKu jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati, lalu benamkanlah mereka dalam kerahimanKu yang tak terselami dalamnya. Jiwa-jiwa itu telah menguatkan Aku untuk bertahan dalam sengsara yang pedih. Melalui jiwa-jiwa itu mengalirlah kerahiman-Ku atas segenap manusia.” (BCH, #1212)
DOA:
Pemimpin/Sendiri: Yesus yang maharahim, Engkau asal segala kebaikan. Pergandakanlah dalam diri kami rahmat, supaya kami melakukan perbuatan-perbuatan belas kasihan yang layak, supaya mereka yang melihat kami, memuji Bapa kerahiman yang di surga.
Umat/Sendiri: Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu kelompok orang-orang pilihan dalam kebun anggur-Mu, jiwa-jiwa para imam dan para biarawan-biarawati. Karuniakanlah kepada mereka kekuatan berkat-Mu, dan demi perasaan-perasaan Hati Putra-Mu, tempat jiwa-jiwa itu tertampung, berilah mereka kekuatan dan terang-Mu, supaya mereka dapat menuntun orang-orang lain di jalan menuju keselamatan untuk bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu yang tak terselami sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 3
HARI KETIGA – HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN
UNTUK ORANG-ORANG SALEH DAN SETIA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku semua jiwa orang saleh dan setia, lalu benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu telah menghibur Aku di Jalan Salib-Ku. Mereka menjadi setetes penghiburan-Ku di tengah-tengah lautan kepahitan.” (BCH, #1214)
DOA:
Pemimpin/sendiri:
Yesus yang maharahim, yang dari perbendaharaan kerahiman-Mu dengan berlimpah-limpah mengaruniakan rahmat-Mu kepada semua orang, terimalah kami dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan jangan melepaskan kami sepanjang masa. Kami memohon ini demi kasih-Mu yang tak terpahami, yang menyala dalam Hati-Mu kepada Bapa surgawi.
Umat/sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman semua jiwa yang setia sebagai warisan Putra-Mu. Demi sengsara-Nya yang pedih, berilah kepada mereka berkat-Mu supaya mereka tidak kehilangan kasih dan harta iman suci, tetapi bersama dengan semua malaikat dan para kudus memuliakan kerahiman-Mu yang tak terhingga sepanjang masa. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 4
HARI KEEMPAT – SENIN DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG BELUM PERCAYA KEPADA ALLAH
KHUSUSNYA MEREKA YANG BELUM MENGENAL KRISTUS
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku orang-orang yang belum percaya kepada Allah, khususnya mereka yang belum mengenal Aku. Mereka pun telah Kupikirkan di saat-saat sengsara-Ku yang pedih, sedangkan semangat mereka di masa kemudian telah menghibur Hati-Ku. Benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku.” (BCH, #1216)
DOA
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, cahaya seluruh dunia, terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa semua orang yang tidak mengenal Allah dan yang belum mengenal Engkau. Semoga sinar rahmat-Mu menerangi mereka, supaya mereka pun, bersama kami, memuliakan kerahiman-Mu yang ajaib, dan jangan membiarkan mereka terlepas dari kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa-jiwa semua orang yang belum mengenal Engkau, tetapi yang sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Tariklah mereka kepada terang Injil. Mereka tidak tahu, betapa bahagianya mengasihi Engkau. Buatlah, supaya mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin.
- Lalu disambung dengan Doa Koronka seperti di bawah.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 5
HARI KELIMA – SELASA DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG MEMISAHKAN DIRI DARI GEREJA
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa saudara-saudara yang terpisah, dan benamkanlah mereka dalam lautan kerahiman-Ku. Pada waktu sengsara yang pedih, mereka mengoyakkan tubuh dan Hati-Ku, yaitu Gereja-Ku. Bila mereka kembali dan bersatu dengan Gereja, luka-luka-Ku menjadi sembuh, sehingga sengsara-Ku menjadi lebih ringan.” (BCH, #1218)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkau kebaikan semata-mata. Engkau tidak menolak memberi terang kepada mereka yang memintanya daripada-Mu. Terimalah ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa saudara yang terpisah dengan kami, dan tariklah mereka dengan terang-Mu kepada persatuan dengan Gereja. Jangan melepaskan mereka dari kediaman hati-Mu yang maharahim dan buatlah agar mereka pun memuliakan kelimpahan kerahiman-Mu.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman-Mu jiwa semua saudara yang terpisah, terutama mereka yang memboroskan kebaikan-Mu dan menyia-nyiakan rahmat-Mu dengan tetap tinggal dalam kesesatan. Janganlah memandang kesalahan-kesalahan mereka, melainkan kasih Putra-Mu serta sengsara-Nya yang pahit, yang ditanggung-Nya bagi mereka, sebab mereka pun tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Buatlah agar mereka pun memuliakan kerahiman-Mu untuk selama-lamanya. Amin. –
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 6
HARI KEENAM – RABU DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ANAK-ANAK DAN ORANG-ORANG YANG LEMAH LEMBUT DAN RENDAH HATI
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan rendah hati serta anak-anak kecil, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Hati-Ku. Merekalah yang menguatkan Aku pada saat-saat pedih ajal-Ku. Aku melihat mereka sebagai malaikat-malaikat dunia yang akan berjaga-jaga sekitar altar-altar-Ku. Aku mencurahkan karunia-karunia-Ku atas mereka itu. Karunia-Ku hanya dapat diterima orang yang rendah hati. Orang yang rendah hatinya Kulimpahi kepercayaan-Ku.” (BCH, 1220)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkau sendiri telah berkata, Belajarlah pada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Terimalah dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa orang yang lemah lembut dan jiwa-jiwa anak kecil. Jiwa-jiwa itu memukau seluruh surga dan secara khusus diperkenan oleh Bapa surgawi; mereka itu karangan bunga yang harum di depan takhta Allah, wangi harum yang dinikmati Allah sendiri. Jiwa-jiwa itu berdiam tetap dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, dan tanpa henti-hentinya mengidungkan madah kasih dan kerahiman selama-lamanya.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang lemah lembut, rendah hati serta anak-anak kecil yang tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Jiwa-jiwa itu paling serupa dengan Putra-Mu; keharuman jiwa-jiwa itu naik dari bumi dan sampai ke tahta-Mu. Bapa kerahiman dan segala kebaikan, demi kasih dan perkenan-Mu kepada jiwa-jiwa itu, aku mohon dengan sangat: berkatilah seluruh dunia, agar semua jiwa bersama-sama memuliakan kerahiman-Mu selama-lamanya. Amin. –
Lalu disambung dengan Koronka seperti di atas
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 7
HARI KETUJUH – KAMIS DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK ORANG-ORANG YANG MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN KERAHIMAN TUHAN
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini, antarkanlah kepada-Ku jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kerahiman-Ku, dan benamkanlah mereka dalam kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu paling menderita karena sengsara-Ku dan menembus masuk secara paling dalam ke dalam roh-Ku. Dalam hidup yang akan datang, jiwa-jiwa itu akan bersinar memancarkan terang yang istimewa. Seorang pun dari mereka tidak akan mengalami api neraka. Masing-masing jiwa itu akan Kubela secara khusus pada saat kematiannya.” (BCH, #1224)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, hati-Mu adalah kasih semata-mata. Terimalah ke dalam Hati-Mu yang penuh belas kasihan, jiwa-jiwa yang secara khusus menghormati dan memuliakan kebesaran kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu tangguh karena berkekuatan Allah sendiri; dalam siksaan dan hambatan apapun mereka maju terus karena mengandalkan kerahiman-Mu. Jiwa-jiwa itu dipersatukan dengan Yesus serta memikul umat manusia atas bahu mereka. Jiwa-jiwa itu tidak akan diadili secara keras, tetapi kerahiman-Mu akan meliputi mereka pada saat ajal mereka.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman, jiwa-jiwa yang memuliakan dan menghormati sifat-Mu yang paling agung, yaitu kerahiman-Mu yang tak terselami, dan yang telah tertampung dalam Hati Yesus yang Maharahim. Jiwa-jiwa itu adalah Injil yang hidup, tangan mereka penuh dengan perbuatan-perbuatan belas kasihan, sedangkan hati mereka yang penuh sukacita mengidungkan lagu kerahiman bagi Yang Mahatinggi. Aku mohon kepada-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kepada mereka kerahiman-Mu seturut kepercayaan dan pengharapan yang mereka tujukan kepada-Mu. Biarlah tergenapi pada mereka janji Yesus yang telah bersabda, bahwa jiwa-jiwa yang akan memuliakan kerahiman-Nya yang tak terselami, akan dibela oleh-Nya sendiri sebagai kemuliaan-Nya sendiri, dalam hidup ini, khususnya pada saat ajal mereka. Amin.
- Disambung dengan Koronka seperti di atas.
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 8
HARI KEDELAPAN – JUMAT DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK JIWA-JIWA DI API PENCUCIAN
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang berada dalam kurungan api penyucian, dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Biarlah aliran-aliran Darah-Ku menyejukkan mereka yang kepanasan. Semua jiwa itu sangat Kukasihi. Mereka sedang menebus keadilan-Ku. Engkau mampu memberi kelegaan kepada mereka. Ambillah dari perbendaharaan Gereja segala indulgensi dan persembahkanlah itu bagi mereka. Oh, seandainya engkau mengetahui sengsara mereka, tentu tanpa henti-hentinya, demi mereka itu, akan kau persembahkan amal rohani serta membayar lunas utang-utang mereka terhadap keadilan-Ku.” (BCH, #1226)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang meharahim, Engkau sendiri telah berkata bahwa kerahimanlah yang Kau kehendaki; maka aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang maharahim jiwa-jiwa yang di api penyucian, yaitu jiwa-jiwa yang sangat Engkau kasihi, namun masih harus melunasi hutang terhadap keadilan-Mu. Semoga aliran-aliran Darah dan Air yang telah memancar dari Hati-Mu, memadamkan nyala-nyala api penyucian, supaya di situ pun kerahiman-Mu dipuji.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang menderita dalam api penyucian, dan yanvg sudah tertampung dalam Hati Yesus yang maharahim. Demi sengsara pedih Yesus, Putra-Mu, dan demi kepahitan yang memenuhi Jiwa-Nya yang tersuci, aku mohon kepada-Mu: tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada jiwa-jiwa yang sedang Engkau pandang dengan mata-Mu yang adil. Janganlah Engkau memandang mereka dengan cara lain, kecuali melalui luka-luka Yesus, Putra-Mu yang terkasih, sebab kami percaya bahwa kebaikan-Mu dan belas-kasih-Mu tidak terhingga. Amin.
- Doa Koronka
-------------------------------------------------------------------
Novena Hari 9
HARI KESEMBILAN – SABTU DALAM OKTAF PASKAH
DOA UNTUK JIWA-JIWA YANG ACUH TAK ACUH
Sabda Yesus kepada St. Faustina:
“Hari ini bawalah kepada-Ku jiwa-jiwa yang acuk tak acuh dan benamkanlah mereka dalam samudera kerahiman-Ku. Jiwa-jiwa itu melukai Hati-Ku secara paling mendalam. Di Taman Getsemani, dalam jiwa-Ku timbul rasa penolakan yang paling mendalam terhadap jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Merekalah yang menjadi penyebab Aku berkata “Bapa, jauhkanlah piala ini daripada-Ku, bila demikianlah kehendak-Mu.” Pertolongan terakhir bagi mereka ialah bernaung di bawah perlindungan kerahiman Ku.” (BCH, #1228)
DOA:
Pemimpin/Sendiri:
Yesus yang maharahim, Engkaulah belas kasih semata-mata. Aku mengantarkan ke dalam kediaman Hati-Mu yang penuh belas kasihan jiwa-jiwa yang acuh tak acuh. Biarlah dalam api kasih-Mu yang murni, jiwa-jiwa yang sudah membeku, yang mirip mayat dan yang telah menimbulkan rasa penolakan dalam diri-Mu itu, menjadi hangat kembali. Ya Yesus yang maharahim, manfaatkanlah kemahakuasaan kerahiman-Mu, dan tariklah mereka ke dalam kehangatan kasih-Mu serta anugerahkanlah kasih kepada mereka, sebab Engkau mampu melakukan segala-galanya.
Umat/Sendiri:
Bapa yang kekal, pandanglah dengan mata kerahiman jiwa-jiwa yang acuh tak acuh, yang sudah tertampung dalam Hati Putra-Mu yang penuh belas kasihan. Ya Bapa yang maharahim, demi sengsara Putra-Mu yang pedih dan demi ajal-Nya di salib selama tiga jam, aku mohon dengan sangat kepada-Mu: izinkanlah agar mereka pun memuliakan samudera kerahiman-Mu. Amin.
- Doa Koronka
____________________________________________________________________
DOA KERAHIMAN ILLAHI
CHAPLET OF MERCY
(K O R O N K A)
Doa selengkapnya yang didaraskan dengan bantuan rosario biasa:
"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."
"Ya Yesus, Engkau telah wafat, namun sumber kehidupan telah memancar bagi jiwa-jiwa dan terbukalah lautan kerahiman bagi segenap dunia.
O sumber kehidupan, Kerahiman Illahi yg tak terselami, naungilah segenap dunia dan curahkanlah diri-Mu pada kami."
"O, darah dan air, yang telah memancar dari Hati Kudus Yesus, sebagai sumber kerahiman bagi kami; Yesus aku berharap pada-Mu." (3x)
"Bapa Kami yang ada di surga,
dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rejeki pada hari ini,
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin."
"Salam Maria, penuh rahmat. Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, Bunda Allah.
Doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan pada waktu kami mati. Amin."
"Aku percaya akan Allah, Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan bumi,
dan akan Yesus Kristus Putera-Nya yang tunggal, Tuhan kita,
yang dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria,
yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus
disalibkan wafat dan dimakamkan,
yang turun ke tempat penantian,
pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati,
yang naik ke surga,
duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa,
dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
persekutuan para kudus,
pengampunan dosa,
kebangkitan badan,
kehidupan kekal. Amin."
(Pada setiap manik Bapa Kami, diucapkan doa berikut:)
"Bapa Yang Kekal, kupersembahkan pada-Mu: Tubuh dan Darah, Jiwa dan ke-Allah-an Putera-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
demi penebusan dosa-dosa kami dan dosa seluruh dunia."
(Pada setiap manik Salam Maria, diucapkan doa berikut:)
"Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada kami dan seluruh dunia."
(Setelah selesai 5 x 10, Koronka ditutup dengan doa :
"Allah Yang Kudus, Kudus & Maha Kuasa, Kudus & Kekal,
kasihanilah kami dan seluruh dunia." (3x)
"Bapa yang kekal,maha pengampun,dan sumber kasih sayang tak kenal lelah, kasihanilah kami.
Limpahkanlah rahmat-Mu,
sehingga kami takkan meninggalkan-Mu, di saat paling sulit sekalipun. Namun dgn ketabahan hati,
kami menyerahkan diri kepada kehendak-Mu yang kudus. Amin."
"Dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus, Amin."
____________________________________________________________________
CATATAN : Lihat juga
1. "The Divine Mercy Message and Devotion" by Fr Seraphim Michalenko, MIC and Vinny Flynn; published by the Archdiocesan Divine Mercy Devotion, Singapore;
2. The Divine Mercy; www.thedivinemercy.org;
3. YESAYA: www.indocell.net/yesaya
4. http://kerahiman.blogspot.com
5.
Sunday, March 16, 2008
Berhala terselubung
Nats : Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala (1Yohanes 5:21)
=============================================================
BERHALA TERSELUBUNG
Bacaan : Kolose 3:1-11
Tatkala mendengar kata berhala, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah sebuah patung manusia atau hewan yang dijadikan pusat penyembahan. Sebagai contoh, patung anak lembu emas yang dibuat bangsa Israel beberapa saat setelah mereka keluar dari Mesir (Keluaran 32:1-6). Kita tahu Allah sangat membenci berhala semacam itu. Namun, mungkinkah kita menyembah berhala tanpa menyadarinya?
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merawat mobilnya begitu rupa. Suatu malam, garasinya terbakar. Ia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkannya sehingga para tetangga harus menahannya. Ketika mobilnya meledak, ia tersadar bahwa ia hampir mengorbankan nyawa hanya untuk mobil itu. Mobil tersebut telah menjadi berhala dalam hidupnya.
Bahkan ada satu bentuk berhala terselubung yang sulit kita sadari, yakni keterlibatan kita dalam aktivitas-aktivitas gereja hanya agar kita tampak "rohani."
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya, juga dapat disebut menyembah berhala.
Apa pun yang menjadi fokus utama dalam kehidupan kita sehingga kita bergantung padanya, selain kepada Allah, adalah berhala.
Dalam Kolose 3:5, Paulus menyatakan bahwa keserakahan pun termasuk salah satu bentuk berhala. Paulus menegaskan agar kita menanggalkan cara-cara tamak yang menjadi bagian dari manusia lama kita dan mengenakan manusia baru, yang hidup benar menurut gambar Khaliknya (ayat 10).
Apakah yang menjadi fokus utama dalam hidup Anda? Mungkin Anda akan terkejut dengan jawaban Anda sendiri --JEY
Nothing between, like worldly pleasure,
Habits of life, though harmless they seem,
Must not my heart from Him ever sever --
He is my all! There\'s nothing between. --Tindley
BERHALA ADALAH SEGALA SESUATU
YANG MENGGANTIKAN POSISI ALLAH
--------------------------------------------------------------
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
=============================================================
BERHALA TERSELUBUNG
Bacaan : Kolose 3:1-11
Tatkala mendengar kata berhala, yang terlintas dalam pikiran kita biasanya adalah sebuah patung manusia atau hewan yang dijadikan pusat penyembahan. Sebagai contoh, patung anak lembu emas yang dibuat bangsa Israel beberapa saat setelah mereka keluar dari Mesir (Keluaran 32:1-6). Kita tahu Allah sangat membenci berhala semacam itu. Namun, mungkinkah kita menyembah berhala tanpa menyadarinya?
Saya pernah membaca kisah tentang seorang wanita yang merawat mobilnya begitu rupa. Suatu malam, garasinya terbakar. Ia berusaha menerobos kobaran api untuk menyelamatkannya sehingga para tetangga harus menahannya. Ketika mobilnya meledak, ia tersadar bahwa ia hampir mengorbankan nyawa hanya untuk mobil itu. Mobil tersebut telah menjadi berhala dalam hidupnya.
Bahkan ada satu bentuk berhala terselubung yang sulit kita sadari, yakni keterlibatan kita dalam aktivitas-aktivitas gereja hanya agar kita tampak "rohani."
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah diperolehnya, juga dapat disebut menyembah berhala.
Apa pun yang menjadi fokus utama dalam kehidupan kita sehingga kita bergantung padanya, selain kepada Allah, adalah berhala.
Dalam Kolose 3:5, Paulus menyatakan bahwa keserakahan pun termasuk salah satu bentuk berhala. Paulus menegaskan agar kita menanggalkan cara-cara tamak yang menjadi bagian dari manusia lama kita dan mengenakan manusia baru, yang hidup benar menurut gambar Khaliknya (ayat 10).
Apakah yang menjadi fokus utama dalam hidup Anda? Mungkin Anda akan terkejut dengan jawaban Anda sendiri --JEY
Nothing between, like worldly pleasure,
Habits of life, though harmless they seem,
Must not my heart from Him ever sever --
He is my all! There\'s nothing between. --Tindley
BERHALA ADALAH SEGALA SESUATU
YANG MENGGANTIKAN POSISI ALLAH
--------------------------------------------------------------
© 1999-2002 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA).
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi atau non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org ( sabda.org/ ) sebagai sumber tulisan dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org
Novena Hari ke-1 sampai dgn Hari ke-9 + Curhat
Novena Kerahiman Illahi dimulai pada hari Jumat Agung (sudah dekat), dan berakhir pada Minggu pertama sesudah Minggu Paskah (yaitu = Pesta Kerahiman Illahi).
Untuk ujud-ujud doa Novena hari ke-1 sampai dengan hari ke-9, silahkan lihat di http://kerahiman.blogspot.com/
Catatan: Percaya atau nggak? Ada bbrp blog dgn nama Kerahiman Illahi, tapi kami tidak saling kenal, apalagi janjian !
Saya sendiri, sewaktu membuat blog ini, tidak sadar sama sekali (krn belum search / google atau apa), bhw ternyata sudah ada beberapa nama yg sama. Ini pasti Tangan Tuhan sendiri yg menggerakkan... :) Roh Kudus sendiri yg telah membisikkan...
Kami sekeluarga sudah kenal devosi ini sejak kira-kira 3-4 tahun yang lalu. (Musti berterima kasih nih... kpd orang yg telah berbaik hati, merogoh koceknya sendiri, untuk membuat brosur / buku, yang dibagikan secara gratis kpd umat di gereja kami pd waktu itu, may God bless them always).
Saya sudah lama ingin publish, menyebarluaskan, tapi baru kesampaian sekarang. Setiap hari kami usahakan pada sekitar jam 3 sore, kami berdoa bersama devosi Kerahiman Illahi ini, kita mohon belas kasihan Tuhan, kiranya Dia jangan memperhitungkan dosa kita...
Kalau tidak sempat jam 3, kami kerjakan sore / malamnya, atau bahkan saya kadang terbangun menjelang jam 3 pagi.
Hasilnya...rasanya lebih damai sejahtera, harmoni dlm rumah tangga (antara pasangan, antara anak & ortu), karena ada kepasrahan kpd Tuhan, pemilik kita semua.
Hanya Tuhan andalan kita. Celakalah orang yg mengandalkan kepandaiannya, kecerdasannya, logikanya, materi / kekayaannya, kecantikannya...
Hati-hati mata hati kita jangan tertutup ilah-ilah jaman ini (materi / konsumerisme, popularitas, prestasi, logika, ilmu pengetahuan, dll, kemajuan teknologi, termasuk tv, handphone, komputer, dll.) Artinya bukan itu tujuan hidup kita, jangan sampai utk mengejar itu semua kita melalaikan yang lain yang jauh lebih berharga (Tuhan, keluarga, kasih).
Salam,
Mama-nya Yohanes
Untuk ujud-ujud doa Novena hari ke-1 sampai dengan hari ke-9, silahkan lihat di http://kerahiman.blogspot.com/
Catatan: Percaya atau nggak? Ada bbrp blog dgn nama Kerahiman Illahi, tapi kami tidak saling kenal, apalagi janjian !
Saya sendiri, sewaktu membuat blog ini, tidak sadar sama sekali (krn belum search / google atau apa), bhw ternyata sudah ada beberapa nama yg sama. Ini pasti Tangan Tuhan sendiri yg menggerakkan... :) Roh Kudus sendiri yg telah membisikkan...
Kami sekeluarga sudah kenal devosi ini sejak kira-kira 3-4 tahun yang lalu. (Musti berterima kasih nih... kpd orang yg telah berbaik hati, merogoh koceknya sendiri, untuk membuat brosur / buku, yang dibagikan secara gratis kpd umat di gereja kami pd waktu itu, may God bless them always).
Saya sudah lama ingin publish, menyebarluaskan, tapi baru kesampaian sekarang. Setiap hari kami usahakan pada sekitar jam 3 sore, kami berdoa bersama devosi Kerahiman Illahi ini, kita mohon belas kasihan Tuhan, kiranya Dia jangan memperhitungkan dosa kita...
Kalau tidak sempat jam 3, kami kerjakan sore / malamnya, atau bahkan saya kadang terbangun menjelang jam 3 pagi.
Hasilnya...rasanya lebih damai sejahtera, harmoni dlm rumah tangga (antara pasangan, antara anak & ortu), karena ada kepasrahan kpd Tuhan, pemilik kita semua.
Hanya Tuhan andalan kita. Celakalah orang yg mengandalkan kepandaiannya, kecerdasannya, logikanya, materi / kekayaannya, kecantikannya...
Hati-hati mata hati kita jangan tertutup ilah-ilah jaman ini (materi / konsumerisme, popularitas, prestasi, logika, ilmu pengetahuan, dll, kemajuan teknologi, termasuk tv, handphone, komputer, dll.) Artinya bukan itu tujuan hidup kita, jangan sampai utk mengejar itu semua kita melalaikan yang lain yang jauh lebih berharga (Tuhan, keluarga, kasih).
Salam,
Mama-nya Yohanes
Subscribe to:
Posts (Atom)

