Pernahkah anda bertanya mengapa ada makhluk seperti nyamuk atau ular, atau cacing? Mengapa diciptakan binatang merayap, menjijikkan itu?
Sebetulnya cacing punya fungsi penting dan diperlukan.
Amy Stuart dalam bukunya "The earth moved: On the remarkable achievements of earthworms" (Bumi bergerak: Prestasi cacing yg luar biasa) memaparkan bahwa dalam sekitar 1/2 hektar tanah terdapat cacing yang tak terhitung banyaknya, sedang meng-gembur-kan tanah.
Kegiatannya dilakukan dgn diam-diam, tak terlihat, namun mutlak diperlukan, sehingga bila tidak ada cacing, hampir pasti tak ada tumbuh-tumbuhan.
Jadi, apa yg dapat kita pelajari dari cacing? Tidak saja di alam, namun dalam hidup kita juga ada kekuatan2 tak terlihat yg sedang bekerja.
Ada karya doa yg diam2 & tak terlihat dari mereka yg peduli pada kesejahteraan kita (misalnya dari biarawan/ti, atau dari orang tua kita).
Ada pekerjaan dari disiplin jiwa kita sendiri (sewaktu berdoa & merenungkan Firman Tuhan). Dan ada pekerjaan penting Roh Kudus, yang menggemburkan gumpalan tanah jiwa kita, hingga menghasilkan buah-buah Kristus, yaitu "kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran ..." (Galatia 5:22,23).
Dalam hidup & di dunia ini, Allah pun memerintahkan banyak pengaruh tak terlihat namun menghasilkan buah. Entah itu melalui cacing yg hina, atau melalui manusia...
Diambil dari buku “Renungan Harian”, Yayasan Gloria, Yogyakarta.
Original : “Our Daily Bread” oleh Vernon C. Grounds.