Sunday, March 30, 2008

Perintah Allah, Iman, Perbuatan, Kasih

DUA PERINTAH UTAMA

"Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama."


(Ulangan 6:5, Matius 22:37-39).

Perintah pertama ini sejajar dengan tiga perintah pertama dari Sepuluh Perintah Allah yang diberikan kepada Musa.

"Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

(Imamat 19:18, Matius 22:37-39).


Perintah yang kedua ini sejajar dengan ketujuh perintah berikutnya.


-------------------------------

SEPULUH PERINTAH ALLAH (DEKALOG):
(Keluaran 20:1-17, Ulangan 5:6-21)

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15)

1. Jangan menyembah berhala, berbaktilah kepada Tuhan saja, dan cintailah Tuhan lebih dari segala sesuatu.
(Artinya kita menyembah hanya Tuhan saja, terutama melalui doa, dan tidak mencintai sesuatu yang lain lebih daripada Tuhan.)

2. Jangan menyebut Nama Tuhan Allah dengan tidak hormat.
(Hormatilah nama Tuhan karena nama Tuhan itu kudus.)

3. Kuduskanlah hari Tuhan.
(Pada hari Minggu dan pada hari-hari pesta wajib lainnya, orang beriman berkewajiban untuk ambil bagian dalam Misa, dan janganlah melakukan pekerjaan yang dilarang pada hari itu.)

4. Hormatilah ibu bapamu.
(Mencintai, membantu, menghormati serta mentaati orangtua.)

5. Jangan membunuh.
(Kita harus merawat tubuh kita, dan tidak melukai orang lain secara tidak adil, baik secara fisik maupun dengan perkataan (Matius 5:21-26). Menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan terlarang adalah dosa (Galatia 5:21). Kita diperkenankan untuk membela diri; namun demikian, membunuh untuk membalas dendam adalah dosa.
Aborsi adalah pembunuhan terhadap kehidupan yang tak berdosa (Lukas 1:15, 41, 44, Mazmur 139:13, Yesaya 13:18).)

6. Jangan berzinah.
(Perintah keenam ini melarang segala bentuk dosa seksual,
perzinahan (Galatia 5:16-24, 1Korintus 6:15-20, Efesus 5:5-6, Matius 15:19, Wahyu 22:15),
pikiran kotor, percabulan (Mazmur 101:3, Matius 5:27, Yehezkiel 16:25),
pakaian yang tidak sopan (Yesaya 3:16-24, 1Timotius 2:9-10, 1Petrus 3:1-6),
kelakuan homoseksual (Kejadian 19:1-29, Roma 1:24-27, 1Korintus 6:9, 1Timotius 1;10),
penggunaan alat-alat kontrasepsi (Kejadian 1:28, Mazmur 127:3-5, Kejadian 38:8-10) - terutama yang bersifat merusak janin.)

7. Jangan mencuri.
(Jika seseorang mencuri, ia harus membayar ganti rugi dan segera mengembalikan barang yang dicurinya kepada pemiliknya.)

8. Jangan bersaksi dusta tentang sesamamu.
(Berbohong, memfitnah, mencemarkan nama baik adalah dosa.)

9. Jangan mengingini isteri sesamamu.
(Perintah ini mengajarkan bahwa pikiran-pikiran cemar yang disengaja adalah dosa (Mat 5:27-28).)

10. Jangan mengingini milik sesamamu secara tidak adil.
(Kitab Suci juga memperingatkan kita jangan terikat kepada barang-barang duniawi (Mat 19:16-30, Lukas 6:20-26, 12:13-31, Yakobus 5:1-6).)
SELENGKAPNYA DARI ALKITAB, Kitab KELUARAN 20:1-17 sbb:

Keluaran 20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
20:13 Jangan membunuh.
20:14 Jangan berzinah.
20:15 Jangan mencuri.
20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu."
-----------------------

DOSA TERHADAP ROH KUDUS

1. Kesombongan
Ada dua jenis kesombongan: manusia beranggapan bahwa ia dapat mencapai keselamatan tanpa bantuan dari Tuhan; atau manusia beranggapan bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun.

2. Keputusasaan
Manusia berhenti mengharapkan dari Tuhan keselamatan pribadinya. Dengan demikian ia menentang kebaikan Allah, keadilan-Nya - karena Tuhan selalu setia pada janji-Nya - dan kerahiman-Nya.

3. Ketidakpercayaan
Tidak menghiraukan kebenaran yang diwahyukan atau menolak dengan sengaja untuk menerimanya.

4. Iri hati akan kebaikan orang lain.

5. Kemauan keras hidup dalam dosa.

6. Penolakan ampunan ilahi pada saat terakhir.

-----------------

Kebajikan: suatu kebiasaan baik, yaitu kebiasaan untuk melakukan yang baik dan menjauhkan diri dari yang jahat.

Kebiasaan buruk: suatu kebiasaan buruk, yaitu kebiasaan untuk berbuat dosa.

7 Kebajikan: kerendahan hati, kemurnian, kemiskinan, kelemahlembutan, kesederhanaan, kasih persaudaraan, ketekunan.

7 Dosa Pokok: sombong, cabul, serakah, marah, rakus, iri hati, malas.

3 Kebajikan Ilahi: Iman, Harapan dan Kasih (1Kor 13:13)

4 Kebajikan Pokok: Kebijaksanaan, Keadilan, Keberanian dan Penguasaan diri

-----------------

SALIB

Salib adalah syarat untuk mengikuti Kristus. Salib meliputi segala penderitaan serta kesulitan yang muncul akibat menolak godaan, mentaati perintah-perintah Allah, melaksanakan karya-karya belas kasih, baik jasmani maupun rohani.

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." (Luk 9:23, 1Kor 1:18)


CONCUPISCENTIA

Concupiscentia adalah kecondongan kepada yang jahat, yaitu sifat bawaan yang kita miliki sebagai akibat dari dosa asal.
Kita harus berjuang untuk melakukan yang baik dengan bantuan rahmat Allah (Kej 6:5, 8:21, Rom 7:23, 8:6, Gal 5:17).

PENCOBAAN

Pencobaan adalah godaan untuk berbuat dosa yang berasal dari dunia, daging dan iblis (1Yoh 2:15-17). Pencobaan bukanlah dosa. Sesungguhnya, jika kita dicobai, itu pertanda bahwa kita belum berbuat dosa.

Apabila kita dicobai, kita harus ingat untuk berdoa dan memikirkan ke-empat hal yang terakhir, yaitu: kematian, pengadilan, surga dan neraka (Mat 26;41).
Kita tidak akan dicobai melebihi kekuatan kita, asalkan kita berdoa kepada Tuhan memohon pertolongan-Nya (1Kor 10:13, Kej 4:6-7).


"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Mat. 11:28).

------------------

IMAN DAN PERBUATAN

Iman adalah percaya kepada Tuhan, dan iman penting sekali bagi keselamatan / hidup kekal di Surga. (baca Ibr 11:6).
"Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." (Ibr 11:1, 1Yoh 5:4-5).

Tuhan menghendaki iman yang disertai perbuatan.
(Yak 2:14-26, Mat 5:17-22, 7:21-23, 16:27, 19:16-19, 25:31-46, Why 3:2, 14:13, 20:13, 1Yoh 2:4, Ef 5:5-7, Gal 5:16-21).

"Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga." (Mat 7:21).

"Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." (Mat 19:17-19).

Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati…
"Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati." (Yak 2:14-26).

Kita mempunyai pengharapan dan kepercayaan yang teguh akan keselamatan melalui iman kita akan Kristus (Rom 10:9-10, Yoh 3:16, 5:24, 11:26, 17:3);
namun demikian, kita tidak boleh yakin sepenuhnya bahwa kita telah selamat - kita wajib memohon rahmat Tuhan agar dapat bertahan sampai akhir.
(Mat 10:22, 24:13, 1Kor 4:3-5, 9:26-27, 10:12, Fil 2:12, 3;10-16, Yoh 15:6, Ibr 6:11-12, 10:26, 2Tim 2:12-13, Yeh 33:12-20, Rom 5:2, 8:24-25).

Seseorang dapat menerima karunia keselamatan melalui rahmat pengudusan dan kemudian kehilangan keselamatan itu karena melakukan dosa berat. (1Yoh 5:16-17, Yoh 15:6).


14 KARYA BELAS KASIH

* 7 Karya Belas Kasih Jasmani: (Mat 25:34-40) memberi makan mereka yang lapar, memberi minum mereka yang haus, memberi tumpangan kepada orang asing, memberi pakaian kepada mereka yang telanjang, mengunjungi orang sakit, mengunjungi orang tahanan dan menguburkan orang mati.

* 7 Karya Belas Kasih Rohani: mengajar (Kis 8:35-39), memberi nasehat (1 Tes 5:9-11), menghibur (Rom 12:15), mempertobatkan atau menegur orang berdosa (Kis 2:40-41, Yak 5:19-20), mengampuni semua kesalahan (Mat 18:21-22), dan menanggung dengan sabar hati (1Kor 13:5), berdoa bagi sesama, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal (Yak 5:16, 2Mak 12:45).

Lampiran: Yakobus 2:8-26

Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.

Tetapi, jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa, dan oleh hukum itu menjadi nyata, bahwa kamu melakukan pelanggaran.

Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.

Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.

Sebab penghakiman yang tak berbelas kasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelas kasihan. Tetapi belas kasihan akan menang atas penghakiman.

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,

dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.

Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."

Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.

Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?

Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?

Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah."

Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.